; Allen's Adventure

Cari Blog Ini

Jumat, 09 Februari 2018

Komunitas Sepeda Balap jaman "NOW"


Mengapa tertarik untuk bersepeda ?

Beberapa orang bersepeda karena beberapa alasan, bersepeda untuk kesehatan, untuk kompetisi, untuk bersosial atau sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan, dari semua alasan itu semua, tujuan nya adalah kita menikmati "Share the joy of cycling ".

Ditulisan saya kali ini akan difokuskan ke komunitas sepeda balap khususnya dijaman "Now' , terjadi perubahan yang begitu cepat, sangat dinamika khususnya di level penggemar sepeda balap di Indonesia.

Hampir 2,5 tahun saya "off" dan  kembali lagi, bertapa kagetnya perubahan yang terjadi khusus nya kompetisi di komunitas, banyak pembalap pembalap muda ataupun pembalap "senior" yang semakin terpacu dengan latihan latihan sekelas atlet padahal mereka adalah pembalap dari kelas penggemar, perkembangan dunia sepeda balap khususnya teknologi aerodinamis semakin canggih, khusus nya frame frame "Aerobike", dominasi pabrikan dari USA menjadi pioner sepeda balap Aerobike, seperti yang lagi "hot" Trek Madone 9.9 dengan konsep "Trek’s new Kammtail Virtual Foil (KVF) tube profiles" atau brand Specialized S-Works Venge ViAS, Wilier Cento10 Air, dll.




Beberapa event balapan atau touring laris manis diserbu penggiat sepeda balap, di awal tahun ini seperti event GFNY - Grand Fondo New York di Bali dengan tag line Be A Pro For A Day dengan jumlah peserta mencapai hampir 500an peserta, kondisi rute 50% tanjakan dengan elevasi 2110 mdpl menambah adrenaline bagi penggemar sepeda balap khususnya yang fokus ke kompetisi.
Pemenang pertama di GFNY tahun ini untuk kelompok pria, juara pertama diraih Juwanto dengan catatan waktu 4 jam 4 menit 13 detik. Urutan kedua dan ketiga ditempati Aryanto Nugroho (4:10:8) dan Candra Dauna Utama (4:10:7).
Sedangkan kelompok putri, urutan pertama didapat Gia Amalia dengan catatan waktu (5:17:54.) Posisi kedua dan ketiga diraih Christina Liew (5:26:48 detik) dan Stelle Chen He (5:30:9 detik)





Ada satu hal yang menarik bagi saya adalah keikutsertaan pembalap penggemar di ajang Asian Cycling Championships 2018 Road & Paracycling, yang berlangsung di Nay Pyi Taw, Myanmar, 6-12 Februari 2018.

Salah satu klub senior di Jakarta yaitu KGB (Kelapa Gading Bike) mengirimkan 2 pembalap ke ajang bergengsi ini, yaitu Roy Aldrie dan Frederick Murtanu, seperti yang kita ketahui, sosok Roy Aldrie adalah pembalap yang diseganin di dunia balapan khususnya di level penggemar, sering meraih podium di beberapa ajang balapan.
Roy Aldrie bisa dibilang hampir sekelas dengan atlet junior padahal Roy hanyalah pembalap yang asalnya dari hobies, talentanya luar biasa... 






Berita diambil dari website PB ISSI : 
https://www.icf.id/news/pb-issi-fasilitasi-atlet-komunitas-ke-kejuaraan-asia/

Dengan semangat membuka diri kepada seluruh komunitas sepeda di Indonesia, PB ISSI untuk pertama kalinya memfasilitasi pengiriman atlet komunitas untuk berlaga di Asian Cycling Championships 2018 Road & Paracycling, yang berlangsung di Nay Pyi Taw, Myanmar, 6-12 Februari.

Dua atlet komunitas yang ikut berlaga di Myanmar adalah Roy Aldrie Widhijanto dan Frederick Murtanu dari klub KGB Sepeda Kita. Mereka akan turun kelas master 35-39 tahun.

Semua berawal dari gowes bareng komunitas KGB di mana Roy dan Frederick bergabung. Atlet paracycling nasional M Fadli juga kerap gowes bareng bersama mereka. Dari sanalah, keduanya mendapat informasi bahwa Kejuaraan Asia di Myanmar juga melombakan kelas master.

“Fadli cerita bahwa tahun ini ada event kejuaraan Asia di Malaysia dan Myanmar. Kemudian, saya cek website dan ternyata di Myanmar ada kelas master. Saya mencoba untuk daftar langsung. Tapi untuk mendaftar harus melalui federasi nasional, yaitu PB ISSI,” kata Roy saat dihubungi, Kamis (8/2).

Lalu, Fadli memperkenalkan Roy kepada manajer timnas Budi Saputra. Setelah itu, pendaftaran untuk berlomba di Myanmar pun beres.

Seperti juga anggota komunitas sepeda di Indonesia pada umumnya, Roy juga pernah mengikuti berbagai balapan, salah satunya kejuaraan nasional di Singapura untuk nomor Individual Time Trial di kelas master.

Menghadapi kejuaraan ini, Roy tidak melakukan persiapan khusus karena setiap hari sudah berlatih dengan KGB. Apalagi, KGB juga memiliki tim balap.

Dengan jumlah komunitas penggemar sepeda di Indonesia yang sangat banyak, PB ISSI memang terus berusaha membuka diri agar anggota komunitas juga mau terlibat membangun prestasi balap sepeda nasional. Bagi mereka yang ingin menyalurkan hobi, PB ISSI memiliki kegiatan cycling for all atau bersepeda untuk semua, seperti yang juga menjadi program badan balap sepeda dunia, UCI.

Sementara itu, untuk yang masih ingin mencicipi kompetisi PB ISSI juga siap memfasilitasi mereka untuk berlomba di kelas master atau open. Salah satu kewajiban bagi yang ingin mengikuti kompetisi adalah memiliki lisensi ICF dan/atau UCI dengan cara mendaftar di situs web resmi PB ISSI atau di sekretariat PB ISSI.

“Pada prinsipnya PB ISSI terbuka untuk semua penggiat sepeda, tak terbatas pada prestasi saja. Buat para pehobi, ada program cycling for all. Buat yang masih ingin berkompetisi juga ada wadahnya. Dan tentu saja kami terbuka juga untuk mereka yang ingin menyumbangkan tenaga dan dana untuk kemajuan balap sepeda nasional,” ujar Budi.

Salut untuk PB ISSI sangat mendukung komunitas penggiat sepeda balap di Indonesia.....

Beginilah pembalap komunitas jaman "Now", Anda bisa membayangkan event Kejuaraan Asia di Myanmar untuk kelas Master usia 35-39 tahun average speed adalah 43.7km dengan jarak 34km adalah suatu terobosan yang luar biasa untuk seorang hobies, butuh latihan tekun dan kesabaran, tidak bisa instan.

Bagi teman teman komunitas yang tertarik di bidang kompetisi sepeda balap, masih banyak peluang terbuka untuk Anda mencoba, berlatilah yang tekun dan sabar, niscaya akan ada hasil yang dicapai....salam gowes.



Kamis, 25 Januari 2018

Come Back 2018 with Wilier Cento10AIR



Akhirnya saya kembali lagi ke dunia sepeda balap setelah 2 tahun absen (berhenti total - sekitar bulan Oktober 2015), kerinduan terhadap dunia sepeda balap tak terbendung, bertemu teman teman lama dan keinginan untuk kembali mencoba balapan kelas amatir.
Selama 2 tahun absen gowes, otot otot di sekitar paha, betis, tangan kembali menjadi otot normal artinya otot yang dipakai sebatas rutinitas sehari hari dan membutuhkan waktu untuk dilatih kembali seperti dulu kala.

Tepat nya tanggal 21 Januari 2018 adalah hari dimana saya pertama kali memulai test riding di jalan aspal dengan teman teman di lokasi Mozia Loops, BSD Serpong, posisi nya dibelakang Court Elektronic. Kondisi lapangan mirip dengan Icon Loops - BSD, trek melingkar sejauh 3km, sepi dan tentu nya tanpa "polisi tidur".

Kembali ke dunia sepeda balap tentu nya tidak terlepas dari merek sepeda yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan, saya memilih sepeda balap yang bisa mantap di jalan lurus dan tidak terlalu berat saat tanjakan, kondisi kontur jalan di  Jakarta - Serpong cenderung memiliki grade 0% - 4%,  dengan tiupan angin yang lumayan kencang khusus nya di daerah Serpong.
Dibutuhkan sepeda balap yang Aero untuk menghindari angin, sedangkan di hari sabtu dan minggu, biasanya kami berlatih di daerah Sentul Bogor dan Puncak Cipanas, grade  tanjakan bisa mencapai 20%, dengan sepeda berbobot berat akan menyulitkan saat melakukan pendakian.



Setelah mencoba memilih sekian merek sepeda balap akhirnya saya memutuskan memakai Wilier Cento 10 Air dengan groupset Shimano Utegra 6800 Di2.


Beberapa hal yang menjadi poin utama, saya memilih Wilier Cento 10 Air :

1. Wiler Cento 10 Air adalah sepeda Aerobike dijalan datar dan optimal di tanjakan - di design menggunakan algoritma NACA (National Advisory Committee for Aeronautics).

2. Monocoque carbon frame dengan modul MR60H 60ton + T800H + T700SC yang akan menghasilkan frame stiffnest, nyaman, tidak kaku dan bobot yang tidak berat ( Frame + Handlebar 1050gram) - tidak liar saat di'betot".

3. BB Presfit 386 Evo,  ultra-stiff crank into an ultra-stiff frame.

4. Harga yang terjangkau + kualitas, Italian style.


Spesifikasi sementara saat ini :

Frame Wilier Cento 10 Air size XS
Groupset Shimano Utegra 6800 Di2 ; 52/34, 11 -28
Wheelset DT Swiss DICUT 20 clincer + quick release titanium
Handlebar + stem integrated Alabarda 100/400
Sadel San Marco
Seatpost Carbon Wilier
Pedal Time iClick carbon
Garmin Edge 25
Sepatu Shimano RC7 Carbon
Helm Giro.
Kacamata Oakley Flak Fire

Bobot full bike sekitar +/- 7.6kg, target yang diinginkan di kisaran 6.7kg.


Sebelumnya saya pernah memakai frame titanium Lynskey Helix 2015, berasa sekali perbedaan stiffness antara bahan logam dan bahan carbon, stiffness di logam (titan) getaran tidak semua terserap oleh frame dan sebagian terserap oleh badan kita dan itu akan menyebabkan kelelahan jika digowes jarak jauh (diatas 100km), berbeda dengan frame carbon Wilier 60ton, terasa stiff, nyaman dan getaran diserap di frame.

Saya juga pernah merasakan frame carbon aero keluaran Ridley Noah / Giant Propel Advanced SL3, walaupun berbahan carbon, stiffness terlalu "over" - keras dan kaku, jadinya tidak terlalu nyaman dipakai gowes jarak jauh, hanya cocok dipakai buat balapan criterium. 

Jika anda menginginkan sepeda aerobike yang menurut saya paling sempurna saat ini -2018, anda bisa memilih Trek Madone 9.9 (hanya optimal dijalan datar, berat di tanjakan ).

                                                                     Trek Madone 9.9
 

Berbeda dengan Wilier Cento10 Air, serasa nyaman sekali di tanjakan, padahal Cento10 Air adalah tipe sepeda "Aerobike", roadbike aerobike biasanya kurang mantap di tanjakan ( terlalu kaku dan kurang nyaman).

Tanjakan Km 0 - Sentul

Tanjakan Prabowo - Grade 20%



Dengan grade sekitar 12%, sepeda mantap tidak liar, pakem di aspal, saat masuk ke tanjakan curam - grade 20% mulai terasa berat tetapi secara keseluruhan energi yang tersalurkan dengan mantap ( kondisi sepeda mantap - tidak liar ) - perpaduan  bahan carbon MR60H ( 60 ton) plus T800H dan  T700SC menjamin stiffness dan karakter lebih elastis yang menghasilkan kenyamanan saat menanjak ( stiff nya tidak terlalu kaku ), masalah di weight berpengaruh, berat 7.6kg plus bidon menjadi 8kg tidak akan menghasilkan speed yang optimal.

Model Folk belakang yg stabil di tanjakan 

Dengan berat sepeda yang disarankan 6.7kg akan menghasilkan keseimbangan antara energi output yang dikeluarkan dengan speed yang diinginkan.


Semoga bermanfaat...salam gowes....

Rabu, 16 September 2015

Sinar Mas Land TTT & Criterium Race FPSJ 2015


Hanya ada satu kata " WOW"- Thanks God,  kami sangat bahagia dan gembira, bukan hanya bahagia karena bisa podium tetapi kebersamaan dan kekompakan di dalam klub kami semakin hari semakin bertambah baik.
Event race TTT dan Criterium Sinar Mas Land 2015 yang di selenggarakan FPSJ berlokasi di dalam komplek Kota Wisata - Cibubur pada tanggal 12 September 2015.
Tercatat sekitar 400 peserta, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, turut bersaing dalam race ini. Event ini melombakan 11 kategori, yang mayoritas adalah kategori atlet, serta kelas Penggemar. Race ini pun turut mempersembahkan piala tetap Menpora RI.

Melombakan nomor Team Time Trial (TTT) dan Criterium Race, TTT lebih ditujukan untuk para penggemar sepeda balap (non atlet), terbagi 2 kategori :

A. Reguler, umur 28-34 tahun
B. Eksekutif, umur diatas 50 tahun
Dengan komposisi 8 dan 5 pembalap untuk setiap kategori

Begitu juga dengan kelas Criterium Master, yang terbagi menjadi :
Master A, B, C, D, E dengan pembagian umur

TTT SCT Alpha Juara 2


TTT SCT Executive Juara 1

Criterium Master A Juara 2 - Hendrik
 

Criterium Master E Juara 2 - Marwan

Event TTT khusus kelas penggemar / hobies dengan kontur jalan rolling dengan sedikit tanjakan merupakan suatu tantangan tersendiri, bagi sebagian riders yang terbiasa dengan kontur datar / flat akan sedikit mengalami kesulitan saat speed mencapai 39km ke atas, cukup berat.



Kami keluarga besar SCT merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan podium di beberapa kelas, suka duka proses latihan selama 2-3 bulan tanpa pelatih, kami perjuangkan bersama sama, saling menghargai dan saling menghormati di dalam suatu klub sangatlah penting.
Yang membuat kami bisa podium selain latihan adalah rasa kebersamaan dan kekompakan saat proses latihan, latihan serius yang kami jalankan hanya 1 minggu sekali dan saat tanggalan merah (hari libur), berbeda dengan event race FPSJ tahun tahun lalu, kami menyewa pelatih dan berlatih dengan sangat keras   (2012 & 2013).
Dukungan semua anggota SCT itulah yang membuat kami bisa podium, walaupun secara umur sangat berat untuk bisa bersaing, di team inti SCT Alpha hanya ada 2 rider yang berumur 30 dan 34 tahun selebihnya usia 42th, 44th, 45th dan 49th dan kami berhadapan dengan team team dengan riders yang masih muda, saat nya regenerasi - "Old Soldiers Never Die".

Team SCT Alpha

Team SCT Charlie










Berikut hasil race tersebut.
* Dikutip dari berbagai sumber *, sebagai tambahan informasi

Men Open Atlit (21 putaran)

Jamal Hibatullah (KFC): Point 19
Tony Alphian (Kab Bogor): Poin 17
Dikdik Permana. S (PGN): Poin 14 


Men Youth - Atlet (14-16 th)

Ramandiki: Poin 13. BIB 904
Abdul Rohim: Poin 11 BIB 934
Anugrah Nandung: Poin 5 BIB 918 


TTT Reguler (5 putaran)

KGB Ungu: 00.25.39.04
SCT Alpha: 00.26.36.11
KGB Kuning: 00.27.15.16


TTT Executive(3 putaran)

KGB Merah: 00.17 .00.28
Cikeas: 00.17 .48.56



Allen Cycling Adventure's 2009 - 2015 :

Finisher Bali Audax 2010 no 042. 
Juara 4 Executive Uphill Race Sentul City 2010 no 506.
Juara 3 TTT FPSJ - BSD City 2011 No 352. 
Juara 3 TTT Delta Mas 2011 no 059. 
Juara 3 Uphill Bupati Bogor - Sentul City Cycleindo Cup 2011 no 126. 
Ranking 6 Criterium OCBC Singapore Nissan Challenge 2011 no 393. 
Ranking 60 Cat 2 Tour de Bintan 2011 no 105. 
Juara 1 TTT Smailling Tour - FPSJ 2011 no 261.
Finisher Lombok Audax 2012 no 356. 
Rank 4 Indonesia Cycle Enduro - Sirkuit Sentul 2012 no 1010. 
First Finisher West Sumatra Audax 2012 no 1004. 
Finisher Tour de Bintan 2012 Cat 3C no 454. 
Finisher Singkawang Endurance Challenge 153km no AB005 Tour de Khatulistiwa 2013.
Juara 2 Master A Pontianak Criterium City Road Race - Tour De Khatulistiwa 2013 no 23.
Juara 1 TTT Sinar Mas Land ti.Phone FPSJ 2013 No 461.
Ranking 4 Kejurnas ISSI Criterium Race 2013 FPSJ Kategori Mantan Atlet No 135. 
Ranking 6 JIEXPO TTT Race 2014 No 1157.
Juara 3 JIEXPO Criterium Race 2014 Master A No 512 .
Juara 2 - Sinarmas Land TTT 2015

Done........







Selasa, 04 Agustus 2015

Paduan memilih Bicycle Trainers



Hi...berjumpa lagi, dalam kesempatan ini saya akan menulis artikel mengenai cara memilih beberapa merek trainer yang ada di pasaran dan tentu nya yang sesuai dengan budget di kantong....
Terakhir ini saya kesulitan dalam pengaturan latihan karena setiap pagi harus mulai mengantar anak bungsuku ke sekolah, waktu yang sempit dan terbatas tidak akan membuatku patah semangat, dengan bantuan " Mechanical Resistance Bike Trainers " solusi terjawab.

Sebelum anda memutuskan membeli Bicycle Trainers, pastikan mempersiapkan budget karena anda harus menyiapkan budget lain juga seperti : Wheelset cadangan, sprocket dan ban khusus trainers, peralatan ini bisa dibeli dengan merek yang terjangkau, misal beli saja wheelset second yang murah dan kondisi masih layak pakai, sprocket cukup dengan tipe 105 shimano atau tipe di bawahnya dan ban trainers bisa memakai ban fixie yang murah (kalo ada budget bisa membeli ban khusus trainer dengan Tpi sekitar 26, semakin kecil Tpi semakin awet dipakai di trainer, tidak gampang aus, semakin tinggi Tpi semakin cepat aus).

Ada 2 penggunaan Bicycle Trainers pada umumnnya :
  1. Sebagai alat untuk pemanasan sebelum bertanding / race atau cool down setelah selesai bertanding, banyak dipakai oleh kalangan atlet sepeda dan amatir.
  2. Sebagai alat untuk latihan indoors karena keterbatasan waktu, melatih cadence /RPM, melatih strength, melatih keseimbangan, dll atau bisa juga berlatih disaat musim dingin di beberapa negara eropa /US. Saya sering juga memakai trainers di saat masuk musim hujan, males gowes diluar karena becek dan resiko kecelakaan (licin).

Unit trainer sederhana yang biasa saya pakai sehari hari, supaya tidak bosan, saya memanfaatkan virtual software untuk memotivasi saat latihan.



Menurut pengalaman pribadi saya sendiri ada 2 tipe Bicycle Trainers :


1. Roller Bike Trainers

2. Mechanical Resistance Bike Trainers


Roller Bike Trainers
Ini adalah jenis trainers yang lebih difokuskan pengendalian keseimbangan / balance saat riding, anda harus bisa gowes sepeda diatas roller dengan menjaga keseimbangan, "meleng" sedikit bakalan gubrak (bisa resiko patah tulang kalo tidak hati hati).

Saya tidak menganjurkan melatih endurance dan strength dengan Roller karena kurang optimal dan resiko jatuh besar sekali disaat mulai capek khususnya diatas jarak 25km. Saya lebih menganjurkan ini dipakai buat recovery dengan intensitas sedang dan lebih efektif dipakai oleh pemain sepeda MTB yang sangat mengutamakan skill riding.
Roller tidak memiliki Resistance / beban, pengaturan resistance berdasarkan gear yang ada di sepeda / shift gear.


Saya merekomendasi merek Minoura jika anda ingin memakai Roller, kualitas nya bagus dan terjamin.
Harga Roller lebih murah dibandingkan Mechanical Resistance trainers.


Mechanical Resistance Bike Trainers
Bagi anda yang mengutamakan latihan Strength dan Endurance khusus nya pemain roadbike, saya sangat menganjurkan untuk memakai trainers jenis ini.
Posisi sepeda khusus nya di bagian roda belakang (quick release) dijepit supaya balance dan kokoh dan ukurannya juga compact.
Ada beberapa jenis Mechanical Resistance trainer dipasaran dengan harga yang berbeda beda, sesuaikan dengan kebutuhan anda.
Jika Anda adalah pemain amatir yang antusias, belilah resistance trainer dengan budget minimal 3jt (harga tahun 2015), jangan beli dibawah budget itu, bakalan nggak awet dan cepat rusak.
Jika dipakai hanya sebatas recovery / gowes intensitas ringan, Anda bisa membeli dikisaran 1jtaan -2Jtaan.



Ada beberapa tipe Mechanical Resistance Bike Trainers :

1. Wind Bicycle Trainers
Pada umumnya harga lebih terjangkau, memanfaatkan baling baling  / kipas sebagai resistances nya, maintenance lebih gampang dan tidak gampang rusak.
Besarnya kipas menentukan besarnya resistance dan tentunya tingkat kebisingan / noise juga tinggi

CycleOps Wind Trainers : Harga terjangkau sesuai kebutuhan

LeMond Trainer Revolution : hi end Wind Trainers dengan Direct Drive - Mahal


2. Magnetic Bicycle Trainers
Memakai kekuatan Magnet sebagai resistance, smooth dan silent

CycleOps Super Magneto Pro


Untuk tipe magnet yang kelas hi end disediakan pengaturan resistance untuk Flat dan Hill sedangkan tipe magnet biasa tidak disediakan fasilitas tersebut.
Masukan dari beberapa teman pemakai trainer jenis magnet ini adalah long life nya kurang lama khususnya di kekuatan resistance magnet nya, gampang jebol. 


3. Fluid Bicycle Trainers
Inilah tipe yang terbaik saat ini, saya merasakan tipe fluid ini feel resistance nya seperti di road, resistance nya akan semakin bertambah sesuai dengan pertambahan speed, smooth dan silent.
Memakai cairan khusus sebagai media resistance.
Semakin anda menambah cadence / speed, resistance nya juga bertambah layaknya di jalan raya.
Kekurangannya adalah level panas yang tinggi di turbin nya, pilihlah turbin yang ukuran lebih besar, semakin besar semakin adem karena panas berlebihan akan mempercepat aus nya ban (semakin besar turbin biasanya semakin mahal produk tersebut).


Blackburn Fluid Trainers : Harga sesuai dengan kebutuhan

Kinetic Fluid Trainers : Turbin besar
Kinetic Fluid Rock & Roll




 Virtual Cycling Software

Sekarang ini banyak tersedia software virtual untuk cycling, program video yang static misal seperti program Sufferfest dan program yang dinamik seperti Zwift atau Trainerroad.

Video trainers yang simpel, bisa memakai program Sufferfest, Anda cukup memutar file video nya di TV LED atau di notebook computer / ipad dan tinggal ikutin perintah nya.

 The Sufferfest

Jika Anda menginginkan yang live dan bisa berkompetisi dengan teman teman, Anda bisa memilih program Zwift atau Trainerroad,  Anda membutuhkan sambungan internet, install program Zwift, beli Dongle Ant+ USB 2.0 ,  Cadence / speed sensor Ant+ dan lebih baik kalo ada Power Meter.

Program Zwift

Program Trainerroad


Beberapa Mechanical Resistance Trainers sudah terintegrasi dengan software Virtual seperti merek TacX, Cycleops, Kinetic, dll

 TacX Trainers


Saya rasa cukup sharing nya....artikel yang saya tulis berdasarkan pengalaman selama ini dan terima kasih juga kepada teman teman di SCT Team yang memberikan masukan.
Salam Gowesssss.....