; Allen's Adventure

Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 05 Mei 2015

We Are SCT Riders



 

We are SCT Riders....itulah kalimat kebanggaan kami sebagai hobi pembalap sepeda yang sekarang ini mengutamakan kebersamaan dan kekompakan.
SCT (Serpong Cycling Team ) telah melewati 4 dekade dari terbentuk nya klub sampai hari ini, kami telah melewati berbagai kesenangan - canda tawa,  rintangan - perselisihan di dalam klub, rintangan rintangan itulah yang membuat kami semakin hari semakin kuat dan kompak.

Ultah SCT ke 4 - Tour de Belitung
 
 
 
Tanggal 17 April 2015 adalah hari di mana kami melakukan perubahan di dalam organisasi SCT dan perubahan pengurus baru.
 

YA...memang tidak gampang untuk mengerti dan menyatukan pikiran dari orang orang yang berbeda latar belakang budaya, karakter, perbedaan umur,  saya rasa tidak ada satupun klub sepeda yang tidak pernah merasakan riak riak permasalahan, hanya dengan kerendahan hati dan toleransi dari masing masing anggota barulah bisa tercipta kebersamaan dan kekompakan, masing masing anggota diharapkan peka terhadap sesama.

Terobosan pertama yang kami lakukan adalah mengadakan event Gowes bareng dengan judul : Gowes Kangen SCT - Rapha 2015, bekerjasama dengan Sepeda Kita sebagai distributor produk Rapha.
Acara ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2015 ( hari libur nasional ). 

 

Event Gowes Kangen SCT - Rapha 2015 adalah acara gowes bareng di lokasi Sentul City, siapapun bisa ikut gowes, setelah peserta gowes 4 lap, peserta bisa mengikuti race fun ke km0 untuk memperebutkan Jersey Climber Rapha ( yang tercepat sampai di puncak km0) yang dibagi menjadi 2 kategori umur ; Usia 30-40 tahun dan Usia 41-55 tahun.
 

                                                    Rute Gowes Kangen SCT-Rapha 2015


 Jumlah peserta mencapai 120 orang

Senin, 02 Februari 2015

Come Back 2015 with Lynskey Helix



Thanks God.... Akhirnya saya bisa kembali ke dunia penggemar sepeda balap setelah 1 tahun absen....
Saya sangat bersyukur bisa mengayuh pedal dan menikmati asyiknya gowes dan tentunya menikmati race akan datang.
Kesibukan dan rutinitas tahun lalu mulai berangsur normal kembali.



Kali ini saya memulai dengan sesuatu yang baru, saya harus mulai merakit dan mencari sepeda balap yang cocok dengan karakterku sekarang ini....saya harus memulai latihan dari nol, otot kaki tidak seperti dulu, nafas juga tidak sekuat dulu.
Target untuk tahun ini adalah gowes untuk kesehatan, tidak akan mengikuti race sampai tahun depan.

Absen setahun, memulai hobi dan bisnis sistem tanaman Hidroponik
www.sentralhidroponik.com




Inilah penampakan sepeda balapku setelah absen sekian lama....


Kata siapa Lynskey Helix " Titanium " Flex " ? Ini adalah sepeda tipe All Rounder... Gesit dan lincah ( tapi bukan gesit liar).

Ada 3 bagian Lynskey di bikin Helix 2014 (batangan di pelintir ) :

A. Top Tube ,
B. Down Tube dan 
C. Seat tube ( folk belakang )

Tujuannya supaya "STIFF"


Begitu juga inovasi di Headtube menjadi besar (tapered) plus pedaling juga mantap dengan BB 30...


Bagi yg menyukai touring jarak jauh atau tanjakan, Lynskey Helix sangat bisa diandalkan... Buat balapan dengan teknik " ngocok ngocok " interval pendek bagus banget karena karakter sepeda ini sangat lincah dan gesit tapi tidak liar... Ada beberapa tipe sepeda gesit tapi kadang liar.... Lynskey Helix " Gesit Nurut".
Masih banyak orang beranggapan bahan Titan itu lentur, hal ini tidak saya rasakan di frame Lynskey Helix 2014, bagi saya sudah tidak ada bedanya dengan carbon.

Saya dari dulu menyukai stem dengan minus 17 derajat ukuran 100... Lebih agresif buat balapan.
Untuk mendapatkan "cockpit" depan yang kaku dan stabil saat speed tinggi, saya memakai handlebar carbon aero milik Giant Propel dan pada situasi tertentu kadang saya mengganti Stem minus 6 derajat dengan ukuran 120 keluaran FRM (Scandium - touring).
Sampai saat ini juga saya telah mengganti chainring standard Sram Red ukuran 50/34 menjadi ukuran 53 oval / 34 keluaran Rotor, mengganti gear 53 tujuannya untuk mendapatkan akselerasi saat main "betot betotan"(akselerasi lebih cepat nempel pelaton)



Memang tidak bisa dibandingkan dengan karakter sepeda Aero... Lynskey Helix bukan lah karakter sepeda Aero tapi All Rounder.... Untuk narik di depan sendiri (ITT) tidak seenak sepeda Aero ( panteng banget dan mantap = Giant Propel / Cervelo S5)
Semua kembali ke kebutuhan... Sepeda Aero enak buat narik depan tapi kaku dan boros tenaga saat melakukan attack ( interval pendek ) dan minus di tanjakan.....
Untuk Wheelset jika dipakai buat balapan criterium saya masih rekomendasi Fulcrum Zero (lebih stiff ) dibandingkan Mavic Ksyrium SLR 2014 (lebih empuk dan cocok buat touring), sedangkan untuk wheelset profile tinggi saya lebih suka dengan Campagnolo Bora2 (stiff dan ngacir bearingnya).


Spesifikasi :

Frame Titanium Lynskey Helix ukuran XS
Folk depan Enve 2.0
Groupset SRAM RED 2013 / Chainring Rotor oval 53/34 - 11-28
Wheelset Mavic Ksyrium SLR 2014 Clincer
Stem Zipp Service Course SL 100 / -17 size 100 / Stem FRM /-6 size 120
Handlebar Aero Giant SLR size 40
Sadel San Marco Aspide
Seatpost Titanium Lynskey
Pedal Time iClick Carbon
Quick Release Titanium
Garmin Edge 510

Untuk saat ini saya butuh sepeda yang gesit, lincah, nurut ( nggak meleot ) dan sedikit ringan.... All Rounded.... Total berat hasil rakitan sekitar 7kg... Terlalu ringan juga tidak begitu mantap di jalan datar.... Angka 7kg sangat pas untuk datar maupun tanjakan....

Jumat, 21 Februari 2014

Giant Propel Advanced SL3 Aerobike Review

Showroom Giant di Taiwan 2013

Giant Propel Advanced SL0

Giant Propel Advanced SL1

Giant Propel Advanced SL2

Giant Propel Advance SL3 

Kehandalan sepeda ini bukan asal ngomongan isapan jempol, bukan juga marketing gimick seperti yg didengungkan oleh Giant yang mengklaim bahwa Propel Advance SL adalah The Best Aerobike saat ini.... Ternyata semua ini adalah "100% BENAR".......


Pandangan pertama :

Awalnya melihat model sepeda / frame kurang tertarik karena modelnya kalo diperhatiin agak aneh, headtubenya tinggi, model rangka tegak tegak semua, geometrinya membingungkan (kayak setengah model sepeda TT). Selama ini saya lebih banyak pakai roadbike all rounded (untuk etape datar, tanjakan, turunan), seperti Specialized Tarmac SL3 termasuk roadbike all rounded yang mantap dipakai tetapi terlalu stiff / keras, geometrinya tidak cocok buat balapan criterium, buat touring / tanjakan ok tapi cepat capek, getaran saat gowes dibuang ke pinggul dan tangan, pernah cobain aero roadbike Ridley Noah, keras dan stiff, cocok buat balapan criterium tetapi kurang nyaman, mengejar kenyamanan ketemulah Cervelo R5 (http://www.allengozalicycling.blogspot.com/2012/04/review-cervelo-r5.html), wah! ini sepeda nyaman banget buat touring, semua getaran terserap oleh frame tapi buat balapan / interval terlalu lembut, kurang stiff, terakhir ketemu aerobike yg nyaman, tidak terlalu lembut dan tidak terlalu keras yaitu Scott Foil  Team Issue (http://www.allengozalicycling.blogspot.com/2012/04/review-roadbike-scott-foil-team-issue.html), tanjakan- datar ok - sampai saat ini, jadi kesimpulannya saat melihat Giant Propel Advanced SL3 nggak sampai jatuh cinta deh saat tatapan pertama....beda dengan Scott Foil atau Ridley Noah , saat tatapan pertama langsung falling in love.....





Setelah coba test riding Giant Propel Advanced SL3 mulailah " The Curse" (kutukan pertama) dimulai, seperti Gollum (Smeagol) yang tergila gila dengan " The Ring " di Film The Lord Of The Rings (The Fellowship Of The Ring), begitu juga saat duduk diatas sadel dengan speed tinggi... Semua panca indra serasa menyatu menjadi satu dengan sepeda ini....



Test Riding :

Lokasi trek : Spring Summarecon - Gading Serpong
Jarak : 48km
Grade : 0 s/d 0,1%
Jam : 06.30 pagi
Speed : 28km - 45km
Kondisi cerah, sedikit berangin



Satu kata : LUAR BIASA, speed diatas 37km mantap banget... Speed 42km - 45km bertahan lama dan sangat safe energy
Benar benar the Best Aero Bike saat ini....




Frame:

Ukuran XS, bahan Carbon Toray 800, Integrated Seatpost (ISP), Vbrake TRB integrated, Stem-Folk Overdrive2 (ukurannya besar beda dengan yg lain 1 1/4 inc top - 1 1/2 inc bottom bearings, 30% more stiff), berat frame only 950g - modul lengkap sekitar 1.675g, ukuran berat ideal untuk sebuah aerobike, Pressfit 86 bottom bracket, ANT+ Speed dan Cadence integrated Giant Ridesense





Saat riding speed mencapai 42km, saya sampai nggak percaya bisa bertahan cukup lama (safe energy), stiff nya mantap, dan yang saya paling terkesan saat cornering / tikungan, derajat kemiringannya bisa lebih rebah (gesit di tikungan), beda sekali dengan Scott foil  (saat tikungan lebih gampang mentok).
Selama ini panjang stem di Scott Foil adalah 110 dengan kemiringan stem -17 derajat, di Giant propel semua settingan berbeda jauh padahal sama sama ukuran XS, setelah cobain bolak balik antara stem ukuran 110 dan 90 akhirnya saya memutuskan memakai ukuran 90 dengan kemiringan -6 derajat.
Ukuran XS di frame Scott foil untuk posisi bidon sangat mepet / sempit berbeda dengan Giant Propel Advanced SL, posisi bottle cage dengan bidon antara satu dengan yg lain masih ada jarak, selayaknya jarak di ukuran sepeda size S.


Asumsi awal saya kemungkinan stem pendek tikungan jadi lebih dapat, setelah dipikir pikir tidak juga, Geometri frame lah yg mempengaruhi ini semua ini, kadang saya saat tikungan rebah posisi kaki hampir menyentuh dudukan stem, di Propel sangat berbeda, jaraknya masih jauh antara lutut dengan dudukan stem, makanya bisa nikung lebih tajam....
Keunggulan ke 2 dari frame Giant Propel adalah posisi saat gowes, saya dulu pernah dikasih test sepeda TT sama teman ( Trek Project One ), posisi gowes nya nunduk, gerakan kaki seperti "piston"... kaki nendang ke belakang, nah ini saya rasakan di Propel Advanced SL, model gowesnya bagaikan sepeda TT alias hybrid, setengah TT setengah Roadbike, inilah model gowes yg selama ini saya cari, posisi kaki enak dan nyaman, penyaluran tenaga lancar dan bisa bertahan lama saat speed tinggi.
Saat speed mencapai 45km, sepeda ini serasa otomatis mengatur posisi handlebar "stay on the line", tidak berasa efek liar akibatnya safe energy, kalo di Scott Foil mulai "batuk batuk" saat speed diatas 43k ( seperti terangkat angkat), ini pasti hasil dari size headtube yg diset lebih tinggi dan technologi Overdrive2 (ukurannya besar beda dengan yg lain 1 1/4 inc top - 1 1/2 inc bottom bearings, 30% more stiff)).
Tidak ada penggantian part sama sekali di Propel Advance SL3 yg saya miliki sekarang, dapatnya full bike, hanya mengganti Sadel dan bearing Bottom Bracket / Pulley dengan Cema Ceramic bearing (harga terjangkau dan ngacir)

Groupset Shimano Ultegra 6800 - 11 speed 2013

Selama ini saya kurang tertarik dengan produk Shimano, saya SRAM maniak, apalagi setelah kunjungan pabrik SRAM di Taichung - Taiwan semakin membuat saya terpesona  dengan SRAM...Shima NO!
Kutukan ke 2 terjadi....ternyata groupset Shimano Ultegra 6800 11 speed 2103 ini sangat luar biasa, shiftingnya halus banget, pegangan dudukan shifter atas dibentuk sesuai telapak tangan, ramping dan ujung nya lebih tinggi seperti SRAM Red 22.


Kombinasi gear 53/39 dan 11/28 hasilnya putaran kaki mantap di etape datar.


Shimano Ultegra 6800 11 speed 2013 membuka wawasan saya berpikir, walaupun SRAM Red 2012 yg pernah saya pakai sebelumnya adalah kelas hi end di tahun 2012 tetapi perkembangan teknologi membuat seri tersebut kalah dengan merek kompetitornya yaitu Shimano Ultegra 6800 edisi 2013 dari segi shifting, kenyamanan, dan harga (value) kalo dari segi "weight" masih tetap ringanan SRAM Red 2012 (harusnya komparasi dengan SRAM Force 2013).


Wheelset Giant P- SLR Aero


Ini adalah wheelset bawaan saat beli full bike, Wheelset Giant P- SLR ini adalah OEM dari produk DT Swiss ( hub dan rim dibuat oleh DT Swiss), rim memakai bahan campuran Scandium dan aluminium jadinya cukup ringan dan stiff untuk kategori wheelset profile non carbon. Dengan jumlah spokes 16 di depan dan 20 di belakang dengan 50mm deep profile. Hasil review di beberapa majalah cycling menempatkan wheelset Giant P-SLR posisi pertama dibandingkan wheelset Shimano C50 dan Mavic SLR (kategori ringan dan aero).


Wheelset tipe ini cocok peruntukan buat ITT atau Triathlon sedangkan untuk Criterium rasanya kurang menggigit, akselerasi awal agak berat ( berat peleg tanpa ban 1575 gram) diatas speed 39km baru optimal. Efek Crosswind (angin samping) di wheelset ini sangat terasa dan jika anda menginginkan putaran yang loncer, sangat dianjurkan untuk mengganti bearing standard ke bearing ceramic seperti keluaran Enduro atau Ceramic Speed.
Saya sendiri merasakan perbedaan yang sangat mencolok setelah mengganti bearing standard bawaan wheelset ini ke bearing Ceramic Enduro, terasa lembut dan ngacir.
Butuh 6 pcs bearing Ceramic Enduro untuk mengganti bearing standardnya (depan belakang) :

A. 3 pcs tipe CH 6902 LLB C-3
B. 2 pcs tipe CH 6803 LLB C-3
C. 1 pcs tipe CH 6802 LLB-C-3


Bearing standard  Giant P-SLR : Berat dan Kasar

 Enduro Ceramic Bearing

Dengan ban luar merek Giant berbahan kevlar, saya menyarankan untuk mengganti ban ini karena peruntukan ban giant tsb adalah buat race bukan buat training (cepat aus) Bahannya tipis, berat cuma 190gram.


Secara keseluruhan saya merasakan wheelset ini termasuk bagus dibandingkan wheelset aluminium profile yg pernah saya pakai seperti SRAM S60 atau Mavic SLR....apalagi setelah dimodifikasi dengan penggantian ke bearing Ceramic Enduro.


Sadel San Marco Mantra

Bawaan sadel full bike dari Propel adalah merek Fizik Arione CX, dari dulu bokong saya nggak cocok dengan merek Fizik, sebelumnya saya pakai San Marco Zancolan di Scott Foil, merek sama...beda tipe... beda hasilnya....Karakter Propel Advance SL sangat cocok disandingin dengan San Marco Mantra Carbon, Mantra memiliki dimensi lebih lebar, sangat cocok buat speed tinggi / ITT, tekanan pinggul dan pantat tersalurkan dengan baik ke otot kaki, Begitu juga dengan sirip kanan kiri sadel Mantra, saat melahap tikungan, posisi pantat seperti terkunci dengan baik alias pantat nggak selip, berat sadel San marco Mantra carbon 168gr.




Kesimpulan:

Giant Propel Advance SL3 sangat luar biasa di etape datar, nggak bakal nyesel deh beli sepeda ini jika anda bermain di trek datar / ITT / Criterium, minus dari Propel Advanced SL adalah sama dengan sepeda aero lainnya, terlalu Stiff akibatnya kalo melewati jalanan keriting (coble stone) impack getaran ditanggung oleh badan kita, solusinya bisa ganti dengan ban luar yg lebih empuk dan wheelset carbon seperti Zipp 303 atau merek lainnya.

Receiver ANT+ Speed dan Cadence integrated di frame (Giant Ridesense) 


Kondisi standard Giant Propel Advanced SL3 ( full bike lengkap tanpa bidon, bottle cage 2, Speedometer Cateyes Stealth 50 ) adalah 7.8 kg....

My Giant Propel Advanced SL3





Team Giant-Shimano

 Marcel Kittel - Sprinter with Giant Propel Advanced SL



Enjoy this review.... Thanks....