; Allen's Adventure

Cari Blog Ini

Senin, 09 April 2018

Wheelset Profile Black Inc.



Salam gowes teman teman sekalian, sekarang ini saya mau membahas sedikit mengenai wheelset Black Thirty dan Black Fifty dari perusahaan Black Inc khusus nya tipe Carbon Clincher ( saya tidak membahas yang versi tubular).

Perusahaan Black Inc bukanlah perusahaan baru, mereka berdiri sejak 20 tahun lalu memproduksi sepeda balap dan part sepeda kelas Pro World Tour, didirikan oleh Baden Cooke - Green Jersey TDF 2003 dan Pro rider David Millar.

Menjadi sponsor beberapa event balapan UCI Pro Continental dan Continental team baik di eropa dan asia seperti AG2R La Mondiale Pro Cycling Team, Team One Pro Cycling, Team Trefor Denmark.
Event Paris Roubaix 2018, juara 2 dimenangkan oleh team AG2R La Mondiale - Silvan Dillier dengan sepeda balap Factor 02 + wheelset Black thirty (30mm).

Selain memproduksi part sepeda balap seperti : stem, handlebar, seatpost, dll, mereka juga sangat fokus ke produk wheelset rim carbon dengan ukuran 30mm, 50mm, 80mm dan Disc baik itu yang versi tubular maupun clincher dengan pusat produksi di Taichung - Taiwan.

Baden Cooke


Sebetulnya sudah ada beberapa review dari luar dan anda bisa googling lebih detail, nah, saya mereview berdasarkan pengalaman dan "taste"(selera) sebagai seorang amatir / hobies.
Produk wheelset yang saya pakai adalah produksi akhir tahun 2017, khusus nya yang tipe  carbon clincher dengan spesifikasi sebagai berikut : 
  1. Ukuran profile rim 30mm dan 50mm
  2. Hub menggunakan teknologi DT Swiss dengan bearing Ceramic Speed
  3. Spoke menggunakan DT Swiss Aerolite semi-bladed (50% extra stiffness) dengan jumlah hole roda depan 20 holes dan roda belakang 24 holes
  4. Berat 1395 gram (Thirty Clincher) dan 1450 gram (Fifty Clincher) belum temasuk quick release dan ban.
  5. Termasuk brake pad khusus rim carbon.
Bearing Ceramic Speed

Hub DT Swiss 240s


Review Pribadi : 

Wheel depan saat interval /sprint ( saat angkat badan ) tidak liar, sangat pakem, berbeda dengan wheelset alu atau wheelset carbon model dulu pada umumnya terasa liar dan tidak stabil.

Main di speed bawah tarikan nya mantap ( 35-36km ) - agresif, speed di atas 38km mulai sedikit kempos alias harus diisi dengan kayuhan untuk profile 30mm, berbeda jika menggunakan yang profile 50mm, kombinasi yang sesuai adalah wheel depan dengan profile 30mm dan wheel belakang dengan profile 50mm.

Melewati jalanan kasar, berbata sangat nyaman karena dimensi bentuk profile yg membulat (rounded profile shape), rekomendasi tekanan ban belakang 110psi dan ban depan 105 psi untuk kenyamanan dan rolling resistance - impact akibat getaran terserap di wheelset.

Hampir tidak merasakan goncangan di handlebar saat cross wind terjadi, stabil dan pakem di aspal.

Lincah, agresif dan stiff tapi nyaman.

Ceramic speed bearing akan terasa lembut dan nyaman saat speed diatas 35km.


Willier Cento10 air with Black Thirty-30mm wheelset



 Black Fifty -50mm wheelset

Informasi berat / gram : 

Thirty Tubular  30mm 1298g
Fifty Tubular 50mm 1350g
Eighty Tubular 80mm 1650g

Thirty Clincher 30mm 1395g
Fifty Clincher 50mm 1450g
Eighty Clincher 80mm 1850g


Semoga bermanfaat.....


Jumat, 06 April 2018

Pelumas Bearing Steel dan Ceramic



Saat ini saya akan membahas sedikit penggunaan pelumas / grease khususnya pelumas untuk bearing (di wheelset, Bottom Bracket, headset) yang tepat sasaran khusus nya di dunia sepeda balap.

Seperti yang kita ketahui begitu banyak merek pelumas di pasaran khususnya market sepeda balap yang semakin berkembang. Pengetahuan mengenai pelumas untuk bearing steel dan ceramic masih sangat terbatas dari segi penggunaan khususnya untuk para hobies, kadang dipukul rata, satu pelumas / grease untuk semua jenis bearing, nah ini akan berakibat kurang optimal dan jangka hidup yang pendek.

Bearing adalah salah satu komponen penting di sepeda yang berfungsi untuk menghubungkan antara dua bagian komponen dalam gerakan linear ataupun perputaran, sehingga kedua komponen tersebut akan bergerak dengan gaya gesek maksimal khususnya di hub wheelset dan bottom bracket.



Pada dasarnya fungsi bearing di wheelset  yaitu untuk menjaga supaya poros ban atau as roda tidak langsung bergesekan dengan roda. Komponen ini didesain minim friksi, sehingga sewaktu roda berputar dapat terjaga stabil


Penggunaan pelumas / graese untuk bearing steel dan bearing ceramic memiliki spesifikasi berbeda, pada umumnya beberapa "teknisi" kadang memberikan pelumas / grease peruntukannya tidak tepat, yang sering terjadi adalah memberikan pelumas / grease ceramic untuk bearing steel karena dianggap kualitas grease ceramic lebih bagus.



Seperti yang kita ketahui bearing steel jika dipacu dengan kecepatan dan intensitas tinggi dengan jarak jauh akan mengakibatkan temperatur suhu panas dan menghasilkan medan magnet, nah disini dibutuhkan grease khusus yang mampu menangani itu semua, daya leleh yang rendah, kuat terhadap panas dan memiliki kekentalan pelumas yang lebih tinggi dibandingkan graese untuk ceramic bearing.


Dikarenakan fungsinya yang sangat krusial, bearing ini memerlukan perawatan yang baik. Salah satu bentuk perawatan bearing yaitu lubrikasi atau pelumasan. 


Berikut ini fungsi dari pelumasan pada bearing: 

• Membentuk lapisan film lubrikasi di antara dua bidang kontak, sehingga bisa membantu menahan beban kerja dan juga mencegah keausan serta kerusakan prematur.

• Menghindari suara bising.

• Menyerap panas yang timbul.

• Mencegah kontaminasi kotoran-kotoran yang berasal dari luar.

• Sebagai sistem sealing tambahan.

• Mencegah korosi pada bearing.


Terlebih apabila sedang musim hujan, pelumas tersebut berfungsi untuk mencegah rembesan air hujan supaya tidak masuk ke celah-celah pelor yang mana bisa menyebabkan karat.
Selain itu, supaya bearing awet maka jangan menghantam jalanan rusak ataupun berlubang. Ada atau tidaknya kerusakan bearing pada sepeda kita bisa diketahui dengan mudah yaitu biasanya pergerakan putaran wheelset / BB terasa tidak stabil dikarenakan pelor-pelor yang ada di dalamnya sudah longgar dan tidak lagi presisi.


Berbeda dengan bearing ceramic yang memiliki keunggulan tahan terhadap panas dan medan magnet, tentu nya harus memakai pelumas khusus untuk bearing ceramic.
Masing masing bearing baik yang steel maupun ceramic memiliki plus dan minus, yang terpenting adalah pemakaian grease yang tepat sasaran. 









Jumat, 09 Februari 2018

Komunitas Sepeda Balap jaman "NOW"


Mengapa tertarik untuk bersepeda ?

Beberapa orang bersepeda karena beberapa alasan, bersepeda untuk kesehatan, untuk kompetisi, untuk bersosial atau sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan, dari semua alasan itu semua, tujuan nya adalah kita menikmati "Share the joy of cycling ".

Ditulisan saya kali ini akan difokuskan ke komunitas sepeda balap khususnya dijaman "Now' , terjadi perubahan yang begitu cepat, sangat dinamika khususnya di level penggemar sepeda balap di Indonesia.

Hampir 2,5 tahun saya "off" dan  kembali lagi, bertapa kagetnya perubahan yang terjadi khusus nya kompetisi di komunitas, banyak pembalap pembalap muda ataupun pembalap "senior" yang semakin terpacu dengan latihan latihan sekelas atlet padahal mereka adalah pembalap dari kelas penggemar, perkembangan dunia sepeda balap khususnya teknologi aerodinamis semakin canggih, khusus nya frame frame "Aerobike", dominasi pabrikan dari USA menjadi pioner sepeda balap Aerobike, seperti yang lagi "hot" Trek Madone 9.9 dengan konsep "Trek’s new Kammtail Virtual Foil (KVF) tube profiles" atau brand Specialized S-Works Venge ViAS, Wilier Cento10 Air, dll.




Beberapa event balapan atau touring laris manis diserbu penggiat sepeda balap, di awal tahun ini seperti event GFNY - Grand Fondo New York di Bali dengan tag line Be A Pro For A Day dengan jumlah peserta mencapai hampir 500an peserta, kondisi rute 50% tanjakan dengan elevasi 2110 mdpl menambah adrenaline bagi penggemar sepeda balap khususnya yang fokus ke kompetisi.
Pemenang pertama di GFNY tahun ini untuk kelompok pria, juara pertama diraih Juwanto dengan catatan waktu 4 jam 4 menit 13 detik. Urutan kedua dan ketiga ditempati Aryanto Nugroho (4:10:8) dan Candra Dauna Utama (4:10:7).
Sedangkan kelompok putri, urutan pertama didapat Gia Amalia dengan catatan waktu (5:17:54.) Posisi kedua dan ketiga diraih Christina Liew (5:26:48 detik) dan Stelle Chen He (5:30:9 detik)





Ada satu hal yang menarik bagi saya adalah keikutsertaan pembalap penggemar di ajang Asian Cycling Championships 2018 Road & Paracycling, yang berlangsung di Nay Pyi Taw, Myanmar, 6-12 Februari 2018.

Salah satu klub senior di Jakarta yaitu KGB (Kelapa Gading Bike) mengirimkan 2 pembalap ke ajang bergengsi ini, yaitu Roy Aldrie dan Frederick Murtanu, seperti yang kita ketahui, sosok Roy Aldrie adalah pembalap yang diseganin di dunia balapan khususnya di level penggemar, sering meraih podium di beberapa ajang balapan.
Roy Aldrie bisa dibilang hampir sekelas dengan atlet junior padahal Roy hanyalah pembalap yang asalnya dari hobies, talentanya luar biasa... 






Berita diambil dari website PB ISSI : 
https://www.icf.id/news/pb-issi-fasilitasi-atlet-komunitas-ke-kejuaraan-asia/

Dengan semangat membuka diri kepada seluruh komunitas sepeda di Indonesia, PB ISSI untuk pertama kalinya memfasilitasi pengiriman atlet komunitas untuk berlaga di Asian Cycling Championships 2018 Road & Paracycling, yang berlangsung di Nay Pyi Taw, Myanmar, 6-12 Februari.

Dua atlet komunitas yang ikut berlaga di Myanmar adalah Roy Aldrie Widhijanto dan Frederick Murtanu dari klub KGB Sepeda Kita. Mereka akan turun kelas master 35-39 tahun.

Semua berawal dari gowes bareng komunitas KGB di mana Roy dan Frederick bergabung. Atlet paracycling nasional M Fadli juga kerap gowes bareng bersama mereka. Dari sanalah, keduanya mendapat informasi bahwa Kejuaraan Asia di Myanmar juga melombakan kelas master.

“Fadli cerita bahwa tahun ini ada event kejuaraan Asia di Malaysia dan Myanmar. Kemudian, saya cek website dan ternyata di Myanmar ada kelas master. Saya mencoba untuk daftar langsung. Tapi untuk mendaftar harus melalui federasi nasional, yaitu PB ISSI,” kata Roy saat dihubungi, Kamis (8/2).

Lalu, Fadli memperkenalkan Roy kepada manajer timnas Budi Saputra. Setelah itu, pendaftaran untuk berlomba di Myanmar pun beres.

Seperti juga anggota komunitas sepeda di Indonesia pada umumnya, Roy juga pernah mengikuti berbagai balapan, salah satunya kejuaraan nasional di Singapura untuk nomor Individual Time Trial di kelas master.

Menghadapi kejuaraan ini, Roy tidak melakukan persiapan khusus karena setiap hari sudah berlatih dengan KGB. Apalagi, KGB juga memiliki tim balap.

Dengan jumlah komunitas penggemar sepeda di Indonesia yang sangat banyak, PB ISSI memang terus berusaha membuka diri agar anggota komunitas juga mau terlibat membangun prestasi balap sepeda nasional. Bagi mereka yang ingin menyalurkan hobi, PB ISSI memiliki kegiatan cycling for all atau bersepeda untuk semua, seperti yang juga menjadi program badan balap sepeda dunia, UCI.

Sementara itu, untuk yang masih ingin mencicipi kompetisi PB ISSI juga siap memfasilitasi mereka untuk berlomba di kelas master atau open. Salah satu kewajiban bagi yang ingin mengikuti kompetisi adalah memiliki lisensi ICF dan/atau UCI dengan cara mendaftar di situs web resmi PB ISSI atau di sekretariat PB ISSI.

“Pada prinsipnya PB ISSI terbuka untuk semua penggiat sepeda, tak terbatas pada prestasi saja. Buat para pehobi, ada program cycling for all. Buat yang masih ingin berkompetisi juga ada wadahnya. Dan tentu saja kami terbuka juga untuk mereka yang ingin menyumbangkan tenaga dan dana untuk kemajuan balap sepeda nasional,” ujar Budi.

Salut untuk PB ISSI sangat mendukung komunitas penggiat sepeda balap di Indonesia.....

Beginilah pembalap komunitas jaman "Now", Anda bisa membayangkan event Kejuaraan Asia di Myanmar untuk kelas Master usia 35-39 tahun average speed adalah 43.7km dengan jarak 34km adalah suatu terobosan yang luar biasa untuk seorang hobies, butuh latihan tekun dan kesabaran, tidak bisa instan.

Lihat no urut 15, pembalap kelas Master di lingkungan team Elite


Bagi teman teman komunitas yang tertarik di bidang kompetisi sepeda balap, masih banyak peluang terbuka untuk Anda mencoba, berlatilah yang tekun dan sabar, niscaya akan ada hasil yang dicapai....salam gowes.



Kamis, 25 Januari 2018

Come Back 2018 with Wilier Cento10AIR



Akhirnya saya kembali lagi ke dunia sepeda balap setelah 2 tahun absen (berhenti total - sekitar bulan Oktober 2015), kerinduan terhadap dunia sepeda balap tak terbendung, bertemu teman teman lama dan keinginan untuk kembali mencoba balapan kelas amatir.
Selama 2 tahun absen gowes, otot otot di sekitar paha, betis, tangan kembali menjadi otot normal artinya otot yang dipakai sebatas rutinitas sehari hari dan membutuhkan waktu untuk dilatih kembali seperti dulu kala.

Tepat nya tanggal 21 Januari 2018 adalah hari dimana saya pertama kali memulai test riding di jalan aspal dengan teman teman di lokasi Mozia Loops, BSD Serpong, posisi nya dibelakang Court Elektronic. Kondisi lapangan mirip dengan Icon Loops - BSD, trek melingkar sejauh 3km, sepi dan tentu nya tanpa "polisi tidur".

Kembali ke dunia sepeda balap tentu nya tidak terlepas dari merek sepeda yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan, saya memilih sepeda balap yang bisa mantap di jalan lurus dan tidak terlalu berat saat tanjakan, kondisi kontur jalan di  Jakarta - Serpong cenderung memiliki grade 0% - 4%,  dengan tiupan angin yang lumayan kencang khusus nya di daerah Serpong.
Dibutuhkan sepeda balap yang Aero untuk menghindari angin, sedangkan di hari sabtu dan minggu, biasanya kami berlatih di daerah Sentul Bogor dan Puncak Cipanas, grade  tanjakan bisa mencapai 20%, dengan sepeda berbobot berat akan menyulitkan saat melakukan pendakian.



Setelah mencoba memilih sekian merek sepeda balap akhirnya saya memutuskan memakai Wilier Cento 10 Air dengan groupset Shimano Utegra 6800 Di2.


Beberapa hal yang menjadi poin utama, saya memilih Wilier Cento 10 Air :

1. Wiler Cento 10 Air adalah sepeda Aerobike dijalan datar dan optimal di tanjakan - di design menggunakan algoritma NACA (National Advisory Committee for Aeronautics).

2. Monocoque carbon frame dengan modul MR60H 60ton + T800H + T700SC yang akan menghasilkan frame stiffnest, nyaman, tidak kaku dan bobot yang tidak berat ( Frame + Handlebar 1050gram) - tidak liar saat di'betot".

3. BB Presfit 386 Evo,  ultra-stiff crank into an ultra-stiff frame.

4. Harga yang terjangkau + kualitas, Italian style.


Spesifikasi sementara saat ini :

Frame Wilier Cento 10 Air size XS
Groupset Shimano Utegra 6800 Di2 ; Rotor Qring 53/36, 11 -28
Wheelset DT Swiss DICUT 20 clincer + quick release titanium
Wheelset Black Thirty + Black Fifty profile carbon
Handlebar + stem integrated Alabarda 100/400
Sadel San Marco
Seatpost Carbon Wilier
Pedal Time iClick carbon
Garmin Edge 25
Sepatu Shimano RC7 Carbon
Helm Giro.
Kacamata Oakley Flak Fire

Bobot full bike sekitar +/- 7.5kg, target yang diinginkan di kisaran 6.8kg.

Wilier Cento10Air with Black Thirty wheelset

Sebelumnya saya pernah memakai frame titanium Lynskey Helix 2015, berasa sekali perbedaan stiffness antara bahan logam dan bahan carbon, stiffness di logam (titan) getaran tidak semua terserap oleh frame dan sebagian terserap oleh badan kita dan itu akan menyebabkan kelelahan jika digowes jarak jauh (diatas 100km), berbeda dengan frame carbon Wilier 60ton, terasa stiff, nyaman dan getaran diserap di frame.

Saya juga pernah merasakan frame carbon aero keluaran Ridley Noah / Giant Propel Advanced SL3, walaupun berbahan carbon, stiffness terlalu "over" - keras dan kaku, jadinya tidak terlalu nyaman dipakai gowes jarak jauh, hanya cocok dipakai buat balapan criterium. 

Jika anda menginginkan sepeda aerobike yang menurut saya paling sempurna saat ini -2018, anda bisa memilih Trek Madone 9.9 (hanya optimal dijalan datar, berat di tanjakan ).

                                                                     Trek Madone 9.9
 

Berbeda dengan Wilier Cento10 Air, serasa nyaman sekali di tanjakan, padahal Cento10 Air adalah tipe sepeda "Aerobike", roadbike aerobike biasanya kurang mantap di tanjakan ( terlalu kaku dan kurang nyaman).

Tanjakan Km 0 - Sentul

Tanjakan Prabowo - Grade 20%



Dengan grade sekitar 12%, sepeda mantap tidak liar, pakem di aspal, saat masuk ke tanjakan curam - grade 20% mulai terasa berat tetapi secara keseluruhan energi yang tersalurkan dengan mantap ( kondisi sepeda mantap - tidak liar ) - perpaduan  bahan carbon MR60H ( 60 ton) plus T800H dan  T700SC menjamin stiffness dan karakter lebih elastis yang menghasilkan kenyamanan saat menanjak ( stiff nya tidak terlalu kaku ), masalah di weight berpengaruh, berat 7.6kg plus bidon menjadi 8kg tidak akan menghasilkan speed yang optimal.

Model Folk belakang yg stabil di tanjakan 


Dengan berat sepeda yang disarankan 6.7kg akan menghasilkan keseimbangan antara energi output yang dikeluarkan dengan speed yang diinginkan.


Semoga bermanfaat...salam gowes....

Rabu, 16 September 2015

Sinar Mas Land TTT & Criterium Race FPSJ 2015


Hanya ada satu kata " WOW"- Thanks God,  kami sangat bahagia dan gembira, bukan hanya bahagia karena bisa podium tetapi kebersamaan dan kekompakan di dalam klub kami semakin hari semakin bertambah baik.
Event race TTT dan Criterium Sinar Mas Land 2015 yang di selenggarakan FPSJ berlokasi di dalam komplek Kota Wisata - Cibubur pada tanggal 12 September 2015.
Tercatat sekitar 400 peserta, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, turut bersaing dalam race ini. Event ini melombakan 11 kategori, yang mayoritas adalah kategori atlet, serta kelas Penggemar. Race ini pun turut mempersembahkan piala tetap Menpora RI.

Melombakan nomor Team Time Trial (TTT) dan Criterium Race, TTT lebih ditujukan untuk para penggemar sepeda balap (non atlet), terbagi 2 kategori :

A. Reguler, umur 28-34 tahun
B. Eksekutif, umur diatas 50 tahun
Dengan komposisi 8 dan 5 pembalap untuk setiap kategori

Begitu juga dengan kelas Criterium Master, yang terbagi menjadi :
Master A, B, C, D, E dengan pembagian umur

TTT SCT Alpha Juara 2


TTT SCT Executive Juara 1

Criterium Master A Juara 2 - Hendrik
 

Criterium Master E Juara 2 - Marwan

Event TTT khusus kelas penggemar / hobies dengan kontur jalan rolling dengan sedikit tanjakan merupakan suatu tantangan tersendiri, bagi sebagian riders yang terbiasa dengan kontur datar / flat akan sedikit mengalami kesulitan saat speed mencapai 39km ke atas, cukup berat.



Kami keluarga besar SCT merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan podium di beberapa kelas, suka duka proses latihan selama 2-3 bulan tanpa pelatih, kami perjuangkan bersama sama, saling menghargai dan saling menghormati di dalam suatu klub sangatlah penting.
Yang membuat kami bisa podium selain latihan adalah rasa kebersamaan dan kekompakan saat proses latihan, latihan serius yang kami jalankan hanya 1 minggu sekali dan saat tanggalan merah (hari libur), berbeda dengan event race FPSJ tahun tahun lalu, kami menyewa pelatih dan berlatih dengan sangat keras   (2012 & 2013).
Dukungan semua anggota SCT itulah yang membuat kami bisa podium, walaupun secara umur sangat berat untuk bisa bersaing, di team inti SCT Alpha hanya ada 2 rider yang berumur 30 dan 34 tahun selebihnya usia 42th, 44th, 45th dan 49th dan kami berhadapan dengan team team dengan riders yang masih muda, saat nya regenerasi - "Old Soldiers Never Die".

Team SCT Alpha

Team SCT Charlie










Berikut hasil race tersebut.
* Dikutip dari berbagai sumber *, sebagai tambahan informasi

Men Open Atlit (21 putaran)

Jamal Hibatullah (KFC): Point 19
Tony Alphian (Kab Bogor): Poin 17
Dikdik Permana. S (PGN): Poin 14 


Men Youth - Atlet (14-16 th)

Ramandiki: Poin 13. BIB 904
Abdul Rohim: Poin 11 BIB 934
Anugrah Nandung: Poin 5 BIB 918 


TTT Reguler (5 putaran)

KGB Ungu: 00.25.39.04
SCT Alpha: 00.26.36.11
KGB Kuning: 00.27.15.16


TTT Executive(3 putaran)

KGB Merah: 00.17 .00.28
Cikeas: 00.17 .48.56



Allen Cycling Adventure's 2009 - 2015 :

Finisher Bali Audax 2010 no 042. 
Juara 4 Executive Uphill Race Sentul City 2010 no 506.
Juara 3 TTT FPSJ - BSD City 2011 No 352. 
Juara 3 TTT Delta Mas 2011 no 059. 
Juara 3 Uphill Bupati Bogor - Sentul City Cycleindo Cup 2011 no 126. 
Ranking 6 Criterium OCBC Singapore Nissan Challenge 2011 no 393. 
Ranking 60 Cat 2 Tour de Bintan 2011 no 105. 
Juara 1 TTT Smailling Tour - FPSJ 2011 no 261.
Finisher Lombok Audax 2012 no 356. 
Rank 4 Indonesia Cycle Enduro - Sirkuit Sentul 2012 no 1010. 
First Finisher West Sumatra Audax 2012 no 1004. 
Finisher Tour de Bintan 2012 Cat 3C no 454. 
Finisher Singkawang Endurance Challenge 153km no AB005 Tour de Khatulistiwa 2013.
Juara 2 Master A Pontianak Criterium City Road Race - Tour De Khatulistiwa 2013 no 23.
Juara 1 TTT Sinar Mas Land ti.Phone FPSJ 2013 No 461.
Ranking 4 Kejurnas ISSI Criterium Race 2013 FPSJ Kategori Mantan Atlet No 135. 
Ranking 6 JIEXPO TTT Race 2014 No 1157.
Juara 3 JIEXPO Criterium Race 2014 Master A No 512 .
Juara 2 - Sinarmas Land TTT 2015

Done........