; 𝐀𝐥𝐥𝐞𝐧'𝐬 𝐀𝐝𝐯𝐞𝐧𝐭𝐮𝐫𝐞

Cari Blog Ini

Senin, 04 Juni 2012

Hal yang perlu anda ketahui mengenai Retak / Patah Tulang saat bersepeda


Sepandai pandainya tupai melompat, suatu hari akan jatuh juga, kali ini kita akan membahas sedikit mengenai "Retak Tulang/ Patah Tulang" dan ini sangat berhubungan erat kaitannya dengan olah raga bersepeda, lebih baik kita sedikit "mengetahui" daripada tidak tahu sama sekali, musibah seperti ini akan terjadi di cabang olah raga manapun juga, sebagai manusia saya rasa hal itu normal terjadi dan kita harus siap hadapi dengan meminimalkan seminim mungkin kecelakaan tersebut, di luar negri ada pelatihan dan penanganan jatuh dari sepeda saat race atau latihan dan itu menjadi satu paket dari program latihan.


Sebagai hobbies, kadang ketidak hati-hatian memicu kita untuk melakukan tindakan di luar kewajaran, misal saat mengejar speed, demi harga diri, kita akan berupaya untuk menjadi yang terdepan atau demi memenangkan perlombaan atau bisa juga karena kelelahan fisik dipaksa terus gowes.

Sebagai seorang "extreme hobby" di dunia sepeda, saya pernah mengalami retak tulang / fraktur di sekitar pergelangan tangan kanan kiri (retak satu putaran di pergelangan tangan), akibat ketidak-mengertian mengenai pertolongan pertama saat kecelakaan, saat setelah jatuh saya melakukan tindakan pertama adalah "di Urut", ini kesalahan paling fatal, sampai sekarang tulang sekitar pergelangan tangan agak bengkok, tindakan awal yang disarankan adalah Rontgen, tujuannya untuk mengetahui kondisi tulang, apakah retak/patah atau hanya terkilir, seandainya terkilir cukup diurut tapi seandainya retak atau patah, wah resikonya akan semakin fatal jika diurut, padahal, pijat yang menekan saraf dan otot di sekitar tulang yang patah/retak rawan menimbulkan perdarahan di bawah kulit. Jika tejadi perdarahan, secara otomatis saraf dan otot membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, segeralah ke Dokter Orthopaedi dan Traumatologi

Lance Armstrong

 Kecelakaan 29 Mei 2009, ada sekitar 11 sekrup dibautin ke tulang bahu

Bradley Wiggins


 Frank Schleck

Penulis sendiri mengalami retak pergelangan tangan

 Posisi tulang pergelangan tangan yang retak sedang di gips

Bukan hanya hobby saja yang bisa mengalami  patah /retak tulang, beberapa pembalap professional juga mengalami kasus yang sama bahkan lebih parah....

Cuplikan singkat mengenai Patah /Retak Tulang, 

PATAH tulang, termasuk Keretakan tulang, secara alami bisa menyambung sendiri. Penanganan yang tepat sejak terjadi trauma mempercepat proses penyambungan tulang.

Beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan tulang menyambung, yakni meliputi lokasi patah tulang, usia, dan ada-tidaknya penyakit yang mengikuti. “Penyembuhan patah tulang (fraktur) yang berlokasi di ekstremitas superior (lengan, tangan) lebih cepat daripada tulang-tulang ekstremitas inferior (tungkai, kaki), sebab tulang ekstremitas superior memiliki fungsi mengangkat beban, makan, dan minum. Sedangkan tulang tungkai dan kaki memiliki beban lebih berat. Itu sesuai dengan fungsinya sebagai penopang berat badan.

Untuk mengembalikan kekuatan tulang tungkai dan kaki, dibutuhkan waktu lebih lama, ditilik dari faktor usia, semakin muda saat patah tulang terjadi, semakin cepat proses penyembuhannya. Hal tersebut terkait dengan kemampuan regenerasi sel pada usia muda yang lebih baik.

Saya sendiri mengalami 2x patah tulang di pergelangan tangan, pergelangan tangan kiri retak dan pergelangan tangan kanan patah, sebagai contoh kasus pergelangan tangan kanan yg retak pada tanggal 1 Maret 2013 dan tanggal 1 April saya sudah bisa mulai latihan gowes, di bulan Juni sudah siap ikut lomba dan kondisi tangan 100% pulih, butuh kurang lebih 2 -3 bulan.
Untuk mempercepat proses pemulihan, saya mengkonsumsi Kalsium 600mg dan Salmon oil 1500mg setiap hari (kalsium untuk pemulihan tulang, salmon oil untuk pemulihan otot dan sendi).

Jika ada penyakit yang mengikuti kejadian patah tulang. Proses penyembuhannya lebih lama. Ada beberapa penyakit penghambat pemulihan tulang. Di antaranya, kanker tulang, Paget’s disease, dan infeksi tulang. “Infeksi terbanyak adalah osteomyelitis. Infeksi jenis ini terjadi pada patah tulang terbuka yang mengakibatkan kuman dari luar bisa masuk ke jaringan di sekitar lokasi patah tulang.


Jika tak ada factor penghambat, tulang dapat tersambung secara sempurna. Begitu pula kekuatannya. Tulang mungkin saja tak tersambung secara sempurna (mal union). Pada kondisi itu, kekuatan tulang yang sudah tersambung berkurang. Pada kasus mal union berat, sambungan tulang membentuk sudut yang mengakibatkan tonjolan di kulit. “Otot di sekitar tulang yang membentuk sudut menjadi tidak seimbang sehingga memunculkan rasa ngilu saat otot beraktifitas,“. Kekuatan tulang menjadi tak seimbang. Sebab, di perlekatan otot yang menempel pada tulang bersudut itu, ada yang kencang dan ada yang kendur.

Kasus lain yang berdampak nyeri pada tulang yang petah adalah non union (tulang gagal tersambung) dan delayed union (tulang terlambat menyambung). Kondisi itu mungkin berkaitan dengan kurangnya nutrisi pada jaringan pembentuk tulang. Normalnya, patah tulang pada bayi akan tersambung selama 15-30 hari. Anak-anak membutuhkan waktu 1-2 bulan, dan dewasa 2-3 bulan.

Kerusakan tersebut sering diperparah dengan pemijatan saat patah tulang. Padahal, pijat yang menekan saraf dan otot di sekita tulang yang patah rawan menimbulkan perdarahan di bawah kulit. “Jika tejadi perdarahan, secara otomatis saraf dan otot membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh,” nutrisi untuk pembentukan tulang tertunda karena otot dan saraf harus menyembuhkan diri dulu.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 01 Juni 2012

Manfaat kopi bagi pesepeda



Pertanyaan ini mungkin sering terdengar di telinga kita, apakah seorang pesepeda boleh minum kopi sebelum gowes?
Untuk pastinya cek dulu DNA di Lab, karena tidak semua rider toleran terhadap kafein di kopi khususnya di pencernaan dan jantung.
Sebelum kita masuk lebih detail hubungan antara pesepeda dengan minuman kopi, mari kita perjelas apa itu Kopi / Coffee / Caffe' / Kaffa' ?

Kopi, Siapa sih yang tak kenal kopi? Minuman berwarna hitam dan rasanya yang pahit ini, konon katanya bisa menghilangkan rasa kantuk dan lemas. Selain manfaatnya, ternyata kopi juga menimbulkan bahaya bagi tubuh. Cari tahu yuk tentang manfaat dan bahaya kopi.



Zat yang terkandung dalam kopi adalah kafein.

Kafein merupakan senyawa kimia alkaloid yang dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam kopi adalah 1-4,8%, sedangkan pada teh 1-1,5%. Kafein bekerja dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin dalam sel syaraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin.,

Manfaat kopi

Dalam dunia kedokteran, kafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah kafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit.
Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur).
Dimana kafein itu tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, melainkan kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra. Itulah sebabnya berbagai jenis minuman pembangkit stamina umumnya mengandung kafein sebagai bahan utamanya.

Kerugian Kopi
 

Selain manfaatnya untuk kesehatan ternyata kopi juga memiliki kerugian. Salah satunya adalah efek ketergantungan.Minum kopi ternyata dapat meningkatkan resiko terkena stroke. Sebuah penelitian yang dimuat dalam journal of neurology, neurosurgry and psychiatry tahun 2002 menyimpulkan bahwa minum lebih dari 5 gelas kopi perhari akan meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah. Kafein juga dapat menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan cepat marah.

Komentar penulis,

Setelah anda membaca plus minus dari minum kopi, apa tanggapan anda sebagai seorang bikers? Apakah anda pernah memperhatikan kadang di setiap "Sport Nutrition / Sport Gels" ada tulisan mengandung Caffein atau apakah anda tahu legenda Tour De France "Lance Armstrong" sebelum melakukan trainning endurance jarak jauh selalu meneguk satu cangkir kopi expresso?


Jawabannya adalah kembali ke kebutuhan kita masing masing, sebagai seorang hobies pembalap sepeda balap sangat menganjurkan untuk minum kopi sesuai takaran, ini akan  lebih menambah konsentrasi / waspada saat di jalan raya.

Setiap pagi sebelum melakukan workout khusus nya intensitas tinggi, saya selalu minum kopi pahit tanpa gula, tanpa susu - original black coffee - kesukaaan saya adalah kopi tubruk jenis Arabica, rasanya light tapi mantap dan level acid nya tidak terlalu tinggi.

Setelah kurang lebih setahun membiasakan diri minum kopi sebelum gowes dan mencoba membuktikan manfaat kopi, akhir nya saya menyimpulkan per tanggal hari ini - update 8 Januari 2022: 

1. Tidak disarankan minum kopi jika melakukan intensitas gowes tinggi, misal gowes di Zone HR4 keatas atau melakukan touring jauh, karena kopi menguras mineral mineral yang dibutuhkan otot akibatnya otot akan mengalami kontraksi "kram", berbeda jika Anda melakukan gowes santai, rilex - zone 1-2, tidak masalah dengan secangkir kopi.

2. Anda akan mengalami ketergantungan secara psikis, tanpa Caffein semangat berkurang, gowespun kurang semangat dan lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan (nagih) disarankan sehari cukup 1 cangkir dan saat melakukan touring jauh atau gowes intensitas tinggi stop minum kopi.

3. Saya merasa lebih fit dengan minum kopi seminggu cuma 2 cangkir, disaat saya sedang recovery atau saat tidak gowes dibanding setiap hari rutin minum secangkir kopi.





Jika anda penderita maag atau tekanan darah tinggi cobalah menyesuaikan takaran,
Saya lebih menyarankan anda minumlah kopi murni alias kopi "tubruk" atau kopi yang masih berbentuk biji yang siap giling, jangan kopi yang sudah dicampur dengan creamer atau bahan penyedap lainnya.


Kafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan energi dan mengurangi rasa lelah selama beberapa jam. Dosis yang dianjurkan untuk dewasa adalah 2-6 mg/ kg berat badan dan tidak melebihi 500 mg per hari. Pada remaja, dosis yang disarankan tidak melebihi 100 mg per hari.
Namun, kemudian menjadi perdebatan soal takaran ideal konsumsi kafein dalam kopi untuk mendapatkan manfaat positifnya. Beberapa menganjurkan takaran 3mg per kilo berat badan, sementara yang lain ada yang menyatakan 6mg bahkan 9mg.


Peneliti dari Australia melakukan investigasi sebenarnya berapa takaran ideal konsumsi kopi untuk dapat kita rasakan manfaat positifnya.
60 Pesepeda diminta untuk melakukan aktivitas bersepeda time trial selama 60 menit, dengan treatment konsumsi kafein menjadi 3 kelompok: 3mg, 6mg dan tanpa konsumsi kafein. 
Mereka kemudian dimonitor seberapa cepat mereka menjalani tiap-tiap trial.
Hasilnya, pesepeda dengan treatment konsumsi kafein dapat melakukan trial lebih cepat dibanding yang sama sekali tidak mengkonsumsi kafein.


Kalau anda adalah pegowes sepeda sebatas fun bikers, saya rasa tidak perlu anda meneguk kopi sebelum gowes, walaupun ada beberapa penelitian bahwa kafein dapat meningkatkan pembakaran lemak - Kopi tanpa gula alias kopi pahit jauh lebih baik.


Semoga bermanfaat.

Kamis, 31 Mei 2012

Beberapa buku sepeda yang layak dikoleksi



Artikel kali saya akan mengulas secara singkat, buku buku mengenai sepeda yang layak dikoleksi dan kebanyakan adalah buku import, jika anda tertarik anda bisa langsung beli secara online di Amazon.com atau bagi pengguna perangkat produk Apple iPad bisa download di Newsstand.

Beberapa judul buku yang layak anda koleksi adalah :

1. Italian Racing Bicycles, The People, The Products, The Passion, karangan Guido P. Rubino.

Judul aslinya : Biciclette Italiane dalam bahasa Italia, bagi pecinta sepeda buatan Italia dan produk produknya, buku ini wajib dikoleksi. [Hardcover]




Beberapa merek produk yang diulas :

Detail buku ini membahas :
  • Brands and history, produk produk bermerek dan sejarahnya, ada sekitar 40 merek yg diulas secara detail.
  • On the roads to victory, beberapa Atlet ternama dari Italia
  • The response to Italian Style, keindahan dan kualitas produk Italia adalah yang paling utama.

  •   

2. Come Back 2.0, Up Close and Personal, Lance Armstrong, photographs by Elizabert Kreutz.

Dibuku [Hardcover] ini diceritakan bagaimana perjuangan Lance Armstrong kembali ke balap sepeda setelah mengalami Testicular Cancer pada tahun 1997.



Book Description:


After three years in retirement following his record-setting seventh Tour de France win—which he accomplished after successfully battling the testicular cancer that almost killed him—Lance Armstrong announced his return to professional cycling to help promote a Global Cancer Campaign. Comeback 2.0 is Lance Armstrong’s first-person photo-journal of his 2009 comeback season with the goal to take the LIVESTRONG message around the world.
Heavily illustrated with color photos and text , Comeback 2.0 includes an introduction by Lance that frames his decision to return to competitive cycling followed by journal-like entries written through the course of his comeback season beginning with the Tour Down Under, followed by the Tour of California, his spectacular crash in the first stage of the Vuelta a Castilla y Leon race in Spain that resulted in a broken collar bone, the Giro d’Italia, and finally the Tour de France. The journal entries will accompany spectacular four-color photos, that offer breathtaking views of the race stages as well as intimate, behind-the-scenes shots. Renowned sports photographer and photojournalist Elizabeth Kreutz has been granted unparalled access to Lance’s day-to-day world in this, his most triumphant season. 



3. CYCLEPEDIA, A Century Of Iconic Bicycle Design by Michael Embacher,
Khusus membahas sejarah design sepeda dari tahun 1925 - 2009  dari berbagai tipe sepeda seperti : Roadbike, MTB dan Folding bike.  [Hardcover] dan penuh dengan gambar gambar menarik, ayak buat dibaca.

Book Description:


For every way to ride, there s a bicycle to fit the need. An homage to the beauty of the bike, Cyclepedia showcases the innovations and legacies of bicycle design over the past century. Join longtime bike enthusiast and avid collector Michael Embacher for a tour of 100 bicycles, from the finest racing bikes and high-tech hybrids to the bizarrely specific (such as a bike designed to cycle on ice). Captivating photographs, detailed component lists, and anecdotal information illuminate the details that make each bicycle unique. Also including a foreword by cyclist and designer Paul Smith, Cyclepedia is the ultimate coffee-table book for devotees of the two-wheeled life.


4. The Complete Book of Long Distance Cycling by Edmund R. Burke, Ph.D. adn Ed Pavelka,


Dengan tema : Build the Strength, Skills and Confidence to Ride as Far as You Want, buku ini bagus sekali buat newbie / pemula khususnya yang mendambakan touring jauh, beberapa topik yang bagus antara lain:

* Make the most of every hour on your bike
* Build your mileage base efficiently
* Customize your training to suit your personality and physical capabilities
* Build extra training time into your hectic schedule
* Avoid injuries and the dangers of overtraining
* Achieve the mental edge you need to ride farther and faster
* Train for both road and off-road touring
* Choose cycling gear that goes and goes
* Eat for the long haul-- nutrtion before, during, and after your rides

5. Cycling FAST by Robert Panzera,


Dengan tema : Winning Essentials For Cycling Competition, bagi yang suka mengikuti kompetisi / balap, buku ini wajib dimiliki.

From bike preparation to competitive tactics, Cycling Fast provides the essential information you’ll need in order to master each event:

A. Choosing the right race for your skills, talent, and experience
B. Preparing your body and preparing your mind
C. Nutrition for training, racing, and recovery
D. Bike-handling skills for various conditions, environments, and terrains
E. Race-day strategies

Cycling Fast also includes the latest information on new high-tech racing frames, training with a power meter and heart rate monitor, and coordinating your tactics as part of a team.


Whether you’re in a criterium, a time trial, or a stage race or simply looking to ride faster, Cycling Fast is packed with training plans, tips, charts, and checklists that will translate to success at the finish line.


Contents:
Chapter 1: Getting Started
Chapter 2: Gearing Up
Chapter 3: Choosing Your Race
Chapter 4: Preparing Your Body for Competition
Chapter 5: Mastering the Skills
Chapter 6: Racing Strategies
Chapter 7: Focusing on the Finish
Chapter 8: Nutrition and Hydration
Chapter 9: Year-Round Conditioning
Chapter 10: Pursuing Long-Term Goals

6. The Complete book of Road Cycling & Racing by Will Peveler,

Bagi anda yang ingin mengetahui cara setting, maintenance dan repairing sepeda atau mau memgetahui advanced riding skill, race tactics, program training dan nutrisi...anda membutuhkan buku ini...


Book Description:

Every road rider has goals. Yours may be to begin racing, to become more competitive, or to win a specific tour. Not interested in racing? Perhaps you want to complete your first century ride, improve your overall fitness, or ride father and faster just for the sheer joy of flying on two wheels.
No matter what your goals, The Complete Book of Road Cycling and Racing gives you all the information you need to become a better, more performance-focused cyclist. Written by an accomplished racing coach, cyclist, and exercise physiologist, this book shows you how to:
  • Fit the bike to your body for maximum efficiency and comfort
  • Ride safely in a group
  • Cope with any weather or altitude
  • Maintain your bike
  • Prepare for races of all types
  • Master racing strategies and tactics
  • Train efficiently and stay in peak condition year-round
  • And much more

7. It's Not About the Bike, My Journey Back to Life with Sally Jenkins

                          

Buku ini mengisahkan perjalanan panjang / autobiographical sang legenda sepeda " Lance Armstrong" sebagai seorang Suami, Ayah, Anak, Penderita Kanker dan sebagai seorang Manusia biasa, buku ini adalah buku terlaris #1 New York Times BestSeller.


The book was written shortly after Armstrong had won the 1999 Tour de France: he went on to win it six further times in successive years, establishing a record. In 1996, he had been diagnosed with testicular cancer, which spread to his lungs, abdomen and brain, and was only given a 40 percent chance of living. This disrupted his career, but his success on his return prompted elements in the media to accuse him of doping.



Semoga bermanfaat.



Senin, 28 Mei 2012

Meningkatkan VO2 max dengan sepeda



Semenjak pertengahan tahun 2011, saya sudah merubah pola latihan bersepeda, dari pola latihan endurance ke pola latihan interval /sprint dengan tujuan untuk meningkatkan VO2 max.

Disini anda memerlukan disiplin dan komitmen tinggi untuk melakukan latihan ini (sprint / interval), latihan ini sangat membosankan dan sangat menguras energi apalagi di kalangan penggemar balap sepeda ini menjadi momok menakutkan, setelah latihan, badan akan lemes dan kadang mengganggu aktifitas di kantor. Selain latihan interval, anda juga bisa latihan tanjakan untuk meningkatkan VO2 max anda.


Apa itu VO2 max ? ini beberapa cupilkan dari sumber lain mengenai VO2 max......

Dalam olahraga istilah VO2Max tentu bukanlah asing, Apa VO2Max itu? Kenapa atlet apabila di test VO2Max begitu takut untuk melakukan dan mengetahui hasilnya?

VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.

Kita perlu ketahui juga dari tubuh manusia, setiap sel membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap pakai untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak oksigen. Sel otot membutuhkan banyak oksigen dan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan Oksigen dan menghasilkan CO2 dapat diukur melalui pernafasan kita.



Dengan mengukur jumlah oksigen yang dipakai selama latihan, kita mengetahui jumlah oksigen yang dipakai oleh otot yang bekerja. Makin tinggi jumlah otot yang dipakai maka makin tinggi pula intensitas kerja otot.

Tingkat Kebugaran dapat diukur dari volume Anda dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan pada volume dan kapasitas maksimum. Kelelahan atlet yang dirasakan akan menyebabkan turunnya konsentrasi sehingga tanpa konsentrasi yang prima terhadap suatu permainan, sudah hampir dipastikan kegagalan yang akan diterima.

Cepat atau lambatnya kelelahan oleh seorang atlet dapat diperkirakan dari kapasitas aerobik atlet yang kurang baik. Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max). Dan seperti kita tahu, oksigen merupakan bahan bakar tubuh kita. Oksigen dibutuhkan oleh otot dalam melakukan setiap aktivitas berat maupun ringan.




Dan semakin banyak oksigen yang diasup/diserap oleh tubuh menunjukkan semakin baik kinerja otot dalam bekerja sehingga zat sisa-sisa yang menyebabkan kelelahan jumlahnya akan semakin sedikit.



VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per menit (l/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam kilogram per menit (ml/kg/min).
Tentu, semakin tinggi VO2 max, seorang atlet yang bersangkutan juga akan memiliki daya tahan dan stamina yang istimewa.

Sekalipun memiliki stamina yang istimewa, atlet tetap harus memiliki penguasaan teknik cabangnya dengan baik. Sebab, dengan teknik yang baik, sang atlet akan efisien dalam bertarung. Artinya, sekalipun lawannya memiliki stamina yang istimewa, tetapi teknik pas-pasan, atlet kita yang bakal menang.

Bagaimana mengukur VO2 max ?

Sebagai pertimbangan dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian rupa sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung maksimal. Kegiatan fisik yang memenuhi criteria ini harus:

1. Melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di Treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya

2. Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung 6 sampai 12 menit.

Salah satu alat ukur VO2Max adalah metode Cooper Test, metode ini cukup sederhana, tanpa biaya yang mahal dan akurasinya cukup wajar. Yakni atlet melakukan lari/jalan selama 12 menit pada lintasan lari sepanjang 400 meter. Setelah waktu habis jarak yang dicapai oleh atlet tersebut dicatat.
Rumus sederhana untuk mengetahui VO2Maxnya adalah : Jarak yang ditempuh dalam meter – 504.9 / 44.73.

Contoh : Budi melaksanakan Cooper Test dengan lari selama 12 menit, jarak yang dicapai (2600 meter – 504.9) dibagi 44.73 = 46.83881 mls/kg/min


Pemanfaatan teori VO2max ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen yang tersedia dan kemampuan sistem kardiovaskular tubuh untuk mengantarkan oksigen ke jaringan aktif.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dapat meningkatkan VO2max dengan bekerja atau berolahraga yang meningkatkan denyut jantung, menjadi antara 65 dan 85 persen dari maksimum, setidaknya selama 20 menit dalam 3 sampai 5 kali seminggu.


Dilansir Brianmac, Rabu (22/12/2010), berikut jumlah oksigen maksimal berdasarkan usia:

Usia
Pria (L/menit)
Wanita (L/menit)
10-19
47-56
38-46
20-29
43-52
33-42
30-39
39-48
30-38
40-49
36-44
26-35
50-59
34-41
24-33
60-69
31-38
22-30
70-79
28-35
20-27

Jumlah oksigen maksimal dalam tubuh tentunya semakin turun seriring dengan usia. Sebuah studi oleh Jackson dari Amerika Serikat menemukan bahwa terjadi penurunan rata-rata 0,46 ml/kg/menit per tahun untuk laki-laki (1,2 persen) dan 0,54 ml/kg/menit untuk perempuan (1,7 persen).

Bagaimana cara mengukur VO2max?
Perkiraan VO2max dapat ditentukan dengan menggunakan salah satu dari tes berikut:
  1. 2.4km Run Test
  2. Astrand Treadmill test, VO2max tes untuk lari di treadmill,
  3. Astrand 6 minute Cycle tes, VO2max tes untuk sepeda statik (bergerak di tempat),
  4. Balke VO2max test
  5. Balke Incremental treadmill protocol test, VO2max tes pada treadmill (untuk pria dan wanita).
  6. Bruce Incremental treadmill protocol test
  7. Cooper VO2max test
  8. Conconi test
  9. Critical Swim Speed, untuk perenang.
  10. Home Step Test, tes yang bisa digunakan di rumah.
  11. Harvard Step Test – measure of cardiovascular fitness
  12. Multistage Fitness Test or Bleep test
  13. Queens College Step Test
  14. Rockport Fitness walking test
  15. Tecumseh Step Test – measure of cardiovascular fitness
Olah raga apa saja yang dapat meningkatkan VO2max :
Lari Baseball
Basket
Bersepeda
Kano atau sampan
Sepakbola
Olahraga senam
Hoki es
Renang
Bola voli
Angkat besi
Gulat



Semoga bermanfaat.