; 𝐀𝐥𝐥𝐞𝐧'𝐬 𝐀𝐝𝐯𝐞𝐧𝐭𝐮𝐫𝐞

Cari Blog Ini

Rabu, 20 Maret 2013

Wheelset Fulcrum Racing Zero Competition 2013 Limited Edition Review




Halo Guys, kita ketemu lagi, setelah sekian lama saya tidak menulis di blog ini dikarenakan masalah dengan tangan kanan mengalami masalah patah (Fraktur), jadinya ngetik dengan satu tangan, 7 bulan lalu pergelangan tangan kiri, sekarang tangan kanan...ha.ha..
Lanjut, Anda mungkin bertanya ? Ngapain si Allen mereview wheelset Alu yang kanon katanya sudah banyak ditinggalin konsumen dan pada beralih ke wheelset berbahan Carbon.

Pemikiran negatif mengenai wheelset berbahan Alu :
  • Wheelset bahan Alu itu berat...
  • Wheelset bahan Alu ini nggak ada profilenya...Aero nya kurang dapat...
  • Modelnya kurang menarik dan kurang ekslusive...
Sebelum saya membahas review ini, perlu teman teman ketahui, review produk ini tidak di sponsorin oleh perusahaan bersangkutan atau pihak lain dan ini murni dari hasil pengalaman saya (saat lomba, touring dan pemakaian sehari hari) selama memakai produk ini dan tentunya dengan predikat "Sangat Memuaskan", karena sangat memuaskan...saya mencoba berbagi pengalaman ini dengan anda.
Dan saya sendiri bukanlah penggemar merek Fulcrum, butuh waktu 4.5 tahun, saya baru melirik merek ini.


Anda mungkin bisa search di google mengenai produk ini secara lebih detail, saya mencoba menyajikan inti nya saja.
Perlu anda ketahui, wheelset dengan merek Fulcrum Racing Zero Competition yang kita bahas kali ini adalah wheelset berbahan aluminium Limited Edition / diproduksi terbatas dengan jumlah produksi di seluruh dunia hanya sekitar 2.012 pair, tipe lain dari Fulcrum seperti Fulcrum Racing 1 Limited Edition tidak saya bahas karena menurut saya kurang "Sempurna".

Beberapa keunggulan produk ini :

Rim: Berbahan aluminium ringan dengan kualitas cetakan / modding yang lebih rapi dan presisi dibandingkan tipe standard, tidak perlu memakai rim tape buat ban dalam karena permukaan rim di bagian dalam nya tanpa ada lubang. Tipe wheelset ini adalah Clincer, dengan pemilihan ban luar yang benar, anda akan menemukan ban Clincer dengan "rasa" Tubular dan Rolling Resistance yang kecil, beberapa hasil review, ban tipe Clincer mempunyai Rolling Resistance lebih kecil dibandingkan ban tubular.

    



Hubs: Tipe Limited Edition ini memakai hubs berbahan karbon dengan bearing yang luar biasa ngacir "Cult" Ceramic Ultimate Level Technology dengan material Cronitect Steel, anda tidak perlu terlalu repot maintenance dengan grease, cukup dengan beberapa tetesan oli khusus ceramic bearing (6 bulan sekali).


Hasil test perputaran roda 500Rpm sanggup bertahan selama 45 menit tanpa berhenti, dengan bearing lain hanya sanggup bertahan 5-10 menit.
Di wheelset Racing Zero Limited Edition yang saya pakai sendiri, saya mengganti bearing Cult dengan bearing merek "Ceramic Speed", hasilnya adalah "cukup menyesal", dengan budget yang lumayan untuk membeli bearing Ceramic Speed ternyata hasil 'ngacirnya' kurang lebih sama dengan bearing Cult, perbedaan paling terasa, jika sebelumnya anda memakai wheelset non ceramic atau low end ceramic, sebelum memakai wheeset Fulcrum Limited edition ini, saya telah mencoba bearing beberapa merek lain seperti Mavic Ksyrium SL, R-SYS, Zipp, Campagnolo, Reynold, FFWD dan HED, nah disini anda akan merasakan sensasi yang berbeda dengan bearing Cult atau Ceramic Speed.
Saat riding, anda akan merasakan kesamaan "smooth" diantara kedua merek bearing tsb (Cult dan Ceramic Speed), Jadi, janganlah menghamburkan uang anda, teknologi Cult sudah lebih dari cukup, Tetapi dengan putaran wheels 500Rpm, Bearing Ceramic Speed lebih unggul 5 menit dibandingkan bearing Cult.

Bearing Ceramic Speed

Spokes: Berbentuk lempeng pipih dengan tujuan maximal aerodinamis dengan jumlah 16 batang di wheel depan dan 21 batang di wheel belakang.
Salah satu keunikan jumlah spokes di merek Fulcrum / Campagnolo adalah di wheelset belakang dengan komposisi kiri kanan berbeda jumlah batangannya dikenal dengan 2:1 Two-to-One spokes ratio yang mengakibatkan rotational dan inertia stiffness semakin mantap.


"When you push on the pedals, the rotational force on the sprocket induces a slackening of the freewheel spokes with a consequent loss of rim tension. This results in undesirable flex of the whole wheel and an unavoidable loss of energy. Fulcrum® has solved this classic cycling problem with its 2:1 Two-to-One™ Spoke Ratio patent, by doubling the spokes in the critical zones."

"As a result there are two spokes which carry out the function of one, slackening and torsion are limited and the transfer of the athlete’s power is much more effective."

Weight: Total berat wheelset ini 1435gr, dengan mengganti quick release bawaan Fulcrum dengan merek lain berbahan titanium carbon akan tercapai berat 1385gr.
Anda juga bisa upgrade inner tube (ban dalam) ke merek Foss.



Pengalaman saya dengan wheelset Fulcrum Racing Zero Limited Edition:

Wheelset ini sangat bagus dipakai untuk competition dan pemakaian sehari hari, saya sangat puas dengan produk ini, stiff, smooth and light, sampai sekarang saya belum menemukan wheelset berbahan aluminium (tanpa profile) yang seperti ini.

Untuk pemakaian sehari hari, 1 minggu distance latihan antara 300km - 400km, flat - tanjakan, 3 bulan sekali saya melakukan maintenance oli ceramic di bearing, melalui kondisi jalan kadang berlubang disertai polisi tidur yang dengan jumlah trap yg banyak (daerah foresta BSD arah ke Icon), posisi rim sama sekali tidak berubah balance nya (inertia), saya anjurin per 8000km di balancing ulang walaupun kadang tidak ditemukan adanya pergeseran.

Saya memakai wheelset ini juga di even kompetisi, khusus nya saat race Criterium dan Tanjakan, dengan wheelset ini saya sangat puas dengan performance dan durability nya. Saat di even Criterium Roadrace Tour de Khatulistiwa 2013, saya turun dengan wheelset ini dan menduduki posisi 2, kondisi angin yang bertiup kencang tidak menjadi masalah begitu juga saat melakukan sprint, stiff, agresif dan "ngacir", Torsional stiffness nya adalah 6.2kg/mm, sedangkan untuk ITT jarak diatas 10km saya tidak terlalu menganjurkan memakai rim tanpa profile, serasa kempos di speed tinggi.



Salam gowes......





Selasa, 26 Februari 2013

Tour De Khatulistiwa 2013






Event Tour De Khatulistiwa 2013 bertepatan dengan perayaan festival Cap Go Meh 2564 / 2013, yang merupakan salah satu budaya Tiong Hoa yang sangat terkenal di Kalimantan Barat, event tersebut dikemas dalam satu paket (balapan sepeda di dalam kota dan touring bersama memperebutkan Piala Tetap dan Medali Menko KESRA) untuk menarik pariwisata mancanegara dan Internasional. 

Kegiatan ini diikuti 300 peserta (komunitas atau grup bersepeda), peserta khusus masyarakat dari dalam kota dan umum dari luar kota Pontianak. Jalur bersepeda yang dilalui mengitari jalan raya / race dalam kota Pontianak dan akan dilanjutkan besok harinya yaitu Touring bersama ke Singkawang atau Singkawang Endurance Challenge.



Event Tour de Khatulistiwa dibagi menjadi 2 bagian :

1. Pontianak City Road Race / Criterium, 22 February 2013 (jumat pagi-sore) , satu satunya event balapan criterium yang diadakan di dalam kota Pontianak, dengan jarak 8 putaran (+/-32km), disini cara permainannya adalah bermain cepat dan agresif (tarkam style), dengan route jalan dalam kota Pontianak, dengan start dan finish dari jalan Gajah Mada - menyelusuri jalan Pahlawan - masuk ke jalan Tanjungpura - masuk menuju ke jalan H Agus Salim dan berputar kembali ke jalan Gajah Mada. 



Peserta bersepeda dari beberapa kategori mulai berkumpul jam 05.45 wib, Dan start akan dimulai jam 06.15 wib oleh Menpora RI, sampai dengan selesai.

Start dan rincian jarak tempuh para peserta lomba dalam 1 putaran @ 4,2 km dengan ketentuan sbb :

1. Master C (usia 50 keatas) : 8 putaran (Start dari jam 06.15 –07.45 wib) 
2. Master B (usia 40-49) : 8 putaran (Start dari jam 08.00–09.30 wib) 
3. Master A (Usia 30-39) : 8 putaran (Start dari jam 09.45 –11.30 wib) 
Catatan: Race Master A, B, C khusus KOMUNITAS dan tidak berlaku untuk Atlet dan Mantan Atlet
4. Master Expert (Mantan Atlet, usia 35 keatas) : 8 putaran (Start dari jam 13.45 –14.30 wib)
5. Man Open (Atlet dan non atlet, usia 17 tahun ke atas): 8 putaran (Start jam 14.45 –15.45 wib).

Kelas Master C


Dan dilanjutkan Penyerahan Piala Tetap Menko KESRA RI, yang diserahkan oleh Bapak HR. Agung Laksono.




2. Singkawang Endurance Challenge 153 KM, dengan rute Pontianak - Singkawang adalah Tantangan Ketahanan Bersepeda 1 Etape dan dengan 4 POS pemberhentian, konsep Singkawang Endurance Challenge adalah touring bersama sejauh 153km, dengan pengamanan dari pihak Kepolisian dan panitia penyelenggara, rute yang dilalui sangat menyenangkan. Selain Bersepeda ada acara bakti sosial yang dapat membantu kesejahteraan masyarakat yang tidak mampu diwilayah Pontianak dan Singkawang. Serta diisi dengan hiburan seremonial seperti acara pesta rakyat kesenian: musik, penyanyi, dan atraksi kebudayaan.

Medali Finisher Singkawang Endurance 153km

23 February 2013 (Sabtu pagi) 
Peserta berkumpul jam 6.00 dan Start dimulai pukul 7.00 dari depan halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat dan dilepas oleh MENKO KESRA RI, MENPORA RI, dan didampingi Gubernur / Walikota.

23 February 2013 (Sabtu sore-malam)
Finish pukul 15.00 di Singkawang dan diterima oleh Walikota. Pukul 19.00 para peserta bersepeda diundang ramah tamah bersama Walikota dan pejabat kota Singkawang. Selain itu ada pembagian Medali Penghargaan dari Kemenko bidang KESRA RI kepada para peserta bersepeda bersama para Menteri dan Pejabat Kota Singkawang 

24 February 2013 (Minggu pagi-siang)
Peserta bersepeda konvoi mengawali pembukaan acara CAP GO MEH di Singkawang serta mengikuti acara tradisi karnaval CAP GO MEH sampai selesai

24 February 2013 (Minggu siang-sore)
Pukul 11.00 peserta kembali ke hotel masing-masing untuk makan siang dan persiapan peserta bersepeda kembali ke Pontianak dari Singkawang menggunakan bis malam Gala Dinner bersama Gubernur Kalimantan Barat dan Walikota Pontianak dan undian doorprize.



Tanggapan penulis atas Event Tour De Khatulistiwa 2013:

Menurut saya sebagai penulis di blog ini, secara keseluruhan acara ini berjalan dengan sangat baik dan memuaskan, beberapa rute yang saya anggap akan terjadi masalah / kecelakaan ternyata jauh dari yang diperkirakan, anda coba bayangkan, lomba / race di tengah kota yang menjadi sentral perdagangan kota Pontianak, ada pasar, banyak gang di sepanjang jalan raya, ruko ruko, dengan pengawalan dari aparat kepolisian dan kontrol dari panitia pelaksana semua berjalan dengan aman dan lancar dengan zero accident, hebat.
Kondisi jalan aspal saat race di kota Pontianak agak "bergelombang", tapi tanpa ada lubang, semua di aspal ulang, ada satu tikungan tajam dan sempit di lokasi jalan Agus Salim, tapi tidak ada kendala, semua berhasil melewati rute tsb.

Beberapa area jalan bisa anda lakukan untuk meninggalkan lawan / breakaway seperti di rute jalan Gajahmada (datar dan arah angin bertiup sejajar) atau di jalan Agus Salim (dengan tikungan yg cukup tajam dan sempit), ada juga rute yang panjang tapi dengan hambatan tiupan angin yang kencang seperti di jalan Tanjungpura.

Begitu juga dengan kondisi saat Touring ke Singkawang, jumlah peseta yang begitu banyak bisa di tangani oleh aparat kepolisian dan panitia dengan sangat baik, ini sangat jarang saya temukan di event touring lain, pelaton yang terbagi bagi masing masing di kontrol oleh marshal dengan motor, jadi anda tidak perlu khawatir terlepas dari pelaton karena pasti ada marshal yang siap mendampingi anda.

Saya sempat 2x mengalami kempes ban saat touring, kesiapan panitia/ marshal patut dipuji, mereka menunggu dengan sabar proses pemasangan ban sampai selesai setelah itu dituntun sampai ke tujuan, begitu juga dengan back up mobil bagi yang tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Anda juga akan disuguhin dengan acara pesta rakyat kesenian: musik, penyanyi, dan atraksi Kebudayaan dan tentunya dengan jumlah makanan berlimpah yang bisa anda nikmati.

Bravo buat panitia pelaksana Tour de Khatulistiwa 2013, ditunggu event berikutnya.

MenkoKESRA Bp.Agung Laksono bersama Panitia pelaksana Bp Asin B.

Persiapan saat mengikuti event race Pontianak City Road Race / Criterium,

Thanks GOD atas semua berkatMu, kami dari team SCT (Serpong Cycling Team) menyabet 2 Piala Tetap MenkoKESRA (Juara 2 dan 3) dan 3 piagam Runner Up 5th di kelas Master A, B, C dan Mantan Expert.

Master A (Usia 30-39) Juara 2 : Allen Gozali , Runner Up 5th : Christian Wijaya
Master B (usia 40-49) Juara 3 : Jimmy Lie
Master C (usia 50 keatas) Runner Up 5th : Halim
Master Expert (Mantan Atlet) Runner Up 5th : Fanny Gunawan

Semua ini kami lakukan dengan latihan yang cukup panjang dan melelahkan, dengan dilatih oleh mantan atlet pemenang medali perak Asian Games; Fanny Gunawan, perjuangan kami akhirnya membuahkan hasil dengan mendapatkan podium.



Di blog ini saya mau berbagi sedikit mengenai suka duka kami sebagai hobies bagian dari komunitas sepeda balap, bagaimana proses latihan dan interaksi dengan teman teman dan usaha kami untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk mendapatkan podium (khususnya dari komunitas penggemar):

1. "Coach" atau "Pelatih", sebelum memulai ini semua, langkah awal adalah mencari pelatih, tanpa seorang pelatih, sia sialah hasil latihan anda, dalam dunia olahraga fungsi dan peran pelatih sangat erat hubungannya dengan capaian prestasi yang diukir oleh atlet, pelatih adalah seorang yang harus tahu tentang semua kebutuhan yang menjadi dasar bagi terpenuhinya kondisi dimana atlet memiliki peluang untuk mencapai prestasi, seorang pelatih dituntut mampu menjalankan profesinya dengan tidak semata mata bermodalkan dirinya sebagai bekas atlet, melainkan harus melengkapi dirinya dengan seperangkat kompetisi pendukung yang penting, diantaranya adalah kemampuan untuk mentransfer pengetahuan keolahragaannya kepada atlet secara lengkap baik dari segi teknik, taktik maupun mental.

Jadi...carilah pelatih terlebih dahulu....



Fanny Gunawan

2. Sang "Eksekutor" atau individu yang mau dilatih, disini perlu saya tekankan, perbedaan karakter pribadi antara Atlet dan Peggemar sangat berbeda jauh, anda tidak bisa melatih seorang "Penggemar" dengan cara latihan Atlet, program latihan harus disesuaikan, "Penggemar" / Hobies disini adalah kebanyakan dari profesional dan wiraswasta, mereka sangat sibuk dan masih mempunyai keinginan untuk berprestasi di bidang olah raga sepeda, tingkat stress juga jauh lebih besar, tingkat umur rata rata 38 tahun ke atas, harus memikirkan rutinitas pekerjaan, dll, berbeda dengan atlet, yang memang sudah difokuskan ke bidang tersebut.
Komunitas penggemar yang berprestasi akan mengikuti kelas Master (A,B,C - berdasarkan umur) saat perlombaan.

Secara pribadi saya ingin menegaskan, dengan adanya pelatih yang baik, tanpa ada keuletan dan disiplin dari anda sendiri, tidak akan bisa naik podium, jadi ini semua kembali ke kita masing masing, anda harus memiliki mental yang pantang nyerah dan rendah hati, tidak sombong, salah satu kekurangan dari level penggemar adalah merasa mengerti semua (terlalu banyak baca di internet, banyak dengar informasi dari orang lain yg tidak expert dibidangnya, merasa paling kuat, dll), padahal secara teori dan praktek di lapangan kadang berbeda jauh, disini anda harus banyak belajar dari pelatih dan mau "Mendengarkannya".

Masa recovery adalah masalah dilematis di kalangan pembalap penggemar, dengan waktu yang sangat terbatas dan latihan yang keras tidaklah gampang, kadang sampai di kantor anda mengalami kelelahan dan ngantuk, pekerjaan terbengkalai, semua ini butuh pengorbanan, saran saya, siapkan waktu sebulan atau dua bulan untuk latihan intensif, prioritaskan program latihan diatas segalanya, jika anda ingin naik podium, Anda cukup latihan intensif 2 bulan sebelum lomba tentunya dengan seorang pelatih yg prof, jika anda berlatih dengan program yang benar, anda tidak perlu menghabiskan waktu yang panjang untuk berlatih, sehari cukup 1-1.5 jam (tentunya anda sudah memiliki basic sebelumnya, sudah pernah ikut lomba, pernah dilatih, jam terbang cukup lama), bagi penggemar yang jam terbang gowesnya belum tinggi dan mau naik podium, tulisan saya ini tidak berlaku, pelatih akan melakukan seleksi, apakah anda layak mengikuti race tsb.

Criterium Master A - Podium 2


Bersama Menkokesra Bp. Agung Laksono

Bersama Gubenur Kalbar, Bp Cornelis M.H

3. Dukungan dari teman teman klub komunitas, ini juga sangat penting, tanpa dukungan teman teman, anda akan drop di tengah jalan. Puji Tuhan, di klub kami SCT (Serpong Cycling Team), klub yang diberkati dengan anggota yang sangat mensupport kami, di SCT kami mendapatkan kepercayaaan penuh dari teman teman, mereka meyalurkannya melalui kas dana anggota dan sponsor untuk operasional, beberapa anggota dari kalangan pengusaha tidak tanggung tanggung menyalurkan dana untuk tiket pesawat, hotel, biaya pendaftaran, dll.


Team kami sangat kompak walaupun kadang juga terjadi masalah masalah secara internal tapi kami bisa menyelesaikan itu semua demi kepentingan bersama.

4. Pola hidup yang sehat dan teratur : Menu makanan yang bergizi, tidur malam lebih awal (istirahat cukup) kadang dianggap masalah sepele di kalangan hobies, berbeda dengan Atlet, mereka tinggal dalam satu asrama atau klub, makanan diaturin, semua ada jadwal yang jelas dan teratur, di kalangan hobbies dikarenakan kesibukan pekerjaan kadang aturan diet tidak teratur, yang penting makan dan kenyang, ini akan menjadi bumerang saat latihan besok harinya, tidak akan optimal, cepat letih, gampang sakit.
2 bulan sebelum lomba, saya sendiri menyiapkan semua menu makanan dan supplemen penunjang, saya lakukan dengan terus menerus, makan makanan begizi, berpantang makanan yang terlalu berminyak, asupan supplemen yang seimbang, tidur lebih awal.

Strategi yang diterapakan saat Criterium Pontianak City Road Race 2013:
Ada 2 strategi yang kami rencanakan dalam memenangkan race ini :

A. Dengan teknik ITT (Individual Time Trial), jika ada kesempatan saya akan melepaskan diri dari pelaton dengan bantuan teman teman di team, memasuki km 15 saat memasuki tikungan arah ke rute jalan Tanjungpura, saya melakukan breakaway sendiri (ITT), team kami yang terdepan (3 pembalap SCT narik di barisan depan) menahan pelaton supaya tidak mengejar dengan menurunkan speed pace pelaton, ternyata kami salah prediksi, setelah memasuki jalan Tanjungpura dengan kondisi angin yang sangat kencang, susah sekali untuk menambah speed apalagi melakukan ITT sendiri, karena kondisi tidak memungkinkan, sangat menguras energi, ada beberapa pembalap yang melepaskan diri dari pelaton dan berhasil mengejar, saya memutuskan back to pelaton utama, ini sudah diantisipasi oleh pelatih kami, jika tidak bisa ITT lebih baik kembali ke pelaton sambil lihat sikon di lapangan.
Beberapa pembalap lain melakukan attack / breakaway, hanya dalam hitungan detik terkejar lagi oleh pelaton, average speed pelaton antara 39km- 42km.
Saya memutuskan teknik ITT tidak bisa diterapkan di race ini, lanjut ke rencana ke 2....

B. Dengan teknik Sprint / interval saat mendekati finish 200 meter, dengan pace yang stabil dan dengan average speed sekitar 39km-42km, kondisi sangat berangin, tidak ada pembalap yg mau keluar dari pelaton sebelum memasuki lap terakhir (sudah mulai kelelahan setelah beberapa pembalap coba melakukan breakaway), disini anda membutuhkan kesabaran yang tinggi untuk tetap berada di posisi "leher" pelaton, tetap mempertahankan posisi di leher pelaton (leher pelaton = urutan 3,4,5), memasuki lap terakhir tanpa terasa irama permainan mulai ganas, heart rate mulai tinggi, menang atau kalah akan menjadi taruhan terakhir di lap ini, kejelian untuk melihat peluang dan pengambilan keputusan yang cepat sangatlah penting. Diakhir lap akan banyak yang panik, terlalu cepat sprint padahal jaraknya masih jauh, kalo kita ikut panik, kita akan terpancing untuk melakukan interval yang terlalu panjang, akibatnya akan kehabisan nafas sebelum finish, inilah kesalahan yang telah saya lakukan, saat memasuki tikungan terakhir menjelang garis finish, salah satu pembalap langsung melakukan breakaway (jarak masih +/- 950 meter dari garis finish), karena khawatir jarak yang mulai terpaut jauh, akhirnya saya ikut melakukan breakaway dari posisi saya di pelaton nomor 5, pembalap yg pertama melakukan breakaway mulai kehabisan nafas saat memasuki jarak 500m, saya sempat kaget juga karena saya sudah tidak bisa mengekor, di detik yang menentukan akhirnya saya putuskan untuk melakukan long interval (speed mencapai 64km saat interval panjang, didukung dengan dorongan angin dari belakang dan jalanan datar), mulai kehabisan nafas saat memasuki jarak 200 meter dari garis finish, pembalap dibelakang mulai nyerang, berkat latihan yang keras selama ini dengan menu Interval yang intensif, saat memasuki 200meter saya masih bisa sekali lagi melakukan short interval terakhir / the last sprint (tanpa latihan yang serius, short interval ke 2 nggak bakal bisa anda lakukan), alhasil saya masuk ke posisi 2, seandainya di awal saya tenang dan tidak panik, posisi 1 pasti saya dapat, posisi memasuki garis finish terpaut setengah roda.


The Last Sprint


Podium 2


Kesimpulan: sebelum race, kita boleh menyusun rencana strategi yang akan kita lakukan tetapi kita juga harus jeli dan tanggap akan perubahan situasi saat di lapangan, jika strategi yang kita rencanakan tidak bisa diterapkan, segeralah beradaptasi mengikuti situasi di lapangan, race di sepeda balap tidak hanya mengandalkan kekuatan otot tetapi juga strategi dan secepat apa anda menanggapi situasi yang terjadi di lapangan.

Salam Gowes....





Selasa, 13 November 2012

Tour de Bintan 2012




Selamat datang di dunia adrenalin, event Tour de Bintan adalah acara balap sepeda setiap tahunan dan berkelanjutan, ini merupakan kali ke empat, biasanya diadakan jatuh di bulan November di pulau Bintan - Tanjung Pinang, kali ini dengan tag line : Now everyone Can Ride le Tour, semua orang bisa gowes layaknya pembalap pro di acara grand tour (ex : seperti acara Tour de France). Acara ini dilepas oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Marie Elka Pangestu. Event ini diselenggarakan oleh Meta Sport bekerja sama dengan Pemda setempat dan Nirwana Hotel, jumlah peserta luar biasa banyak, untuk tahun 2012 ini peserta mencapai 920 orang atlet luar  negri dan 200 lebih atlet nasional  (cat 1, cat 2, cat 3, women dan grand fondo), dengan menempuh jarak 285km.


Event Tour de Bintan ini lebih fokus ke balapan dengan sepeda balap, jalanan yang sangat mulus dan steril, panitia yang sangat proffesional menjadi daya tarik bagi teman teman yang mau memacu adrenalin ke level yang lebih tinggi.



Tour de Bintan 2012 adalah event yang ke dua kali saya ikut, tahun ini banyak sekali perbaikan dibanding tahun 2011, misal untuk ikut di cat 2 anda harus di test ITT sejauh 12km (Prologue), kalo tidak lulus akan dilempar ke cat 3, begitu juga di cat 3 ada persyaratan juga...90 orang yang lulus di stage 1 (150km), besoknya boleh lanjut ke stage 2 (82km)  dan stage 3 (38km), seandainya tidak lulus akan turun ke Category 3C (cut time), cat 3C ini start bareng pelaton grand fondo. Semua category (Cat 1,2,3) mempunyai limit waktu yang harus dipenuhi kecuali grand fondo bisa lebih santai.


Ambasador Tour de Bintan 2012 :  Top Pro Cyclist Japan Takashi Miyazawa dari team Saxo Bank

Ambasador Tour de Bintan 2011: Top Cyclist Australia World Champion Cameron Meyer


Beberapa hal yang perlu diketahui khususnya pengertian Category di Tour de Bintan:

Category 1 


Estimated average speed of the peloton on a flat 150km ride: 42km/h 

Characteristics: 

Very experienced cyclist with strong endurance base and acceleration capacity 

Very good bike handling skills and thorough understanding of group riding etiquette and peloton rules 

Has competed at a high level in several strong amateur competitions in the region or abroad. 

Weekly training mileage: over 300km 

Spots for this category are limited to 110 cyclists

Category ini lebih diperuntukan untuk Atlet, jika anda mengikuti cat 1 disarankan anda adalah seorang atlet Pro atau Pelatnas, supaya bisa bersaing dengan atlet dari luar (australia, eropa), banyak juga diantara mereka (australia dan eropa) adalah para hobbies, mereka sudah setengah atlet (extreme hobbies) dan kuat sekali, seorang pembalap hobbies sanggup menduduki posisi GC (General Classification), bisa bersaing dengan atlet pelatnas Indonesia, gimana dengan atlet pro mereka?

Category 2


Estimated average speed of the peloton on a flat 150km ride: 39km/h 

Characteristics: 

Experienced cyclist with solid endurance base 

Good bike handling skills and a good understanding of group riding etiquette and peloton rules, 

Takes part regularly in local competitions and weekly group training rides. 

Weekly training mileage: 200-300km 

For safety reasons only the first 110 Category 2 cyclists in the SAXO Prologue start in the Category 2 peloton for the Tour stages. Category 2 cyclists who do not make the cut, start in the Category 3 peloton.

Category ini masih tetap diperuntukan buat kalangan atlet, tidak extreme seperti di Cat 1, tahun 2011 lalu saya sempat mengikuti cat 2 karena salah registrasi, tahun 2011 belum ada test ITT, jadi siapapun boleh ikut asal yakin mampu dengan average speed 39km dengan distace 150km.

Saya sangat senang bisa mencoba cat 2 walaupun kewer kewer, finish dengan urutan 60...ha..ha..pembalap level penggemar sangat tidak disaranin mengikuti category 2. Di TDB 2012 bagi yg tidak memenuhi limit waktu akan start bareng dengan cat 3.

Category 3 


Estimated average speed of the peloton on a flat 150km ride: 36km/h 

Characteristics: 

Good cyclist with decent endurance base 

Good bike handling skills and knowledge of group etiquette to ride safely in a peloton. 

Weekly mileage: 100-200km per week 

For safety reasons only the first 90 cyclists of Category 3 will be allowed to start in Category 3 for stage 2 and 3. Cyclists of Category 3 who finish outside the first 90 on stage 1 will start in the recreational category for stage 2 and 3. Their times will still be recorded and accumulated in the general ranking.

Category ini diperuntukan buat Atlet dan Extreme hobbies yang mampu mencapai average speed 36km dengan distance 150km, hanya dipilih 90 cyclist di cat 3 untuk melanjutin ke stage berikutnya...stage 2 dan 3, yang tidak lulus akan start bareng di pelaton grand fondo, ini dikenal dengan Cat 3C (Cut time).

 Category Women


Estimated average speed of the peloton on a flat 150km ride: 35km/hr 

Characteristics: 

Good cyclist with endurance bas 

Good bike handling skills and knowledge of group etiquette to ride safely in a peloton. 

Weekly mileage: 100-200km per week 

For the women's category these are the minimum requirements. More able and stronger female cyclists will also start in this category. 

Hanya pembalap wanita yang punya kemampuan average speed 35km - distance 150km yang sanggup di category ini, kebanyakan atlet wanita, sangat jarang ditemukan pembalap wanita di kalangan hobi.

 Gran Fondo



Any cyclist who would like to take on the challenge of completing any or all stages of the Tour de Bintan. Note that generous cut-off times are applicable.
Gran Fondo translates (freely) to "Big Ride", an apt name for the stages of the Tour de Bintan.
Grand Fondo, bukan category kompetisi (Endurance ride), anda bisa menikmati jalan dan pemandangan indah di pulau Bintan, bagi yang belum pernah pengalaman di event ini, bisa coba di category Grand Fondo dulu setelah itu tahun depan baru tetapkan target.


Aturan pinalti Cut-Off Times :

Stage 1:

Km 73 cut-off time is 12:00. Cyclists that do not make the cut-off time are not allowed to continue.
Km 125 cut-off time is 14:20. Cyclists that do not make the cut-off time are not allowed to continue.
Km 150 cut-off time is 15:30. Cyclists are allowed to cross the finish line, but will be disqualified in the results.

Stage 2:

Km 68 cut-off time is 10:40. Cyclists that do not make the cut-off time are not allowed to continue.
Km 80 cut-off time is 11:15. Cyclists that do not make the cut-off time are not allowed to continue.
Km 82 cut-off time is 11:20. Cyclists are allowed to cross the finish line, but will be disqualified in the results. 

Stage 3:

Km 38 cut-off time is 14:00. Cyclists are allowed to cross the finish line, but will be disqualified in the results.

Note: Anda akan dikenakan biaya S$20 jika berpindah category, sebelum anda mendaftar pastikan category sesuai dengan kemampuan anda.


Pengalaman selama mengikuti Tour de Bintan 2011 -2012 :

Saya mengancungkan jempol buat Meta Sport sebagai event organizer Tour de Bintan, luar biasa teratur, proffesional dan bergengsi, hampir 85% peserta yang ikut berasal dari luar negri seperti Singapore, Malaysia, Philipines, Australia, Italia. 

Kondisi jalan sangat mulus dan steril, penempatan personil yang jaga di setiap tikungan jalan selalu siap membantu anda jika salah rute, pengamanan dari pihak aparat kepolisian bintan sangat bagus (ada sekitar 245 personil polisi dikerahkan untuk mengamankan event TDB tahun ini), bagi anda yang suka race dengan kecepatan tinggi dan mau berkompetisi saya sangat menyarankan anda untuk mengikuti event ini, dijamin puas.

Bagi yang belum pernah ikut race ini disarankan untuk mengikuti kelas Grand Fondo terlebih dahulu, anda bisa mempelajari rute (tanjakan / turunan) dengan santai, setelah itu tahun depan baru tetapkan target yang mau dicapai.


Stage 1 - 150km


Jika anda (penggemar ) memang berniat mengikuti event ini khususnya di kelas kompetisi (Cat 2 / Cat 3) anda benar benar harus serius latihan, tanpa latihan yang benar anda akan kecewa berat saat race, semua persiapan dari sepeda, nutrisi harus terpenuhi dengan baik.

Tour de Bintan 2012 ini khususnya di Cat 3 sangat ramai, di hari pertama stage 1, jumlah peserta mencapai hampir 400 orang, resikonya besar sekali saat start race, kondisi jalan di bintan yg rolling ini yang menyebabkan banyak terjadi kecelakaan, info yang saya dapat, jumlah kecelakaan yang terjadi di hari pertama adalah 40 kasus di semua category, banyak pembalap yang memanfaatkan moment saat turunan supaya hemat energi saat melewati tanjakan, karakter rolling di bintan ada 2 tipe: rolling hill pendek dan rolling hill panjang, bagi peserta yang belum pernah ikut dan mencoba trek di bintan akan bingung dalam shifting gear, sebagai contoh : saat start awal, posisi gear depan di set paling besar (53 atau 50), sproket belakang no 2  paling atas karena permainan kali ini adalah bermain speed, sekali start speed bisa dengan cepat mencapai 30km ke atas, kalo melewati rolling hill pendek nggak masalah dengan crank depan besar, nah yang masalah adalah saat melewati rolling hill panjang yang merayap yang secara kasat mata tidak begitu kelihatan dari jarak jauh, pelaton yang tidak siap mengoper ke gear depan kecil akan ada jeda pelan beberapa detik, disaat itulah pelaton belakang yang masih memanfaatkan moment turunan akan langsung ketemu di ujung turunan dan terjadilah tabrakan beruntun, ini sangat perlu diperhatikan untuk menghindari tabrakan beruntun.





Saya sendiri mengalami kasus tersebut di tahun 2011 saat di km 98 turunan, beberapa pembalap mulai kelelahan dan kurang waspada, saya ditabrak dari belakang saat kecepatan tinggi, anting RD patah, tapi saya sendiri aman, pelaton belakang tabrakan beruntun, terpaksa saya harus melanjutin sampai finish dengan harus turun dari sepeda untuk naikin rantai setiap ketemu tanjakan, karena shifting sudah tidak berfungi, sangat tersiksa sekali, beberapa kali kram, tapi akhirnya finish juga di urutan 60 Cat 2. TDB 2011 lebih berat disebabkan kondisi jalan basah karena hujan.

Begitu juga dengan TDB 2012, saya turun di kelas Cat 3, terjadi lagi tabrakan beruntun saat di hari pertama di km 28 saat memperebutkan poin KOM (King Of Mountain), ketahan di leher pelaton depan saat memasuki rolling tanjakan merayap, akhirnya terlempar ke Cat 3C karena tidak masuk 90 besar, saya akan mecoba lagi di TDB 2013 mendatang, never give up, TDB 2012 lebih mudah dibandingkan tahun 2011 karena kondisi cuaca sangat mendukung, tidak terlalu panas, hanya mendung.

Selain itu, salah satu yang paling saya suka adalah perolehan result hasil lomba, anda bisa langsung melihat hasil perolehan waktu anda langsung melalui internet saat itu juga,  di http://www.tourdebintan.com/results.php atau jika anda ingin melihat posisi team atau teman anda, cukup klik Live Race Tracker, cukup dengan memasukan no peserta dan search, sangat mudah.

Teknologi tinggi : Timing Chip dengan frekwensi radio dipasang di seatpost 
  
Ada celah kekurangan di teknologi Chip Frekwensi radio ini, saya mengalami sendiri, begini ceritanya: setelah crash kecelakaan saat di km 29-30 (KOM), kondisi sepeda saya khususnya di seatpost melorot ke bawah, baut dol karena hentakan sangat keras saat jatuh, saya berusaha terusin gowes dengan kondisi gowes seperti orang jongkok di toilet selama 22km, menurut petunjuk peta di km50 ada drink station dan saya berharap bisa menemukan kunci L , ternyata sampai di drink station tidak tersedia tools (kunci L) tsb, saat itu saya sudah ditinggal pelaton sendirian (berhenti 10 menit-cari kunci L) sudah tidak mungkin bisa mengejar mereka, saya coba paksain gowes, 3km kemudian kaki kram karena posisi duduk terlalu jongkok, akhirnya saya pasrah dan masuk mobil, untuk mengobati kekecewaan, kami melanjutkan perjalanan mengejar pelaton depan dengan mobil, senang juga bisa melihat pelaton depan beraksi, sampai di garis finish dan saat itu juga mobil kami melewati lintasan sensor, posisi sepeda saya ada di belakang bagasi mobil dan ke scan saat itu juga karena memakai frekwensi radio, saya dianggap finish di stage 1 padahal saya tidak finish, seandainya ada yang mau berbuat curang, dengan cara seperti ini bisa terjadi(masukan buat panitia).

Posisi start sangat menentukan anda untuk masuk di 40 besar, bersiaplah di garis start depan sebelum dipanggil panitia, posisi depan akan membuat anda lebih nyaman dan tidak terlalu stress saat pelaton mulai "break away" tetaplah semampu mungkin bertahan di posisi leher depan pelaton.

Beberapa komunitas sepeda balap dari Jakarta yang ikut Tour de Bintan 2012 di kelas kompetisi adalah dari Klub KGB (Kelapa Gading Bike), SCT (Serpong Cycling Team) dan MCT (Monas Cycling Team) sedangkan di category Grand Fondo dari klub PCC (Puri Cycling Club).


Medali Finisher Tour de Bintan 2012 & 2011 



Anda juga harus mempunyai stamina endurance yang bagus karena total jarak lomba adalah 282km (2 hari) dengan varian tanjakan grade rata rata 5%-7%, resiko kram sering terjadi.
Kondisi kesehatan harus fit 100%, jika anda baru sembuh dari sakit (flu atau radang tenggorokan, biasanya penyakit ini nongol saat bulan Oktober - November karena cuaca) atau masih flu /radang, saya sarankan anda batalkan saja ikut di event ini, anda dijamin "kewer kewer" dan mungkin tidak akan finish.

Akomodasi ke pulau Bintan bisa ditempuh dengan 2 cara, dengan pesawat terbang direct langsung dari Jakarta ke Tanjung Pinang atau melalui Singapore dengan feri. Jarak tempuh dari Raja Haji Fisabilillah International Airport Bintan ke Nirwana hotel sekitar 1.5 jam dengan kendaraan mobil, lebih dekat kalo melalui Singapore sekitar 25 menit sampai di Nirwana Hotel dengan Feri.



Layaknya aturan UCI, di Tour de Bintan ada beberapa hal yang tidak diperbolehkan seperti : dilarang memakai helm aero, wheelset disc atau profile lebih dari 2.5cm, jersey compress dan  sleeveles, Triathlon handlebar, berat sepeda harus sesuai UCI technical regulation for bicycle

Pemenang GC (General Classification):

Heksa Prya Prasetia (Cat 1)
 dinobatkan sebagai King of Mountain (Polkadot jersey) + ACE Sprint (Green jersey) 

Tour de Bintan 2013 : Setioso mengatakan Pemkab rencananya akan membangun rambu permanen rute Tour de Bintan kedepannya. Keberadaan rambu ini bisa jadi acuan bagi pesepeda lokal atau wisatawan asing yang hanya ingin latihan di jalur Tour de Bintan. Even tahunan yang digawangi resort wisata terkemuka di Lagoi yang bekerjasama dengan Pemkab Bintan ini menjadi ajang potensial meningkatkan kunjungan wisata ke Bintan.


Race Director, Matthe Vijverberg mengatakan, "Prestise Tour de Bintan jelas berkembang saat ini. Peserta yang ikut lebih kuat dan lebih terorganisir secara tim dalam setiap kategori yang diperlombakan," ujarnya. 

Sampai ketemu di Tour de Bintan 2013.....

Happy Cycling......