; 𝐀𝐥𝐥𝐞𝐧'𝐬 𝐀𝐝𝐯𝐞𝐧𝐭𝐮𝐫𝐞

Cari Blog Ini

Selasa, 25 Juni 2013

Team Time Trial (TTT) Sinar Mas Land - ti.Phone & Kejurnas ISSI Criterium Race 2013




Inilah event yang ditunggu tunggu oleh pecinta sepeda balap / roadbike khususnya hobies amatir dan professional atlet...Team Time Trial & Criterium Race 2013.
Event ini di sponsorin Sinar Mas Land melalui BSD City bekerjasama dengan ti-phone dan Forum Penggemar Sepeda Jakarta (FPSJ) serta PB ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia). 

Kejuaraan tersebut akan memperlombakan dua kategori balap sepeda, yakni Criterium Race dan Team Time Trial 2013 di area BSD City pada tanggal 22 Juni 2013.


Team Time Trial diikuti oleh 42 team dari 30 klub komunitas penggemar sepeda balap diseluruh Indonesia, dengan jumlah peserta mencapai 336 pembalap.

Lomba balap Kejurnas ISSI Criterium Race dan Team Time Trial 2013 sendiri merupakan bentuk dukungan Forum Penggemar Sepeda Jakarta (FPSJ), Sinar Mas Land bersama ti-Phone dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan atlit balap sepeda di Indonesia, sekaligus mempromosikan kegiatan olahraga balap sepeda sebagai olahraga yang menyehatkan, menyenangkan bagi para penggemar sepeda balap di seluruh Indonesia.

PB ISSI selaku induk organisasi balap sepeda di Indonesia juga menyatakan sangat mendukung Kejurnas ISSI Criterium Race 2013 diselenggarakan di BSD City. Hal ini diungkapkan Edmound JT Simorangkir Ketua Umum PB. ISSI yang mengatakan,”Kejurnas ini merupakan salah satu wujud eksistensi Bangsa kita dikancah dunia balap sepeda Internasional, karena nantinya hasil Kejurnas akan dicatatkan dalam poin rangking pada tingkat dunia, kejurnas dilaksanakan oleh setiap negara di seluruh dunia pada minggu ke 26 pada setiap tahunnya.


Mengenai lomba balap sepeda TeamTime Trial itu sendiri, Ary Gunari, menjelaskan dalam kategori tersebut, para peserta akan dinilai berdasarkan urutan waktu tercepat dari urutan pebalap ke 5 dengan menempuh jarak 12 km. Peserta kategori ini berasal dari kalangan klub komunitas penggemar sepeda balap, masing-masing team terdiri dari delapan orang, dimana 3 orang berusia di bawah 35 tahun dan sisanya diatas 35 tahun.“Kategori ini diperlombakan dengan tujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakkan para anggota klub, mengingat lomba ini membutuhkan kerja sama yang baik dari suatu tim,” ujar Ary Gunari.

Ketua Komunitas PB ISSI dan Ketua SCT, Partahi Sihombing 

Rute TTT area Foresta - BSD jarak +/- 12km

Rute Criterium race area Foresta - BSD

Tanggapan penulis:

Event kali ini berjalan dengan baik, dari segi keamanan dan keselamatan saat race terlihat banyak sekali marshall yang menjaga di setiap pertigaan jalan begitu juga dengan tersedianya beberapa mobil ambulance.
Event balapan di kawasan BSD Serpong ini adalah event yang ke-4 kali diselenggarakan oleh FPSJ bekerjasama dengan beberapa sponsor, sayangnya event kali ini tidak memakai fasilitas alat "Transponder" saat finish, perhitungan waktu masih memakai cara manual (stopwatch), tahun lalu sudah memakai fasilitas "Transponder".

Thanks God, tahun ini team kami berhasil mempertahankan gelar juara 1 seperti tahun sebelumnya, keberhasilan team kami tidak terlepas dari latihan rutin selama hampir 3 bulan, penuh suka duka, perjuangan saat bangun pagi dan kesibukan rutinitas tidak menghalangi keseriusan latihan, dengan dilatih oleh coach Fanny Gunawan dan dukungan dari teman teman SCT kami semakin percaya diri bisa menang.



Bersama Coach Fanny Gunawan

Kata kunci untuk menang di event TTT ini adalah "Kekompakan" dan "Rela berkorban" hanya 2 unsur itulah kunci kemenangan, lomba team seperti ini jika banyak yang kuat tapi tidak mempunyai 2 kata kunci itu maka semuanya akan sia sia....


Kekompakan:


Yang kuat tidak akan mungkin bisa tarik di depan terus menerus, kalaupun sanggup, speed akan menurun, anda butuh support dari team untuk menjaga speed yang konstan, teknik kami adalah speed, recovery (konstan), speed, recovery (konstan), ada team yang khusus narik dengan speed tinggi, ada team yang khusus mempertahankan speed supaya konstan (recovery), anda butuh kekompakan / kerjasama team.




Rela berkorban untuk team :

Beberapa dari kita mungkin akan merasa yang namanya "copot" saat di balapan team adalah sangat memalukan, saya rasa persepsi itu harus diubah, itu tidak benar, malah kebalikannya, biasanya yang posisi "copot" dari pelaton itulah yang melakukan effort yang luar biasa, tarikin pelaton sampai tenaga terakhir biasanya saat menjelang final lap, dia rela berkorban untuk team supaya bisa menang, dia menjaga "pace" supaya teman teman dibelakang bisa mengikuti.

Dibutuhkan kerelaan hati dari masing masing anggota untuk memberikan effort 100% demi kemenangan team, anda butuh bimbingan Coach dan latihan teratur.




Hasil perolehan waktu saat event TTT FPSJ 2013 :

Juara 1 SCT SATRIA 17 : 50.410

Juara 2 KGB Merah 17 : 54,170 

Juara 3 BHHH2 2 18 : 11,342 

Juara 4 MCT Garuda 18 : 12,541

Juara 5 KGB Hijau 18 : 13,833 

Juara 6 TSBC Putih 18 : 18,561

Juara 7 Cheesoen Kaltas 18 : 17,239

Juara 8 Puri Cycling Club A 18 : 29,667

Juara 9 Pondok Indah Cycling (PIC) 18 : 42,312 

Juara 10 Total Bandung 18 : 55,456 


Setelah selesai mengikuti event Team Time Trial, saya mencoba mengikuti lagi Criterium Race kategori Master B (Usia 40-49th), di kelas ini banyak mantan atlet yang ikut dan speed lebih dasyat dibandingkan kelas Master A (35-39th) (lihat gambar dibawah result time) ini kesempatan bagi saya belajar mendapatkan pengalaman lebih banyak saat melakukan sprint di garis finish, alhasih saya menduduki 5 besar yaitu di posisi 4.

Criterium Race akan dibagi menjadi empat kategori, Men Elite (diatas 19 tahun), Men Junior (usia 17-18 tahun), Master A (usia 35-39 tahun) dan Master B (usia 40-49 tahun) dan akan diisi oleh pembalap dari masing-masing pengurus provinsi ISSI di seluruh Indonesia


Teknik bermain di criterium sangat jauh berbeda dengan teknik di TTT, di criterium race anda dituntut untuk sabar dan jeli memanfaatkan peluang, bagaimana anda "safe energy", kapan anda melakukan attack untuk mendapatkan point, posisi anda setelah melalui tikungan dan formasi kedudukan anda di pelaton saat di lap terakhir, setiap detik akan sangat berharga, jika anda lengah, anda tidak akan bisa mendapatkan "posisi leher".

Anda harus mengetahui siapa saingan anda dan jangan sekali kali melakukan attack sendiri, ikutilah pergerakan lawan anda, usahakan berada di posisi belakang lawan yang menjadi saingan anda (jangan sampai anda di depan dan saingan di belakang anda) sangat tidak menguntungkan saat memasuki posisi sprint.

Saat memasuki posisi sprint (posisi di "leher pelaton")

Suasana ramai di stand Belfoods

Team SCT Spring

 Team SCT Icon 

Team MP3+ Cycling

Team Gonaku Cycling

Team Green Fly Cycling

Salam Gowes....

Rabu, 20 Maret 2013

Wheelset Fulcrum Racing Zero Competition 2013 Limited Edition Review




Halo Guys, kita ketemu lagi, setelah sekian lama saya tidak menulis di blog ini dikarenakan masalah dengan tangan kanan mengalami masalah patah (Fraktur), jadinya ngetik dengan satu tangan, 7 bulan lalu pergelangan tangan kiri, sekarang tangan kanan...ha.ha..
Lanjut, Anda mungkin bertanya ? Ngapain si Allen mereview wheelset Alu yang kanon katanya sudah banyak ditinggalin konsumen dan pada beralih ke wheelset berbahan Carbon.

Pemikiran negatif mengenai wheelset berbahan Alu :
  • Wheelset bahan Alu itu berat...
  • Wheelset bahan Alu ini nggak ada profilenya...Aero nya kurang dapat...
  • Modelnya kurang menarik dan kurang ekslusive...
Sebelum saya membahas review ini, perlu teman teman ketahui, review produk ini tidak di sponsorin oleh perusahaan bersangkutan atau pihak lain dan ini murni dari hasil pengalaman saya (saat lomba, touring dan pemakaian sehari hari) selama memakai produk ini dan tentunya dengan predikat "Sangat Memuaskan", karena sangat memuaskan...saya mencoba berbagi pengalaman ini dengan anda.
Dan saya sendiri bukanlah penggemar merek Fulcrum, butuh waktu 4.5 tahun, saya baru melirik merek ini.


Anda mungkin bisa search di google mengenai produk ini secara lebih detail, saya mencoba menyajikan inti nya saja.
Perlu anda ketahui, wheelset dengan merek Fulcrum Racing Zero Competition yang kita bahas kali ini adalah wheelset berbahan aluminium Limited Edition / diproduksi terbatas dengan jumlah produksi di seluruh dunia hanya sekitar 2.012 pair, tipe lain dari Fulcrum seperti Fulcrum Racing 1 Limited Edition tidak saya bahas karena menurut saya kurang "Sempurna".

Beberapa keunggulan produk ini :

Rim: Berbahan aluminium ringan dengan kualitas cetakan / modding yang lebih rapi dan presisi dibandingkan tipe standard, tidak perlu memakai rim tape buat ban dalam karena permukaan rim di bagian dalam nya tanpa ada lubang. Tipe wheelset ini adalah Clincer, dengan pemilihan ban luar yang benar, anda akan menemukan ban Clincer dengan "rasa" Tubular dan Rolling Resistance yang kecil, beberapa hasil review, ban tipe Clincer mempunyai Rolling Resistance lebih kecil dibandingkan ban tubular.

    



Hubs: Tipe Limited Edition ini memakai hubs berbahan karbon dengan bearing yang luar biasa ngacir "Cult" Ceramic Ultimate Level Technology dengan material Cronitect Steel, anda tidak perlu terlalu repot maintenance dengan grease, cukup dengan beberapa tetesan oli khusus ceramic bearing (6 bulan sekali).


Hasil test perputaran roda 500Rpm sanggup bertahan selama 45 menit tanpa berhenti, dengan bearing lain hanya sanggup bertahan 5-10 menit.
Di wheelset Racing Zero Limited Edition yang saya pakai sendiri, saya mengganti bearing Cult dengan bearing merek "Ceramic Speed", hasilnya adalah "cukup menyesal", dengan budget yang lumayan untuk membeli bearing Ceramic Speed ternyata hasil 'ngacirnya' kurang lebih sama dengan bearing Cult, perbedaan paling terasa, jika sebelumnya anda memakai wheelset non ceramic atau low end ceramic, sebelum memakai wheeset Fulcrum Limited edition ini, saya telah mencoba bearing beberapa merek lain seperti Mavic Ksyrium SL, R-SYS, Zipp, Campagnolo, Reynold, FFWD dan HED, nah disini anda akan merasakan sensasi yang berbeda dengan bearing Cult atau Ceramic Speed.
Saat riding, anda akan merasakan kesamaan "smooth" diantara kedua merek bearing tsb (Cult dan Ceramic Speed), Jadi, janganlah menghamburkan uang anda, teknologi Cult sudah lebih dari cukup, Tetapi dengan putaran wheels 500Rpm, Bearing Ceramic Speed lebih unggul 5 menit dibandingkan bearing Cult.

Bearing Ceramic Speed

Spokes: Berbentuk lempeng pipih dengan tujuan maximal aerodinamis dengan jumlah 16 batang di wheel depan dan 21 batang di wheel belakang.
Salah satu keunikan jumlah spokes di merek Fulcrum / Campagnolo adalah di wheelset belakang dengan komposisi kiri kanan berbeda jumlah batangannya dikenal dengan 2:1 Two-to-One spokes ratio yang mengakibatkan rotational dan inertia stiffness semakin mantap.


"When you push on the pedals, the rotational force on the sprocket induces a slackening of the freewheel spokes with a consequent loss of rim tension. This results in undesirable flex of the whole wheel and an unavoidable loss of energy. Fulcrum® has solved this classic cycling problem with its 2:1 Two-to-One™ Spoke Ratio patent, by doubling the spokes in the critical zones."

"As a result there are two spokes which carry out the function of one, slackening and torsion are limited and the transfer of the athlete’s power is much more effective."

Weight: Total berat wheelset ini 1435gr, dengan mengganti quick release bawaan Fulcrum dengan merek lain berbahan titanium carbon akan tercapai berat 1385gr.
Anda juga bisa upgrade inner tube (ban dalam) ke merek Foss.



Pengalaman saya dengan wheelset Fulcrum Racing Zero Limited Edition:

Wheelset ini sangat bagus dipakai untuk competition dan pemakaian sehari hari, saya sangat puas dengan produk ini, stiff, smooth and light, sampai sekarang saya belum menemukan wheelset berbahan aluminium (tanpa profile) yang seperti ini.

Untuk pemakaian sehari hari, 1 minggu distance latihan antara 300km - 400km, flat - tanjakan, 3 bulan sekali saya melakukan maintenance oli ceramic di bearing, melalui kondisi jalan kadang berlubang disertai polisi tidur yang dengan jumlah trap yg banyak (daerah foresta BSD arah ke Icon), posisi rim sama sekali tidak berubah balance nya (inertia), saya anjurin per 8000km di balancing ulang walaupun kadang tidak ditemukan adanya pergeseran.

Saya memakai wheelset ini juga di even kompetisi, khusus nya saat race Criterium dan Tanjakan, dengan wheelset ini saya sangat puas dengan performance dan durability nya. Saat di even Criterium Roadrace Tour de Khatulistiwa 2013, saya turun dengan wheelset ini dan menduduki posisi 2, kondisi angin yang bertiup kencang tidak menjadi masalah begitu juga saat melakukan sprint, stiff, agresif dan "ngacir", Torsional stiffness nya adalah 6.2kg/mm, sedangkan untuk ITT jarak diatas 10km saya tidak terlalu menganjurkan memakai rim tanpa profile, serasa kempos di speed tinggi.



Salam gowes......





Selasa, 26 Februari 2013

Tour De Khatulistiwa 2013






Event Tour De Khatulistiwa 2013 bertepatan dengan perayaan festival Cap Go Meh 2564 / 2013, yang merupakan salah satu budaya Tiong Hoa yang sangat terkenal di Kalimantan Barat, event tersebut dikemas dalam satu paket (balapan sepeda di dalam kota dan touring bersama memperebutkan Piala Tetap dan Medali Menko KESRA) untuk menarik pariwisata mancanegara dan Internasional. 

Kegiatan ini diikuti 300 peserta (komunitas atau grup bersepeda), peserta khusus masyarakat dari dalam kota dan umum dari luar kota Pontianak. Jalur bersepeda yang dilalui mengitari jalan raya / race dalam kota Pontianak dan akan dilanjutkan besok harinya yaitu Touring bersama ke Singkawang atau Singkawang Endurance Challenge.



Event Tour de Khatulistiwa dibagi menjadi 2 bagian :

1. Pontianak City Road Race / Criterium, 22 February 2013 (jumat pagi-sore) , satu satunya event balapan criterium yang diadakan di dalam kota Pontianak, dengan jarak 8 putaran (+/-32km), disini cara permainannya adalah bermain cepat dan agresif (tarkam style), dengan route jalan dalam kota Pontianak, dengan start dan finish dari jalan Gajah Mada - menyelusuri jalan Pahlawan - masuk ke jalan Tanjungpura - masuk menuju ke jalan H Agus Salim dan berputar kembali ke jalan Gajah Mada. 



Peserta bersepeda dari beberapa kategori mulai berkumpul jam 05.45 wib, Dan start akan dimulai jam 06.15 wib oleh Menpora RI, sampai dengan selesai.

Start dan rincian jarak tempuh para peserta lomba dalam 1 putaran @ 4,2 km dengan ketentuan sbb :

1. Master C (usia 50 keatas) : 8 putaran (Start dari jam 06.15 –07.45 wib) 
2. Master B (usia 40-49) : 8 putaran (Start dari jam 08.00–09.30 wib) 
3. Master A (Usia 30-39) : 8 putaran (Start dari jam 09.45 –11.30 wib) 
Catatan: Race Master A, B, C khusus KOMUNITAS dan tidak berlaku untuk Atlet dan Mantan Atlet
4. Master Expert (Mantan Atlet, usia 35 keatas) : 8 putaran (Start dari jam 13.45 –14.30 wib)
5. Man Open (Atlet dan non atlet, usia 17 tahun ke atas): 8 putaran (Start jam 14.45 –15.45 wib).

Kelas Master C


Dan dilanjutkan Penyerahan Piala Tetap Menko KESRA RI, yang diserahkan oleh Bapak HR. Agung Laksono.




2. Singkawang Endurance Challenge 153 KM, dengan rute Pontianak - Singkawang adalah Tantangan Ketahanan Bersepeda 1 Etape dan dengan 4 POS pemberhentian, konsep Singkawang Endurance Challenge adalah touring bersama sejauh 153km, dengan pengamanan dari pihak Kepolisian dan panitia penyelenggara, rute yang dilalui sangat menyenangkan. Selain Bersepeda ada acara bakti sosial yang dapat membantu kesejahteraan masyarakat yang tidak mampu diwilayah Pontianak dan Singkawang. Serta diisi dengan hiburan seremonial seperti acara pesta rakyat kesenian: musik, penyanyi, dan atraksi kebudayaan.

Medali Finisher Singkawang Endurance 153km

23 February 2013 (Sabtu pagi) 
Peserta berkumpul jam 6.00 dan Start dimulai pukul 7.00 dari depan halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat dan dilepas oleh MENKO KESRA RI, MENPORA RI, dan didampingi Gubernur / Walikota.

23 February 2013 (Sabtu sore-malam)
Finish pukul 15.00 di Singkawang dan diterima oleh Walikota. Pukul 19.00 para peserta bersepeda diundang ramah tamah bersama Walikota dan pejabat kota Singkawang. Selain itu ada pembagian Medali Penghargaan dari Kemenko bidang KESRA RI kepada para peserta bersepeda bersama para Menteri dan Pejabat Kota Singkawang 

24 February 2013 (Minggu pagi-siang)
Peserta bersepeda konvoi mengawali pembukaan acara CAP GO MEH di Singkawang serta mengikuti acara tradisi karnaval CAP GO MEH sampai selesai

24 February 2013 (Minggu siang-sore)
Pukul 11.00 peserta kembali ke hotel masing-masing untuk makan siang dan persiapan peserta bersepeda kembali ke Pontianak dari Singkawang menggunakan bis malam Gala Dinner bersama Gubernur Kalimantan Barat dan Walikota Pontianak dan undian doorprize.



Tanggapan penulis atas Event Tour De Khatulistiwa 2013:

Menurut saya sebagai penulis di blog ini, secara keseluruhan acara ini berjalan dengan sangat baik dan memuaskan, beberapa rute yang saya anggap akan terjadi masalah / kecelakaan ternyata jauh dari yang diperkirakan, anda coba bayangkan, lomba / race di tengah kota yang menjadi sentral perdagangan kota Pontianak, ada pasar, banyak gang di sepanjang jalan raya, ruko ruko, dengan pengawalan dari aparat kepolisian dan kontrol dari panitia pelaksana semua berjalan dengan aman dan lancar dengan zero accident, hebat.
Kondisi jalan aspal saat race di kota Pontianak agak "bergelombang", tapi tanpa ada lubang, semua di aspal ulang, ada satu tikungan tajam dan sempit di lokasi jalan Agus Salim, tapi tidak ada kendala, semua berhasil melewati rute tsb.

Beberapa area jalan bisa anda lakukan untuk meninggalkan lawan / breakaway seperti di rute jalan Gajahmada (datar dan arah angin bertiup sejajar) atau di jalan Agus Salim (dengan tikungan yg cukup tajam dan sempit), ada juga rute yang panjang tapi dengan hambatan tiupan angin yang kencang seperti di jalan Tanjungpura.

Begitu juga dengan kondisi saat Touring ke Singkawang, jumlah peseta yang begitu banyak bisa di tangani oleh aparat kepolisian dan panitia dengan sangat baik, ini sangat jarang saya temukan di event touring lain, pelaton yang terbagi bagi masing masing di kontrol oleh marshal dengan motor, jadi anda tidak perlu khawatir terlepas dari pelaton karena pasti ada marshal yang siap mendampingi anda.

Saya sempat 2x mengalami kempes ban saat touring, kesiapan panitia/ marshal patut dipuji, mereka menunggu dengan sabar proses pemasangan ban sampai selesai setelah itu dituntun sampai ke tujuan, begitu juga dengan back up mobil bagi yang tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Anda juga akan disuguhin dengan acara pesta rakyat kesenian: musik, penyanyi, dan atraksi Kebudayaan dan tentunya dengan jumlah makanan berlimpah yang bisa anda nikmati.

Bravo buat panitia pelaksana Tour de Khatulistiwa 2013, ditunggu event berikutnya.

MenkoKESRA Bp.Agung Laksono bersama Panitia pelaksana Bp Asin B.

Persiapan saat mengikuti event race Pontianak City Road Race / Criterium,

Thanks GOD atas semua berkatMu, kami dari team SCT (Serpong Cycling Team) menyabet 2 Piala Tetap MenkoKESRA (Juara 2 dan 3) dan 3 piagam Runner Up 5th di kelas Master A, B, C dan Mantan Expert.

Master A (Usia 30-39) Juara 2 : Allen Gozali , Runner Up 5th : Christian Wijaya
Master B (usia 40-49) Juara 3 : Jimmy Lie
Master C (usia 50 keatas) Runner Up 5th : Halim
Master Expert (Mantan Atlet) Runner Up 5th : Fanny Gunawan

Semua ini kami lakukan dengan latihan yang cukup panjang dan melelahkan, dengan dilatih oleh mantan atlet pemenang medali perak Asian Games; Fanny Gunawan, perjuangan kami akhirnya membuahkan hasil dengan mendapatkan podium.



Di blog ini saya mau berbagi sedikit mengenai suka duka kami sebagai hobies bagian dari komunitas sepeda balap, bagaimana proses latihan dan interaksi dengan teman teman dan usaha kami untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk mendapatkan podium (khususnya dari komunitas penggemar):

1. "Coach" atau "Pelatih", sebelum memulai ini semua, langkah awal adalah mencari pelatih, tanpa seorang pelatih, sia sialah hasil latihan anda, dalam dunia olahraga fungsi dan peran pelatih sangat erat hubungannya dengan capaian prestasi yang diukir oleh atlet, pelatih adalah seorang yang harus tahu tentang semua kebutuhan yang menjadi dasar bagi terpenuhinya kondisi dimana atlet memiliki peluang untuk mencapai prestasi, seorang pelatih dituntut mampu menjalankan profesinya dengan tidak semata mata bermodalkan dirinya sebagai bekas atlet, melainkan harus melengkapi dirinya dengan seperangkat kompetisi pendukung yang penting, diantaranya adalah kemampuan untuk mentransfer pengetahuan keolahragaannya kepada atlet secara lengkap baik dari segi teknik, taktik maupun mental.

Jadi...carilah pelatih terlebih dahulu....



Fanny Gunawan

2. Sang "Eksekutor" atau individu yang mau dilatih, disini perlu saya tekankan, perbedaan karakter pribadi antara Atlet dan Peggemar sangat berbeda jauh, anda tidak bisa melatih seorang "Penggemar" dengan cara latihan Atlet, program latihan harus disesuaikan, "Penggemar" / Hobies disini adalah kebanyakan dari profesional dan wiraswasta, mereka sangat sibuk dan masih mempunyai keinginan untuk berprestasi di bidang olah raga sepeda, tingkat stress juga jauh lebih besar, tingkat umur rata rata 38 tahun ke atas, harus memikirkan rutinitas pekerjaan, dll, berbeda dengan atlet, yang memang sudah difokuskan ke bidang tersebut.
Komunitas penggemar yang berprestasi akan mengikuti kelas Master (A,B,C - berdasarkan umur) saat perlombaan.

Secara pribadi saya ingin menegaskan, dengan adanya pelatih yang baik, tanpa ada keuletan dan disiplin dari anda sendiri, tidak akan bisa naik podium, jadi ini semua kembali ke kita masing masing, anda harus memiliki mental yang pantang nyerah dan rendah hati, tidak sombong, salah satu kekurangan dari level penggemar adalah merasa mengerti semua (terlalu banyak baca di internet, banyak dengar informasi dari orang lain yg tidak expert dibidangnya, merasa paling kuat, dll), padahal secara teori dan praktek di lapangan kadang berbeda jauh, disini anda harus banyak belajar dari pelatih dan mau "Mendengarkannya".

Masa recovery adalah masalah dilematis di kalangan pembalap penggemar, dengan waktu yang sangat terbatas dan latihan yang keras tidaklah gampang, kadang sampai di kantor anda mengalami kelelahan dan ngantuk, pekerjaan terbengkalai, semua ini butuh pengorbanan, saran saya, siapkan waktu sebulan atau dua bulan untuk latihan intensif, prioritaskan program latihan diatas segalanya, jika anda ingin naik podium, Anda cukup latihan intensif 2 bulan sebelum lomba tentunya dengan seorang pelatih yg prof, jika anda berlatih dengan program yang benar, anda tidak perlu menghabiskan waktu yang panjang untuk berlatih, sehari cukup 1-1.5 jam (tentunya anda sudah memiliki basic sebelumnya, sudah pernah ikut lomba, pernah dilatih, jam terbang cukup lama), bagi penggemar yang jam terbang gowesnya belum tinggi dan mau naik podium, tulisan saya ini tidak berlaku, pelatih akan melakukan seleksi, apakah anda layak mengikuti race tsb.

Criterium Master A - Podium 2


Bersama Menkokesra Bp. Agung Laksono

Bersama Gubenur Kalbar, Bp Cornelis M.H

3. Dukungan dari teman teman klub komunitas, ini juga sangat penting, tanpa dukungan teman teman, anda akan drop di tengah jalan. Puji Tuhan, di klub kami SCT (Serpong Cycling Team), klub yang diberkati dengan anggota yang sangat mensupport kami, di SCT kami mendapatkan kepercayaaan penuh dari teman teman, mereka meyalurkannya melalui kas dana anggota dan sponsor untuk operasional, beberapa anggota dari kalangan pengusaha tidak tanggung tanggung menyalurkan dana untuk tiket pesawat, hotel, biaya pendaftaran, dll.


Team kami sangat kompak walaupun kadang juga terjadi masalah masalah secara internal tapi kami bisa menyelesaikan itu semua demi kepentingan bersama.

4. Pola hidup yang sehat dan teratur : Menu makanan yang bergizi, tidur malam lebih awal (istirahat cukup) kadang dianggap masalah sepele di kalangan hobies, berbeda dengan Atlet, mereka tinggal dalam satu asrama atau klub, makanan diaturin, semua ada jadwal yang jelas dan teratur, di kalangan hobbies dikarenakan kesibukan pekerjaan kadang aturan diet tidak teratur, yang penting makan dan kenyang, ini akan menjadi bumerang saat latihan besok harinya, tidak akan optimal, cepat letih, gampang sakit.
2 bulan sebelum lomba, saya sendiri menyiapkan semua menu makanan dan supplemen penunjang, saya lakukan dengan terus menerus, makan makanan begizi, berpantang makanan yang terlalu berminyak, asupan supplemen yang seimbang, tidur lebih awal.

Strategi yang diterapakan saat Criterium Pontianak City Road Race 2013:
Ada 2 strategi yang kami rencanakan dalam memenangkan race ini :

A. Dengan teknik ITT (Individual Time Trial), jika ada kesempatan saya akan melepaskan diri dari pelaton dengan bantuan teman teman di team, memasuki km 15 saat memasuki tikungan arah ke rute jalan Tanjungpura, saya melakukan breakaway sendiri (ITT), team kami yang terdepan (3 pembalap SCT narik di barisan depan) menahan pelaton supaya tidak mengejar dengan menurunkan speed pace pelaton, ternyata kami salah prediksi, setelah memasuki jalan Tanjungpura dengan kondisi angin yang sangat kencang, susah sekali untuk menambah speed apalagi melakukan ITT sendiri, karena kondisi tidak memungkinkan, sangat menguras energi, ada beberapa pembalap yang melepaskan diri dari pelaton dan berhasil mengejar, saya memutuskan back to pelaton utama, ini sudah diantisipasi oleh pelatih kami, jika tidak bisa ITT lebih baik kembali ke pelaton sambil lihat sikon di lapangan.
Beberapa pembalap lain melakukan attack / breakaway, hanya dalam hitungan detik terkejar lagi oleh pelaton, average speed pelaton antara 39km- 42km.
Saya memutuskan teknik ITT tidak bisa diterapkan di race ini, lanjut ke rencana ke 2....

B. Dengan teknik Sprint / interval saat mendekati finish 200 meter, dengan pace yang stabil dan dengan average speed sekitar 39km-42km, kondisi sangat berangin, tidak ada pembalap yg mau keluar dari pelaton sebelum memasuki lap terakhir (sudah mulai kelelahan setelah beberapa pembalap coba melakukan breakaway), disini anda membutuhkan kesabaran yang tinggi untuk tetap berada di posisi "leher" pelaton, tetap mempertahankan posisi di leher pelaton (leher pelaton = urutan 3,4,5), memasuki lap terakhir tanpa terasa irama permainan mulai ganas, heart rate mulai tinggi, menang atau kalah akan menjadi taruhan terakhir di lap ini, kejelian untuk melihat peluang dan pengambilan keputusan yang cepat sangatlah penting. Diakhir lap akan banyak yang panik, terlalu cepat sprint padahal jaraknya masih jauh, kalo kita ikut panik, kita akan terpancing untuk melakukan interval yang terlalu panjang, akibatnya akan kehabisan nafas sebelum finish, inilah kesalahan yang telah saya lakukan, saat memasuki tikungan terakhir menjelang garis finish, salah satu pembalap langsung melakukan breakaway (jarak masih +/- 950 meter dari garis finish), karena khawatir jarak yang mulai terpaut jauh, akhirnya saya ikut melakukan breakaway dari posisi saya di pelaton nomor 5, pembalap yg pertama melakukan breakaway mulai kehabisan nafas saat memasuki jarak 500m, saya sempat kaget juga karena saya sudah tidak bisa mengekor, di detik yang menentukan akhirnya saya putuskan untuk melakukan long interval (speed mencapai 64km saat interval panjang, didukung dengan dorongan angin dari belakang dan jalanan datar), mulai kehabisan nafas saat memasuki jarak 200 meter dari garis finish, pembalap dibelakang mulai nyerang, berkat latihan yang keras selama ini dengan menu Interval yang intensif, saat memasuki 200meter saya masih bisa sekali lagi melakukan short interval terakhir / the last sprint (tanpa latihan yang serius, short interval ke 2 nggak bakal bisa anda lakukan), alhasil saya masuk ke posisi 2, seandainya di awal saya tenang dan tidak panik, posisi 1 pasti saya dapat, posisi memasuki garis finish terpaut setengah roda.


The Last Sprint


Podium 2


Kesimpulan: sebelum race, kita boleh menyusun rencana strategi yang akan kita lakukan tetapi kita juga harus jeli dan tanggap akan perubahan situasi saat di lapangan, jika strategi yang kita rencanakan tidak bisa diterapkan, segeralah beradaptasi mengikuti situasi di lapangan, race di sepeda balap tidak hanya mengandalkan kekuatan otot tetapi juga strategi dan secepat apa anda menanggapi situasi yang terjadi di lapangan.

Salam Gowes....