; 𝐀𝐥𝐥𝐞𝐧'𝐬 𝐀𝐝𝐯𝐞𝐧𝐭𝐮𝐫𝐞

Cari Blog Ini

Sabtu, 02 November 2013

GIANT & SRAM Factory Visit 2013 - Tour Of Taiwan


Wow !!! Luar biasa....kali ini saya diberi kesempatan bersama rekan rekan lain untuk mengikuti Tour Of Taiwan yang di kelola oleh Giant Company dan SRAM Company yang bermarkas di Taichung - Taiwan.
Paket tour kami adalah dari tanggal 27 Oktober - 1 November 2013, hari pertama kami mengunjungi pabrik Giant dan SRAM di Taichung setelah itu kami touring bersama di kawasan selatan Taiwan.
Kami sangat beruntung karena ini adalah ke 2 kalinya Giant Company mengadakan open factory visit setelah 4 tahun yang lalu, disini kami bisa melihat proses produksi dari pembuatan Frame, pengecatan, QC sampai ke tahap packing, dengan mesin mesin yang sangat canggih dan luas pabrik yang besar, tidak diragukan Giant Company adalah salah satu pabrik pembuat sepeda terbesar di dunia.




Giant Company berdiri pertama kali di tahun 1972, saat itu mereka belum mempunyai merek dagang (brand) sendiri, mereka hanya sebatas memproduksi sepeda dan OEM (Original Equipment Manufacuring) beberapa merek lain.


Tahun 1985, Giant Corp mulai memproduksi sepeda dengan bahan karbon untuk pertama kalinya dan tahun 1986 mereka mulai melakukan expansi cabang ke eropa dan negara lainnya.





Tahun 1992, Giant mengukuhkan pabrik pertamanya di daratan China dengan memproduksi Frames, Folk dan Rims tetapi mereka mendesign terlebih dahulu di Taiwan dan memproduksinya secara besar di pabrik yang berlokasi di China



Tahun 2011, Giant memproduksi 5.7 bilions sepeda dengan merek Giant dan merek OEM lainnya dengan komposisi 70% merek Giant dan 30% merek OEM (Original Equipment Manufacuring), market terbesar saat itu adalah di China (30%), Eropa (30%) dan US (20%), dengan total dealer di seluruh dunia sebesar 11.275 dealer.


Ini adalah papan petunjuk progress dari hasil kerja karyawan pabrik Giant: sebelah kiri (4:03) jam selesai bekerja, sebelah kanan (0620) adalah target jumlah frame yang diproduksi hari tersebut dengan estimasi actual output (0593) berdasarkan estimasi waktu dan persentase target output (095.6)
Sedangkan papan putih bawah : The signs on the bottom show the goals – less than 20 minutes of downtime on the line per day and at least 96% of the desired output.
Pekerja Giant Taiwan adalah pekerja yang tangguh dan ulet, mereka bekerja dengan sangat cepat dan semangat, etos kerja mereka bagus....kapan pekerja pabrik Indonesia bisa seperti mereka ???

     Show Room Giant - Taichung Taiwan

Pada saat kami mengunjungi pabrik Giant, disana kami sempat menyaksikan salah satu "The Best Aero Road Bike in The World" di produksi dengan volume besar, yaitu Giant Propel Advanced SL 

Giant Company memiliki 3 misi dan visi yaitu: 

1. Performance, 
2. Sport and 
3. Innovative Life Style 

Visi Innovative Life Style adalah salah satu segmen yang sedang dikembangkan oleh Giant, mereka menawarkan Giant Cycling Tour Service seperti yang saya ikutin saat ini, kami bersepeda mengelilingi pesisir pantai dan pegunungan dengan pengawalan mobil, sangat memuaskan service mereka....thanks to Mr. Hou Liang Hsien alias Frank (Giant Adventure Co, Ltd ; Business Planning Specialist) yang telah memandu kami dari awal perjalanan sampai finish ke tempat tujuan dengan selamat dan sangat memuaskan.



Mobil VW khusus pengawalan dengan makanan dan minuman


Setelah selesai mengunjungi Pabrik Giant, kami langsung ke Pabrik SRAM, lokasi sama di daerah Taichung - Taiwan


SRAM Corp berdiri pertama kali di Chicago, Illinois-USA pada tahun 1987, di dirikan oleh Scott, Ray dan Sam, mereka focus pada pembuatan komponen sepeda.
Tahun 2008, SRAM mendapatkan suntikan dana sebesar USD $234.8 millions dari Trilantic Capital Partners (Lehman Brothers).
Di bulan Mei 12, 2011, perusahaan melakukan IPO dengan nilai lebih dari USD $300 million.


Disini saya melihat proses pembuatan komponen dari bahan baku, di proses menjadi komponen seperti Crank, sprocket, FD, wheelset, dengan peralatan teknik yang canggih dan robotik.
Pabrik SRAM di Taichung terlihat lebih banyak memproduksi komponen sepeda MTB dibandingkan Roadbike.


Proses pembuatan Sproket dari bahan mentah menjadi barang jadi


Beberapa informasi tambahan, perusahaan yang di akuisisi oleh SRAM (dalam bahasa Inggris):

1. Sachs Bicycle Components, In November 1997 SRAM acquired Sachs Bicycle Components, including a significant hub gear production line, from Mannesmann Sachs AG, a unit of German telecommunications group Mannesmann AG. Sachs had 1,250 employees and annual revenues of more than $125 million. A new state-of-the-art factory was constructed in Schweinfurt, bringing development and production facilities under one roof. SRAM invested over $1 million (USD) in new engineering and development resources. The remainder of the Sachs company (ZF Sachs) is now owned by ZF Friedrichshafen AG. ZF Sachs mainly deals in parts for motorised vehicles.

2. RockShox, purchased by SRAM on February 19, 2002, was one of the first companies to introduce a bicycle suspension fork for consumer use. Marketing and sales departments were relocated to Chicago, while product development remained in Colorado Springs. A SRAM factory in Taichung, Taiwan was converted to RockShox production after the RockShox acquisition. RockShox is responsible for producing bicycle suspension products (both spring and air) including rear suspension, front suspension forks (for both MTB and pavement usage), suspension lockout remotes, maintenance products and since 2009, the Reverb, a height adjustable seatpost.

3. Avid
Avid Code 2008 Caliper and Disc
Avid Code 2008 Lever
On March 1, 2004 SRAM purchased Avid, a well-known designer and manufacturer of bicycle brake components. Its current line-up includes hydraulic disc brakes, mechanical disc brakes, rim brakes, levers, cables and maintenance products for a range of uses including MTB and cyclocross. They also produce two road bike disc brakes. As with RockShox, Avid's product development continued in Colorado Springs while marketing and sales divisions were moved to Chicago.

4. Truvativ
SRAM purchased Truvativ in 2005, providing SRAM with a line of cranks, bottom brackets, handlebars, stems, pedals, seatposts and chain retention systems. This allowed SRAM to offer a complete drivetrain with the first SRAM branded road groupsets being released the following year.

5. Zipp
On November 6, 2007 SRAM acquired Zipp Speed Weaponry, a company designing and manufacturing high-end carbon wheelsets for use on road-racers, as well as other components such as cranks, handlebars and disc wheels.



 Gudang penyimpanan komponen


 Prototype Road Bike SRAM

Taiwan terkenal dengan salah satu negara surganya touring sepeda, pemandangannya sangat indah dengan kombinasi pesisir pantai dan pegunungan, salah satu yang agak mengecewakan menurut penulis adalah kondisi angin yang sangat luar biasa kencang, kami alami saat di daerah Fongchuisha, sepeda bergoyang kencang saat speed hanya berjalan 10km, saya hampir jatuh menahan terpaan angin, daerah tersebut tidak layak buat bersepeda walaupun pemandangan dan rute jalan yang luar biasa bagus, mungkin juga karena di akhir tahun kondisi cuaca kurang bersahabat (Oktober).

Fongchuisha


 Kenting beach


Losmen sederhana dan bersih hanya dengan 2 tenaga kerja

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah saat kami memasuki daerah perdesaan, losmen dimana kami menginap sangat sederhana dan bersih sekali, jumlah kamar sekitar 25 kamar dan hanya dikelola oleh 2 orang yaitu pemilik hotel (wanita usia 62 tahun) dan seorang pembantu (wanita), bayangkan hanya 2 orang dengan jumlah 25 kamar (1 kamar 3 tempat tidur), mereka memasak bagi kami (+/- 30 orang) saat makan malam dan makan pagi dengan hidangan yang sangat enak, luar biasa etos kerja mereka (ulet / rajin dan ramah), pembantunya ternyata orang Indonesia berasal dari Jawa Tengah.

 




Tour of Taiwan bersama Giant Cycling Tour Service sangat menyenangkan dan memuaskan, penginapan dengan hotel bintang 5  dan makanan berlimpah tidak akan terlupakan. Thanks Giant and SRAM ...... Salam gowes..........

Semoga bermanfaat.

Selasa, 25 Juni 2013

Team Time Trial (TTT) Sinar Mas Land - ti.Phone & Kejurnas ISSI Criterium Race 2013




Inilah event yang ditunggu tunggu oleh pecinta sepeda balap / roadbike khususnya hobies amatir dan professional atlet...Team Time Trial & Criterium Race 2013.
Event ini di sponsorin Sinar Mas Land melalui BSD City bekerjasama dengan ti-phone dan Forum Penggemar Sepeda Jakarta (FPSJ) serta PB ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia). 

Kejuaraan tersebut akan memperlombakan dua kategori balap sepeda, yakni Criterium Race dan Team Time Trial 2013 di area BSD City pada tanggal 22 Juni 2013.


Team Time Trial diikuti oleh 42 team dari 30 klub komunitas penggemar sepeda balap diseluruh Indonesia, dengan jumlah peserta mencapai 336 pembalap.

Lomba balap Kejurnas ISSI Criterium Race dan Team Time Trial 2013 sendiri merupakan bentuk dukungan Forum Penggemar Sepeda Jakarta (FPSJ), Sinar Mas Land bersama ti-Phone dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan atlit balap sepeda di Indonesia, sekaligus mempromosikan kegiatan olahraga balap sepeda sebagai olahraga yang menyehatkan, menyenangkan bagi para penggemar sepeda balap di seluruh Indonesia.

PB ISSI selaku induk organisasi balap sepeda di Indonesia juga menyatakan sangat mendukung Kejurnas ISSI Criterium Race 2013 diselenggarakan di BSD City. Hal ini diungkapkan Edmound JT Simorangkir Ketua Umum PB. ISSI yang mengatakan,”Kejurnas ini merupakan salah satu wujud eksistensi Bangsa kita dikancah dunia balap sepeda Internasional, karena nantinya hasil Kejurnas akan dicatatkan dalam poin rangking pada tingkat dunia, kejurnas dilaksanakan oleh setiap negara di seluruh dunia pada minggu ke 26 pada setiap tahunnya.


Mengenai lomba balap sepeda TeamTime Trial itu sendiri, Ary Gunari, menjelaskan dalam kategori tersebut, para peserta akan dinilai berdasarkan urutan waktu tercepat dari urutan pebalap ke 5 dengan menempuh jarak 12 km. Peserta kategori ini berasal dari kalangan klub komunitas penggemar sepeda balap, masing-masing team terdiri dari delapan orang, dimana 3 orang berusia di bawah 35 tahun dan sisanya diatas 35 tahun.“Kategori ini diperlombakan dengan tujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakkan para anggota klub, mengingat lomba ini membutuhkan kerja sama yang baik dari suatu tim,” ujar Ary Gunari.

Ketua Komunitas PB ISSI dan Ketua SCT, Partahi Sihombing 

Rute TTT area Foresta - BSD jarak +/- 12km

Rute Criterium race area Foresta - BSD

Tanggapan penulis:

Event kali ini berjalan dengan baik, dari segi keamanan dan keselamatan saat race terlihat banyak sekali marshall yang menjaga di setiap pertigaan jalan begitu juga dengan tersedianya beberapa mobil ambulance.
Event balapan di kawasan BSD Serpong ini adalah event yang ke-4 kali diselenggarakan oleh FPSJ bekerjasama dengan beberapa sponsor, sayangnya event kali ini tidak memakai fasilitas alat "Transponder" saat finish, perhitungan waktu masih memakai cara manual (stopwatch), tahun lalu sudah memakai fasilitas "Transponder".

Thanks God, tahun ini team kami berhasil mempertahankan gelar juara 1 seperti tahun sebelumnya, keberhasilan team kami tidak terlepas dari latihan rutin selama hampir 3 bulan, penuh suka duka, perjuangan saat bangun pagi dan kesibukan rutinitas tidak menghalangi keseriusan latihan, dengan dilatih oleh coach Fanny Gunawan dan dukungan dari teman teman SCT kami semakin percaya diri bisa menang.



Bersama Coach Fanny Gunawan

Kata kunci untuk menang di event TTT ini adalah "Kekompakan" dan "Rela berkorban" hanya 2 unsur itulah kunci kemenangan, lomba team seperti ini jika banyak yang kuat tapi tidak mempunyai 2 kata kunci itu maka semuanya akan sia sia....


Kekompakan:


Yang kuat tidak akan mungkin bisa tarik di depan terus menerus, kalaupun sanggup, speed akan menurun, anda butuh support dari team untuk menjaga speed yang konstan, teknik kami adalah speed, recovery (konstan), speed, recovery (konstan), ada team yang khusus narik dengan speed tinggi, ada team yang khusus mempertahankan speed supaya konstan (recovery), anda butuh kekompakan / kerjasama team.




Rela berkorban untuk team :

Beberapa dari kita mungkin akan merasa yang namanya "copot" saat di balapan team adalah sangat memalukan, saya rasa persepsi itu harus diubah, itu tidak benar, malah kebalikannya, biasanya yang posisi "copot" dari pelaton itulah yang melakukan effort yang luar biasa, tarikin pelaton sampai tenaga terakhir biasanya saat menjelang final lap, dia rela berkorban untuk team supaya bisa menang, dia menjaga "pace" supaya teman teman dibelakang bisa mengikuti.

Dibutuhkan kerelaan hati dari masing masing anggota untuk memberikan effort 100% demi kemenangan team, anda butuh bimbingan Coach dan latihan teratur.




Hasil perolehan waktu saat event TTT FPSJ 2013 :

Juara 1 SCT SATRIA 17 : 50.410

Juara 2 KGB Merah 17 : 54,170 

Juara 3 BHHH2 2 18 : 11,342 

Juara 4 MCT Garuda 18 : 12,541

Juara 5 KGB Hijau 18 : 13,833 

Juara 6 TSBC Putih 18 : 18,561

Juara 7 Cheesoen Kaltas 18 : 17,239

Juara 8 Puri Cycling Club A 18 : 29,667

Juara 9 Pondok Indah Cycling (PIC) 18 : 42,312 

Juara 10 Total Bandung 18 : 55,456 


Setelah selesai mengikuti event Team Time Trial, saya mencoba mengikuti lagi Criterium Race kategori Master B (Usia 40-49th), di kelas ini banyak mantan atlet yang ikut dan speed lebih dasyat dibandingkan kelas Master A (35-39th) (lihat gambar dibawah result time) ini kesempatan bagi saya belajar mendapatkan pengalaman lebih banyak saat melakukan sprint di garis finish, alhasih saya menduduki 5 besar yaitu di posisi 4.

Criterium Race akan dibagi menjadi empat kategori, Men Elite (diatas 19 tahun), Men Junior (usia 17-18 tahun), Master A (usia 35-39 tahun) dan Master B (usia 40-49 tahun) dan akan diisi oleh pembalap dari masing-masing pengurus provinsi ISSI di seluruh Indonesia


Teknik bermain di criterium sangat jauh berbeda dengan teknik di TTT, di criterium race anda dituntut untuk sabar dan jeli memanfaatkan peluang, bagaimana anda "safe energy", kapan anda melakukan attack untuk mendapatkan point, posisi anda setelah melalui tikungan dan formasi kedudukan anda di pelaton saat di lap terakhir, setiap detik akan sangat berharga, jika anda lengah, anda tidak akan bisa mendapatkan "posisi leher".

Anda harus mengetahui siapa saingan anda dan jangan sekali kali melakukan attack sendiri, ikutilah pergerakan lawan anda, usahakan berada di posisi belakang lawan yang menjadi saingan anda (jangan sampai anda di depan dan saingan di belakang anda) sangat tidak menguntungkan saat memasuki posisi sprint.

Saat memasuki posisi sprint (posisi di "leher pelaton")

Suasana ramai di stand Belfoods

Team SCT Spring

 Team SCT Icon 

Team MP3+ Cycling

Team Gonaku Cycling

Team Green Fly Cycling

Salam Gowes....