; 𝐀𝐥𝐥𝐞𝐧'𝐬 𝐀𝐝𝐯𝐞𝐧𝐭𝐮𝐫𝐞

Cari Blog Ini

Kamis, 25 Januari 2018

Sepeda Balap Wilier Cento10AIR 2018




Akhirnya saya kembali lagi ke dunia sepeda balap setelah 2 tahun absen (berhenti total - sekitar bulan Oktober 2015), kerinduan terhadap dunia sepeda balap tak terbendung, bertemu teman teman lama dan keinginan untuk kembali mencoba balapan kelas amatir.
Selama 2 tahun absen gowes, otot otot di sekitar paha, betis, tangan kembali menjadi otot normal artinya otot yang dipakai sebatas rutinitas sehari hari dan membutuhkan waktu untuk dilatih kembali seperti dulu kala.

Tepat nya tanggal 21 Januari 2018 adalah hari dimana saya pertama kali memulai test riding di jalan aspal dengan teman teman di lokasi Mozia Loops, BSD Serpong, posisi nya dibelakang Court Elektronic. Kondisi lapangan mirip dengan Icon Loops - BSD, trek melingkar sejauh 2.8km, sepi kendaraan, aman - security keamanan ada di setiap sudut lokasi, nyaman - aspal mulus dan tentu nya tanpa speed trap alias "polisi tidur".

Mozia Loops

Kembali ke dunia sepeda balap tentu nya tidak terlepas dari merek sepeda yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan, saya memilih sepeda balap yang bisa mantap di jalan lurus dan tidak terlalu berat saat tanjakan, stiff tapi nyaman untuk long ride, kondisi kontur jalan di  Jakarta - Serpong cenderung memiliki grade 0% - 2%,  dengan tiupan angin yang lumayan kencang.
Dan tentunya dari segi harga sesuai kantong, jikalau kurang pas saat gowes dengan karakter frame tersebut, suatu hari masih bisa dijual dengan harga yang masuk akal, kira kira seperti itulah pemikiran awal.. he.. he... 

Dibutuhkan sepeda balap yang Aero untuk menghindari angin, sedangkan di hari sabtu dan minggu, biasanya kami berlatih di daerah Sentul Bogor dan Puncak Cipanas, grade  tanjakan bisa mencapai 20%, dengan sepeda berbobot berat akan menyulitkan saat melakukan pendakian.



Setelah mencoba memilih sekian merek sepeda balap akhirnya saya memutuskan memakai Wilier Cento10 Air dengan groupset Shimano Utegra 6800 Di2.
Wilier Cento10 Air adalah produk yang diluncurkan bertepatan dengan 100 tahun berdiri nya Wilier di dunia sepeda balap ( Cento artinya Hundred ), minus nya adalah frame ini belum di test di Wind Tunnel sehingga tidak ada parameter data yang valid mengenai wind drag.


Beberapa hal yang menjadi poin utama, saya memilih Wilier Cento 10 Air :

1. Wiler Cento 10 Air adalah sepeda Aerobike dijalan datar dan optimal di tanjakan - di design menggunakan algoritma NACA (National Advisory Committee for Aeronautics).

2. Monocoque carbon frame dengan modul MR60H 60ton + T800H + T700SC yang akan menghasilkan frame stiffnest, nyaman, tidak kaku dan bobot yang tidak berat ( Frame + Handlebar 1050gram) - tidak liar saat di 'betot", stiff tapi nyaman.

3. BB Presfit 386 Evo,  ultra-stiff crank into an ultra-stiff frame.

4. Harga yang terjangkau + kualitas, Italian style.

Kesimpulan nya : Performance : Versatility, aerodynamics, crosswind management, stiffness & value of money


Spesifikasi sementara saat ini :

Frame Wilier Cento 10 Air size XS
Groupset Shimano Utegra 6800 Di2 ; Rotor Qring 53/38, 11 -28
Wheelset DT Swiss DICUT 20 clincer + quick release titanium
Wheelset DT Swiss Dicut 20 Aluminium profile
Handlebar + stem integrated Alabarda 100/400
Sadel San Marco
Seatpost Carbon Wilier
Pedal Time iClick carbon
Garmin Edge 25
Sepatu Shimano RC7 Carbon
Helm Giro.
Kacamata Oakley Flak Fire

Bobot full bike sekitar +/- 7.8kg, target yang diinginkan di kisaran 6.7kg.

Wilier Cento10Air with DT Swiss ARC 1100 Dicut 48

Sebelumnya saya pernah memakai frame titanium Lynskey Helix 2015, berasa sekali perbedaan stiffness antara bahan logam dan bahan carbon, stiffness di logam (titan) getaran tidak semua terserap oleh frame dan sebagian terserap oleh badan kita dan itu akan menyebabkan kelelahan jika digowes jarak jauh (diatas 100km - dengan wheelset alu), berbeda dengan frame carbon Wilier 60ton, terasa stiff, nyaman dan getaran diserap di frame.
Ada kelebihan dan ada kekurangan, minus nya adalah di posisi stem dan handlebar yang terintegrasi, dari segi ukuran kurang nyaman (terlalu lebar) dan Handlebar kurang stiff saat sprint (agak meleot).

Saya juga pernah merasakan frame carbon aero keluaran Ridley Noah / Giant Propel Advanced SL3, walaupun berbahan carbon, stiffness terlalu "over" - keras dan kaku, jadinya tidak terlalu nyaman dipakai gowes jarak jauh, hanya cocok dipakai buat balapan criterium. 

Jika anda menginginkan sepeda aerobike yang menurut saya paling sempurna dari segi aerodinamis saat ini - 2018, anda bisa memilih Trek Madone 9.9 H1 ( harganya wow...) .

                                                                     Trek Madone H2
 

Wilier Cento10 Air, termasuk kurang nyaman saat di tanjakan (terlalu kaku dan kurang nyaman) - karakternya agak sedikit nahan, kurang agresif di tanjakan.

Tanjakan Km0 - Sentul

Tanjakan Prabowo - Grade 20%


Dengan grade sekitar 12%, sepeda mantap tidak liar, saat masuk ke tanjakan curam - grade 20% mulai terasa berat tetapi secara keseluruhan energi yang tersalurkan ke frame sangat baik ( tapi kurang responsif ) - transfer power ke frame mantap, perpaduan  bahan carbon MR60H ( 60 ton) plus T800H dan  T700SC menjamin stiffness dan karakter lebih elastis yang menghasilkan kenyamanan saat menanjak, masalah di weight berpengaruh, berat 7.8kg plus 2 bidon menjadi 9kg tidak akan menghasilkan speed yang optimal.

Model Folk belakang yg stabil di tanjakan 

Dengan berat sepeda yang disarankan 6.7kg akan menghasilkan keseimbangan antara energi output yang dikeluarkan dengan speed yang diinginkan (Power of Weight Ratio).



Distributor untuk produk Wilier saat ini : Sepeda Kita - Alam Sutra Serpong.

Semoga bermanfaat...

Rabu, 16 September 2015

Sinar Mas Land TTT & Criterium Race FPSJ 2015


Hanya ada satu kata " WOW"- Thanks God, kami sangat bahagia dan gembira, bukan hanya bahagia karena bisa podium tetapi kebersamaan dan kekompakan di dalam klub kami semakin hari semakin bertambah baik.
Event race TTT dan Criterium Sinar Mas Land 2015 yang di selenggarakan FPSJ berlokasi di dalam komplek Kota Wisata - Cibubur pada tanggal 12 September 2015.

Tercatat sekitar 400 peserta, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, turut bersaing dalam race ini. Event ini melombakan 11 kategori, yang mayoritas adalah kategori atlet, serta kelas Penggemar. Race ini pun turut mempersembahkan piala tetap Menpora RI.

Melombakan nomor Team Time Trial (TTT) dan Criterium Race, TTT lebih ditujukan untuk para penggemar sepeda balap (non atlet), terbagi 2 kategori :

A. Reguler, umur 28-34 tahun

B. Eksekutif, umur diatas 50 tahun

Dengan komposisi 8 dan 5 pembalap untuk setiap kategori

Begitu juga dengan kelas Criterium Master, yang terbagi menjadi :

Master A, B, C, D, E dengan pembagian umur


TTT SCT Alpha Juara 2

TTT SCT Executive Juara 1

Criterium Master A Juara 2 - Hendrik
 

Criterium Master E Juara 2 - Marwan

Event TTT khusus kelas penggemar / hobies dengan kontur jalan rolling dengan sedikit tanjakan merupakan suatu tantangan tersendiri, bagi sebagian riders yang terbiasa dengan kontur datar / flat akan sedikit mengalami kesulitan saat speed mencapai 39km ke atas, cukup berat.


Kami keluarga besar SCT merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan podium di beberapa kelas, suka duka proses latihan selama 2-3 bulan tanpa pelatih, kami perjuangkan bersama sama, saling menghargai dan saling menghormati di dalam suatu klub sangatlah penting.
Yang membuat kami bisa podium selain latihan adalah rasa kebersamaan dan kekompakan saat proses latihan, latihan serius yang kami jalankan hanya 1 minggu sekali dan saat tanggalan merah (hari libur), berbeda dengan event race FPSJ tahun tahun lalu, kami menyewa pelatih dan berlatih dengan sangat keras   (2012 & 2013).
Dukungan semua anggota SCT itulah yang membuat kami bisa podium, walaupun secara umur sangat berat untuk bisa bersaing, di team inti SCT Alpha hanya ada 2 rider yang berumur 30 dan 34 tahun selebihnya usia 42th, 44th, 45th dan 49th dan kami berhadapan dengan team team dengan riders yang masih muda, saat nya regenerasi - "Old Soldiers Never Die".

Team SCT Alpha

Team SCT Charlie







Berikut hasil race tersebut.
* Dikutip dari berbagai sumber *, sebagai tambahan informasi

Men Open Atlit (21 putaran)

Jamal Hibatullah (KFC): Point 19
Tony Alphian (Kab Bogor): Poin 17
Dikdik Permana. S (PGN): Poin 14 


Men Youth - Atlet (14-16 th)

Ramandiki: Poin 13. BIB 904
Abdul Rohim: Poin 11 BIB 934
Anugrah Nandung: Poin 5 BIB 918 


TTT Reguler (5 putaran)

KGB Ungu: 00.25.39.04
SCT Alpha: 00.26.36.11
KGB Kuning: 00.27.15.16


TTT Executive(3 putaran)

KGB Merah: 00.17 .00.28
Cikeas: 00.17 .48.56

Allen Cycling Adventure's 2009 - 2015 :

Finisher Bali Audax 2010 no 042. 
Juara 4 Executive Uphill Race Sentul City 2010 no 506.
Juara 3 TTT FPSJ - BSD City 2011 No 352. 
Juara 3 TTT Delta Mas 2011 no 059. 
Juara 3 Uphill Bupati Bogor - Sentul City Cycleindo Cup 2011 no 126. 
Ranking 6 Criterium OCBC Singapore Nissan Challenge 2011 no 393. 
Ranking 60 Cat 2 Tour de Bintan 2011 no 105. 
Juara 1 TTT Smailling Tour - FPSJ 2011 no 261.
Finisher Lombok Audax 2012 no 356. 
Rank 4 Indonesia Cycle Enduro - Sirkuit Sentul 2012 no 1010. 
First Finisher West Sumatra Audax 2012 no 1004. 
Finisher Tour de Bintan 2012 Cat 3C no 454. 
Finisher Singkawang Endurance Challenge 153km no AB005 Tour de Khatulistiwa 2013.
Juara 2 Master A Pontianak Criterium City Road Race - Tour De Khatulistiwa 2013 no 23.
Juara 1 TTT Sinar Mas Land ti.Phone FPSJ 2013 No 461.
Ranking 4 Kejurnas ISSI Criterium Race 2013 FPSJ Kategori Mantan Atlet No 135. 
Ranking 6 JIEXPO TTT Race 2014 No 1157.
Juara 3 JIEXPO Criterium Race 2014 Master A No 512 .
Juara 2 - Sinarmas Land TTT 2015
Done........

Semoga bermanfaat.





Selasa, 04 Agustus 2015

Paduan memilih Bicycle Trainers 2015



Hi...berjumpa lagi, dalam kesempatan ini saya akan menulis artikel mengenai cara memilih beberapa merek trainer yang ada di pasaran dan tentu nya yang sesuai dengan budget di kantong.
Terakhir ini saya kesulitan dalam pengaturan latihan karena setiap pagi harus mulai mengantar anak bungsuku ke sekolah, waktu yang sempit dan terbatas tidak akan membuatku patah semangat, dengan bantuan " Mechanical Resistance Bike Trainers " solusi terjawab.

Sebelum anda memutuskan membeli Bicycle Trainers, pastikan mempersiapkan budget karena anda harus menyiapkan budget lain juga seperti : Wheelset cadangan, sprocket dan ban khusus trainers, peralatan ini bisa dibeli dengan merek yang terjangkau, misal beli saja wheelset second yang murah dan kondisi masih layak pakai, sprocket cukup dengan tipe 105 shimano atau tipe di bawahnya dan ban trainers bisa memakai ban fixie yang murah (kalo ada budget bisa membeli ban khusus trainer dengan Tpi sekitar 26, semakin kecil Tpi semakin awet dipakai di trainer, tidak gampang aus, semakin tinggi Tpi semakin cepat aus).

Ada 2 penggunaan Bicycle Trainers pada umumnnya :
  1. Sebagai alat untuk pemanasan sebelum bertanding / race atau cool down setelah selesai bertanding, banyak dipakai oleh kalangan atlet sepeda dan amatir.
  2. Sebagai alat untuk latihan indoors karena keterbatasan waktu, melatih cadence /RPM, melatih strength, melatih keseimbangan, dll atau bisa juga berlatih disaat musim dingin di beberapa negara Eropa /US. Saya sering juga memakai trainers di saat masuk musim hujan, males gowes diluar karena becek dan resiko kecelakaan (licin).

Unit trainner sederhana yang biasa saya pakai sehari hari, supaya tidak bosan, saya memanfaatkan virtual video untuk memotivasi saat latihan.



Menurut pengalaman pribadi saya sendiri ada 2 tipe Bicycle Trainers untuk saat ini (2015)  :

1. Roller Bike Trainers

2. Mechanical Resistance Bike Trainers


Roller Bike Trainers

Ini adalah jenis trainers yang lebih difokuskan pengendalian keseimbangan / balance saat riding, anda harus bisa gowes sepeda diatas roller dengan menjaga keseimbangan, "meleng" sedikit bakalan gubrak (bisa resiko patah tulang kalo tidak hati hati).

Saya tidak menganjurkan melatih endurance dan strength dengan Roller karena kurang optimal dan resiko jatuh besar sekali disaat mulai capek khususnya diatas jarak 25km. Saya lebih menganjurkan ini dipakai buat recovery dengan intensitas sedang dan lebih efektif dipakai oleh pemain sepeda MTB yang sangat mengutamakan skill riding.
Roller tidak memiliki Resistance / beban, pengaturan resistance berdasarkan gear yang ada di sepeda / shift gear.


Saya merekomendasi merek Minoura atau Kinetic jika anda ingin memakai Roller, kualitas nya bagus dan terjamin.
Harga Roller lebih murah dibandingkan Mechanical Resistance trainers.

Mechanical Resistance Bike Trainers

Bagi anda yang mengutamakan latihan Strength dan Endurance khusus nya pemain roadbike, saya sangat menganjurkan untuk memakai trainers jenis ini.
Posisi sepeda khusus nya di bagian roda belakang (quick release) dijepit supaya balance dan kokoh dan ukurannya juga compact.
Ada beberapa jenis Mechanical Resistance trainer dipasaran dengan harga yang berbeda beda, sesuaikan dengan kebutuhan anda.
Jika Anda adalah pemain amatir yang antusias, belilah resistance trainer dengan budget minimal 3jt (harga tahun 2015), jangan beli dibawah budget itu, bakalan nggak awet dan cepat rusak.
Jika dipakai hanya sebatas recovery / gowes intensitas ringan, Anda bisa membeli dikisaran 1jtaan -2Jtaan.



Ada beberapa tipe Mechanical Resistance Bike Trainers :

1. Wind Bicycle Trainers

Pada umumnya harga lebih terjangkau, memanfaatkan baling baling  / kipas sebagai resistances nya, maintenance lebih gampang dan tidak gampang rusak.
Besarnya kipas menentukan besarnya resistance dan tentunya tingkat kebisingan / noise juga tinggi

CycleOps Wind Trainers : Harga terjangkau sesuai kebutuhan

LeMond Trainer Revolution : hi end Wind Trainers dengan Direct Drive - Mahal tapi presisi


2. Magnetic Bicycle Trainers
Memakai kekuatan Magnet sebagai resistance, smooth dan silent

CycleOps Super Magneto Pro


Untuk tipe magnet yang kelas hi end disediakan pengaturan resistance untuk Flat dan Hill sedangkan tipe magnet biasa tidak disediakan fasilitas tersebut.
Masukan dari beberapa teman pemakai trainer jenis magnet ini adalah long life nya kurang lama khususnya di kekuatan resistance magnet nya, gampang jebol. 


3. Fluid Bicycle Trainers

Inilah tipe yang terbaik saat ini, saya merasakan tipe fluid ini feel resistance nya seperti di road, resistance nya akan semakin bertambah sesuai dengan pertambahan speed, smooth dan silent.
Memakai cairan khusus sebagai media resistance.
Semakin anda menambah cadence / speed, resistance nya juga bertambah layaknya di jalan raya.
Kekurangannya adalah level panas yang tinggi di turbin nya, pilihlah turbin yang ukuran lebih besar, semakin besar semakin adem karena panas berlebihan akan mempercepat aus nya ban (semakin besar turbin biasanya semakin mahal produk tersebut).


Blackburn Fluid Trainers : Harga sesuai dengan kebutuhan

Kinetic Fluid Trainers : Turbin besar
Kinetic Fluid Rock & Roll




 Virtual Cycling Video & Virtual Cycling Software

Sekarang ini banyak tersedia virtual video untuk cycling, program video yang bersifat statik misal seperti program Sufferfest dan program yang dinamik - Virtual software seperti Zwift atau Trainerroad (menggunakan Smart Trainer).

Video trainers yang simpel, bisa memakai program Sufferfest, Anda cukup memutar file video nya di TV LED atau di notebook computer / ipad dan tinggal ikutin perintah nya.

 The Sufferfest

Jika Anda menginginkan yang live dan bisa berkompetisi dengan teman teman, Anda bisa memilih program Zwift atau Trainerroad,  Anda membutuhkan sambungan internet, install program Zwift, beli Dongle Ant+ USB 2.0 ,  Cadence / speed sensor Ant+ dan sudah ada Power Meter (Smart Trainer).

Program Zwift

Program Trainerroad

Beberapa Smart Trainers sudah terintegrasi dengan software Virtual seperti merek TacX, Cycleops, Kinetic, Wahoo, dll

 TacX Trainers

Saya rasa cukup sharing nya....artikel yang saya tulis berdasarkan pengalaman selama ini dan terima kasih.

Semoga bermanfaat.


Selasa, 05 Mei 2015

We Are SCT Riders



 

"We are SCT Riders", itulah kalimat kebanggaan kami sebagai hobi pembalap sepeda yang sekarang ini mengutamakan kebersamaan dan kekompakan.
SCT (Serpong Cycling Team ) telah melewati 6 dekade dari terbentuk nya klub sampai hari ini (2015), kami telah melewati berbagai kesenangan - canda tawa, rintangan - perselisihan di dalam klub, rintangan rintangan itulah yang membuat kami semakin hari semakin kuat dan kompak.

Ultah SCT ke 4 - Tour de Belitung

 

Tanggal 17 April 2015 adalah hari di mana kami melakukan perubahan di dalam organisasi SCT dan perubahan pengurus baru.

Susunan pengurus SCT periode 2015 - 2016 sebagai berikut : 

Ketua: Allen Gozali
Wakil Ketua: Dr Nandono
Sekjen: Fendie Bambang Sumantri, Leman
Bendahara: Ali, Silvia Wiratama
Humas: Lukas, Peter Charles
Seksi Pelatihan: Tomy Santosa
Seksi Acara: Prasetio, Denny, Adid
           
Suasana meeting di Café Excelco - BSD

YA...memang tidak gampang untuk mengerti dan menyatukan pikiran dari orang orang yang berbeda latar belakang budaya, karakter, perbedaan umur,  saya rasa tidak ada satupun klub sepeda yang tidak pernah merasakan riak riak permasalahan, hanya dengan kerendahan hati dan toleransi dari masing masing anggota barulah bisa tercipta kebersamaan dan kekompakkan, masing masing anggota diharapkan peka terhadap sesama.


Terobosan pertama yang kami lakukan adalah mengadakan event Gowes bareng dengan judul : Gowes Kangen SCT - Rapha 2015, bekerjasama dengan Sepeda Kita sebagai distributor produk Rapha.
Acara ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2015 ( hari libur nasional ). 


Event Gowes Kangen SCT - Rapha 2015 adalah acara gowes bareng di lokasi Sentul City, siapapun bisa ikut gowes, setelah peserta gowes 4 lap, peserta bisa mengikuti race fun ke km0 untuk memperebutkan Jersey Climber Rapha ( yang tercepat sampai di puncak km0) yang dibagi menjadi 2 kategori umur ; Usia 30-40 tahun dan Usia 41-55 tahun.

                                            Rute Gowes Kangen SCT-Rapha 2015

 Jumlah peserta mencapai 120 orang


Beberapa program kerja kami sampai akhir tahun 2015 adalah :

1. Mempererat kekompakan para member di dalam internal klub.

2. Mengikuti beberapa event kegiatan seperti : race di kelas penggemar (TTT/Criterium), kegiatan gowes bareng dan lain lain.

3. Menyelenggarakan event HUT SCT ke 6.

4. Touring bersama.

Happy Gowes.....