; 𝐀𝐥𝐥𝐞𝐧'𝐬 𝐀𝐝𝐯𝐞𝐧𝐭𝐮𝐫𝐞

Cari Blog Ini

Senin, 05 Agustus 2019

Tegal IRR & Criterium 2019 - Evaluasi Hasil Latihan Untuk Menjadi Lebih Baik


 

 

TEGAL -  ISSI Kota Tegal  kembali menggelar event tahunan Balap Sepeda Nasional  dengan headline: Tegal IRR & Criterium  Trophy Walikota ke-8 2019

Ratusan pembalap sepeda, termasuk pembalap-pembalap terbaik nasional dari tim-tim pro maupun tim daerah turut meramaikan Tegal Individual Road Racing (IRR) piala Wali Kota Tegal 2019. Para Pembalap dilepas langsung Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dari Jalan Pancasila - Sabtu. 

 

Selain menjadi agenda rutinan, ini menjadi cara memperkenalkan Kota Tegal, khususnya dalam bidang wisata dan kuliner, ungkapnya.

Nomor-nomor dan kelas lomba juga masih sama dengan tahun lalu.  Untuk IRR rute yang dipilih panitia adalah rute tahun 2018 yakni Start di Alun-alun Tegal dan Finish di Dawuan, Kecamatan Sirampog , Kabupaten Brebes. Jalur itu merupakan tanjakan sejauh 50km. 

Lomba balap sepeda IRR kali ini dibagi kedalam 11 kategori, Man elite, Man Junior, Man Youth, Women open dan Master A, sedangkan untuk kelompok 2 dibagi dalam kelas MTB Open, Master B, Master C, Woman Youth, Woman pra youth dan Kelas Man Pra Youth.


Sementara itu, ketua ISSI kota Tegal Agus Wijanarko, menyampaikan bahwa tahun 2019 ini, selain pihaknya menyelenggarakan IRR, juga dilaksanakan lomba Criterium & TTT di area jalan lingkar utara Kota Tegal - Minggu.

 

Saat nya Evaluasi hasi latihan untuk menjadi lebih baik.

Di event kali ini, saya mencoba meng-evaluasi seluruh hasil latihan yang saya lakukan selama ini ternyata masih belum maximal, terlihat dari result waktu yang dicapai masih kurang mumpuni khusus nya di kelas Master B (usia 40-49tahun), 2 jam 02 menit 50 detik, walaupun angka ini tidak terlalu valid karena kondisi jalan yang tidak steril dan banyak hambatan, misal terhalang truk mogok dan delay akibat tabrakan pelaton, harusnya waktu yang optimal adalah dibawah 2 jam - next target.
  
Start semu saat bendera dikibarkan juga tidak berjalan dengan baik, tidak ada nya jeda waktu start pembagian pelaton, semua kelas berbaur menjadi satu dan berharap ada di posisi paling depan, akibat nya barisan pelaton tidak terkontrol.

Untuk event IRR (Individual Road Race) jarak tempuh - dilihat dari Sigma Rox 12 adalah 51.6km dengan elevasi gain 1669 mdpl, kontur tanjakan panjang max 18% - Horse Category plus 2x turunan, cukup melelahkan karena dari bawah saat terpecah dari pelaton ( terhalang truk mogok), harus mengejar pelaton dengan cadence strenght akibat nya menjelang finish di 5km terakhir hampir mengalami kram, otot paha kiri kanan bergantian mengalami kontraksi, untungnya saya memakai sproket 11-32, saat otot fatiq - posisi gear belakang saya ubah ke gear 32, nyaman buat recovery tapi akibatnya speed menurun.


Kesimpulan nya adalah masih kurang latihan endurance, latihan jarak panjang plus tanjakan, ini akan saya perbaiki untuk event berikutnya.

Keesokan harinya karena otot paha masih sakit, saya membatalkan untuk ikut di kelas Criterium.

Start IRR dari Alun Alun Tegal

 

Rute tanjakan berada di lokasi Desa Batusari - Kec. Sirampog daerah Bumijawa, finish di Dawuan - elevasi gain 1669 mdpl, sangat "Challenges" dan asyik dinikmati bagi pecinta tanjakan, saya sangat menikmati setiap kayuhan nya, semakin ke atas, udara semakin sejuk dan pemandangan nya indah, 3km terakhir di suguhi tanjakan berlapis.


 

Bersama Juara 1 Master B - Juwanto Reza
 

Bersama KGB 02 Hermansyah Handoko
 

 Bersama teman teman KGB Team






Semoga bermanfaat.

Rabu, 03 Juli 2019

Tour de Ambarukmo 2019 - Belajar menaklukan Tanjakan

  
Tour de Ambarukmo 2019 merupakan event yang digelar Group Ambarrukmo yakni Plaza Ambarrukmo (Amplaz), Hotel Royal Ambarrukmo, dan Hotel Grand Ambarrukmo. Tahun ini merupakan tahun ketiga.
Tercatat 1600 peserta dari berbagai penjuru Tanah Air dan luar negeri ambil bagian di event ini.




Adapun rute TDA, start Pendopo Royal Ambarrukmo, Tugu, Malioboro, Gamping, Tugu Pensil, menuju check point pertama Waduk Sermo (km ke 44), Lanjut ke check point kedua, Lapangan Tempel (km ke 84), dan check point ketiga Candi Prambanan (km ke 118), Finish di Pendopo hotel Ambarukmo (km ke 130)




Di check point pertama, peserta dipecah dua kategori, reguler (non-race) dan race yang dilombakan. Khusus race, peserta diberi rute menantang melewati Girimulyo Hill. Di sini, diambil lima pemenang dengan kategori, KOM under 30, KOM 41-50, KOM Above, QOM under 35, dan QOM above 36.


Peresmian oleh Sultan Hamengku Buwono X.
 


Penilaian saya pribadi mengenai event TDA 2019 ini sangat bagus, setiap persimpangan jalan dijaga dengan sangat baik oleh polisi lalu lintas dan panitia, rambu jalan lengkap dan tidak akan tersesat atau salah jalan, water station cukup banyak, makanan dan minuman berlimpah dan memuaskan, rute cukup menantang, pemandangan alam nya juga luar biasa khusus nya check point pertama Waduk Sermo, berkabut, sejuk....kesimpulan : " Sangat puas dengan event TDA 2019 ".



Rute bagi peserta yang mengikuti KOM / QOM juga sangat menantang sejauh 7.5km dengan kecuraman antara 10%- 24%, segmen di strava nama nya Sribit Tompak Climb dengan catatan waktu terbaik saya di 29 menit 20 detik (Girimulyo Hill), peringkat di urutan 8 kategori umur 41-50 tahun (catatan panitia secara manual 51 menit 29 detik ).


Kesabaran dengan pacing speed yang sesuai sangat penting, Anda tidak bisa dengan nafsu mengejar speed akibatnya akan tumbang di tepi jalan sebelum finish. 
Saya juga sempat mengalami kecelakaan kecil saat di rute turunan tajam setelah selesai mengikuti KOM karena kontur jalan yang begitu tajam ke bawah plus kondisi jalan saat itu basah,  di rem tetap meluncur dengan kecepatan tinggi akhir nya "nyungsep"...he..he..ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.



Berkabut tebal

Finish strong - kategori umur 41-50 tahun berada di posisi 8

 Belajar Menaklukan Tanjakan

Hidup itu seperti bersepeda, maka nikmatilah, kali ini saya akan sharing sedikit mengenai pengalaman saya sendiri dari seorang rider yang sangat tidak menyukai tanjakan saat bersepeda sampai akhirnya saya menyukai rute tanjakan.

Sekali lagi,  Saya bukan pembalap profesional, jadi mohon jangan jadikan saya sebagai satu-satunya sumber tepercaya dan saya menulis ini hanya untuk sharing dari pengalaman, serta berbagai ilmu yang saya dapat dari beragam teman. 

Keinginan untuk "mencintai" tanjakan saat bersepeda bermula dari awal tahun 2018, dimana setelah saya "off" dan kembali ke dunia sepeda, pertama : saya ingin merasakan keindahan alam dengan bersepeda, tentu nya indahnya alam ada di puncak atau di ketinggian 650mdpl ke atas (pemandangan lebih asri, udara sejuk), Kedua: saya ingin mencoba beberapa event lomba KOM.

Untuk memulai semua ini, tidaklah gampang karena lokasi dimana saya tinggal berada di dataran rendah (lokasi Serpong) dan untuk latihan uphill dibutuhkan waktu 1.5- 2 jam untuk sampai ke daerah Sentul / Bogor dan sekitarnya, belum lagi macet nya tentu nya penuh perjuangan. 

Konsistensi adalah faktor penting dalam latihan tanjakan, Anda tidak bisa latihan hanya seminggu sekali apalagi sudah punya agenda mau mengikuti event race KOM, minimal seminggu 4x supaya otot untuk tanjakan terbentuk.

Saya tidak akan bahas program latihan secara detail karena perlu pembahasan terpisah. Tapi untuk newbies alias pemula yang ingin latihan lebih terstruktur, bisa dimulai dengan fase Base, yang mayoritas bobot latihannya diisi dengan intensitas rendah berkisaran 60-85 persen.
Semakin tinggi intensitas, semakin pendek pula durasi latihannya.

Dan jangan suka berpindah pindah program, selesaikan program latihan dan bersabarlah (tools tambahan bisa memakai Power Meter jika diperlukan).

"Improve" berkat Indoor Training.

Pertengahan tahun 2018 akhirnya saya menemukan solusi dengan Smart trainner, merek yang saya pakai adalah Bkool Pro (support by Spinwarriors), setiap hari saya berlatih dengan aplikasi bkool khusus nya etape tanjakan dengan kemiringan antara 6%-20%, saya membiasakan otot kaki dengan latihan strenght dan 1 hari easy ride dan alhasih dalam waktu 4 bulan sebelum mengikuti event Bromo KOM mulai terlihat hasil yang cukup menggembirakan, di beberapa area tanjakan - lokasi latihan seperti di Gunung Menyan Bogor dan di Sentul KM0 mencatat waktu yang sangat bagus (PR).
Metode nya adalah mengkombinasikan latihan Indoor dan Outdoor, misal 3 hari latihan indoor dan 2 hari latihan outdoor, disesuaikan dengan waktu dan rutinitas sehari hari.


Semoga sharing ini bermanfaat....



Senin, 25 Maret 2019

Tiny Wheels Happy Race - SESAT PRADA 2019

 

Waktu menunjukan pukul  6.30 pagi, satu persatu goweser dengan berbagai model sepeda beroda kecil memadati palataran Paramount Dormitory Square - Gading Serpong - Tangerang.

Acara ini berlangsung pada tanggal 24 Maret 2019 / hari Minggu dengan jumlah peserta yang mengikuti race sebanyak 158 peserta dan peserta gowes funbike mencapai 270 rider.

Peserta Fun Bike

 

Pagi itu, sekitar 270 goweser bersiap fun bike rute sejauh 20 km yang di estimasi memakan waktu 60 menit, start dari toko sepeda Spinwarriors BSD menuju ke Paramount Dormitory Square - Gading Serpong , tempat tiny wheels happy race berlangsung. 


Acara bertajuk Tiny Wheels Happy race (
Tiny Wheels artinya ukuran ban kecil)  ini dikemas dalam bentuk “fun & happy race ”. Event Tiny Wheels Happy race diselenggarakan oleh komunitas SESAT (Sepeda Sampai Tua) dan Prada (Perumahan Rakyat Bersepeda)  - bertepatan dengan hari Ulang Tahun SESAT yang ke 9 dan Komunitas Prada ke 3.

Konsep nya adalah berolahraga sambil menikmati "Gowes Happy &  Social Ride, happy bertemu banyak teman baru - happy mendapatkan sensasi dan pengalaman yang baru.

Event ini diperuntukan khusus sepeda dengan diameter ban 16inc"-20inc alias sepeda lipat dan mini velo bike, contoh Brompton, Moulton, Tyrell, Bike Friday, Dahon, dll.

Tyrell PK-1


Moulton AM Speed
 

Brompton CHPT3


Usia berapapun dipersilahkan ikut,  panita penyelenggara menyiapkan acara dengan sangat baik, tersedia konsumsi makanan dan minuman berlimpah, panitia juga sudah menyiapkan ambulans lengkap dengan perawatnya yang menjaga kegiatan happy race ini.
 

 




Pengambilan Race pack

Technical meeting

 

Persiapan dan pemasangan chip IDbalap
 

Medali dan Piagam Podium

Kategori Race Brompton 

 

Konsep nya adalah "Gowes Happy &  Social Ride, happy bertemu banyak teman baru - happy mendapatkan sensasi dan pengalaman yang baru.

Kategori Open Putri


 

Kategori Open Amatir  
 



 Kategori Open Pro

 

 Door Price : Sepeda lipat Tyrell IVE by Spinwarriors

Hasil Final race :

Open Amatir
 
KU 17-35 thn Putra
1. Faisal HP(mr jeck) no 006
2. Sukaedi (elite pesisir jkt) no 007
3. Heru Hari Mukti (Gosip) no 001

KU 36-45 thn Putra
1. Roy Megantara (coffeejkt) no. 032
2. Wahyu Eka Jaya (Selitangs) no. 013
3. Iwank Bigsoma (ngapak  tulen) no 034

KU 46-55 Putra
1. Sonny Wahyudi (Spin Warrior) no 089
2.Sofian Lubis (fastron andromeda) no. O85
3. Tjandra Gunawan (selitangs) no. 041

KU 56-70 Putra
1.Burhanudin (teladan cycling com) no 060
2. Gunawan Suwandi (Mozia Loop) no. 054
3. Nono Sudarno (selitangs) no. 059

KU >46 thn Putri
1. Luciana Kurniawan(spin warriors) no. 062
2. Lily Kurniawati (SBI) no. 061
3. Lulytha Adhani (spinwarriors) no. 063
Cat: Bea Belinda tetap mendapat juara 2 kehormatan karena mendaftar di KU >55 thn tapi digabung ke KU 46-56 thn oleh panitia menjadi KU >46thn

OPEN Pro Putra
 
1. Juwanto (Spin Warrior) no. 082
2. Allen Gozali (Spin Warrior) no. 087
3. Marta Mufreni (itb80seh) no. 063.

BROMPTON:

KU 25-45 Putri
1. Dyah Purwanti (JFB) no. 149
2. Karina Hulfiatri (pesepeda cinta makan) no. 147
3. Sisca Wulandari (Brompton YK JFB) no. 148

KU >45 thn Putri
1. Dini Aryati (Mapstrack) no. 152
2. Kusharyanti Kamarga (Sesat) no. 156
3. Sorita Mediana Adisuko (Sesat) no. 153

BROMPTON:

KU 17-35 Putra
1. Reno Trigius (SpinBandung)
2. Matthew Owen (Bogi) no
 101
3. N/A

KU 36-45 Putra
1. Eldi Tomo Bong (BMC) no. 110
2.Christian Michael Lukman (Green Fly BMC) no.108
3. Paulus Yosef (Semen Tiga Roda) no. 115

KU 46-55 Putra

1. Sumarno (mr. Jeck) no.119
2. Alfin Suherman (SBC) no. 123
3. Ichsan Wardana (Halim Loop) no. 117

KU 56-70 Putra
1. Thomas DC Sino (THRC/SSS) no.134
2. Samsu Atmadji (SESAT) no. 136
3. *Pending, akan ditentukan berdasarkan hasil timing record IDBalap secara manual.

Semoga bermanfaat.