; 𝐀𝐥𝐥𝐞𝐧'𝐬 𝐀𝐝𝐯𝐞𝐧𝐭𝐮𝐫𝐞

Cari Blog Ini

Kamis, 30 Juli 2020

Trek Emonda SLR7 2021




Emonda SLR 2021 generasi ketiga ini melanjutkan misi pendahulunya: dilihat sekilas, Emonda SLR 2021 memang memiliki karisma mirip pendahulunya. Trek ingin mempertahankan karakteristik super Emonda yang lincah dan responsif di tanjakan. Tapi ketika diperhatikan secara lebih detail, sentuhan-sentuhan aerodinamikanya kelihatan.


Beberapa perubahan yang sangat fenomenal di Trek Emonda SLR 2021 antara lain :

1. Bagian Downtube frame khas aerodinamis: D-shaped dipakai untuk membantu membelah angin lebih baik, mengingat ini salah satu bagian terbesar pada frame.

2. Material Carbon dari OCLV700 menjadi OCLV800, lebih ringan, stiff dan gesit. Saya merasakan perbedaan lumayan dibanding trek emonda sebelumnya.

3. Geometri frame dari sebelum nya H1 (Race) dan H2 ( Rilexs) menjadi H1.5 - Agresif tapi nyaman.

4. BB T47 lebih awet dan lebih tidak butuh perawatan. Tentu juga menawarkan potensi performa lebih baik dibanding sistem BB sebelumnya BB90.
Bearing bawaan T47 bukanlah bearing ceramic (steel bearing) tapi menawarkan pedaling yang jauh lebih mantap  / loncer dibanding BB90 dengan bearing ceramic speed coated.




Dengan segala kombinasi itu, Trek mengatakan bahwa Emonda 2021 adalah sepeda allround terbaik yang mereka miliki. Kalau dibandingkan dengan versi lama, dalam satu jam, Emonda baru bisa 60 detik lebih cepat di jalanan datar. Kalau di tanjakan dengan kemiringan rata-rata 8 persen, dalam satu jam Emonda 2021 bisa 18 detik lebih cepat.



Last Upgrade : Enve SES 3.4



Semoga bermanfaat.

Rabu, 29 Juli 2020

Test Cycling Performance VO2 max & Lactate Threshold


Sebagai seorang cyclist yang menyukai kecepatan " Speed", Saya membutuhkan alat data bantu yang memungkinkan saya mengoptimalkan kemampuan - performance saat memacu sepeda balap dengan kecepatan maximal dan tentu nya Saya bisa mengetahui batas toleransi kemampuan badan.


Ada 3 tools yang bisa membantu mengoptimalkan kemampuan saat berlatih ;

1. Test FTP - Functional Threshold Power

2. Test VO2 Max


VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.

Setiap sel dalam tubuh manusia membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap dipakai untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam keadaan istirahat. 

Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak oksigen dan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan Oksigen dan menghasilkan CO2 dapat diukur melalui pernafasan kita. Dengan mengukur jumlah oksigen yang dipakai selama latihan, kita mengetahui jumlah oksigen yang dipakai oleh otot yang bekerja. Makin tinggi jumlah otot yang dipakai maka makin tinggi pula intensitas kerja otot.


Cepat atau lambatnya kelelahan oleh seorang atlet dapat diperkirakan dari kapasitas aerobik atlet yang kurang baik. Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max). Dan seperti kita tahu, oksigen merupakan bahan bakar tubuh kita. Oksigen dibutuhkan oleh otot dalam melakukan setiap aktivitas berat maupun ringan.

Tes asam laktat umumnya dilakukan di sampel darah yang diambil dari pembuluh nadi dalam lengan tapi mungkin juga dilakukan pada sampel darah dari jari tangan.

Test dilakukan per 25 watt selama 3 menit sampai batas maximal effort dan dilakukan pengambilan sampel darah.
Tujuan dari test Lactate Threshold di cycling supaya kita bisa mendapatkan info angka Watt / Heart rate dimana badan memutuskan switch off pembakaran Fat dan switch ke full karbohidrat.

                                                 

Anda bisa melakukan test secara lengkap : FTP, VO2 Max dan Lactate Threshold dengan ahlinya di SPPOI Eminence lokasi nya di Menara Mandiri Arcade -  Jend Sudirman Kav 54-55 - Jakarta Selatan.
Peralatan lengkap dan fasilitas hi tech dengan luas sekitar 1200meter di kawasan Sudirman - Jakarta selatan meliputi : Sport Injury Management, Sports Performance Program, Sport Recovery Program.

Hasil report data dari test VO2 Max dan Lactate Threshold, sangat lengkap dan detail :






Tersedia juga data Pedalling Technique



Semoga bermanfaat.

Kamis, 25 Juni 2020

ZID TTT & Tour de Virtual Race 2020



Pandemi Covid-19 di Indonesia menyadarkan banyak orang tentang pentingnya berolahraga untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Sebab, virus corona diketahui rentan menyerang seseorang yang tak memiliki imuntias tubuh yang kuat. Untuk menerapkan gaya hidup sehat, masyarakat banyak memilih bersepeda sebagai alternatif untuk berolahraga 

Salah satu nya adalah e-Sport dengan memanfaatkan teknologi komputer - wifi internet, goweser yang menginginkan event indoor race tidak perlu repot repot lagi, cukup klik dan join.

Di tengah kenyataan bahwa sejumlah event balapan sepeda tingkat nasional maupun internasional terpaksa ditunda atau dibatalkan. 

Di bulan Juni ini ada 2 event perlombaaan balap sepeda secara virtual yang diselenggarakan oleh komunitas ZID - Zwift Indonesia - TTT Race 2020 dan Peloton & Co - Tour de Virtual. 

1. TTT Race ZID 2020 diselenggarakan tanggal 06-07 Juni 2020, di platform Zwift rute Watopia Figure 8, ini adalah event kerjasama team atau Team Time Trial dengan jumlah rider 6 orang.


Masing masing rider dibagi berdasarkan kategori A, B, C dan D dengan berdasarkan patokan watt/kg di Zwift power dan sistem race menggunakan cara Meet-Up, dikumpulkan bersama di satu area dan start bareng, waktu finish rider ke 4.


Saya sendiri ikut berpartisipasi dalam event ini dan begabung di team KGB Racing B, posisi team kami di urutan 5 dengan jumlah rider 5 orang (mestinya 6 rider, ada satu teman berhalangan hadir).

Event ini cukup asyik, full adrenalin, layak dicoba, salah satu hal yang menarik race TTT di Zwift berbeda dengan race TTT di jalanan aspal, TTT di Zwift bagaikan race tarkam, untuk mendapatkan posisi drafting TTT yang real seperti di jalan aspal agak susah.




2. Tour de Virtual 2020 yang diselenggarakan oleh Pelaton & Co (distributor sepeda balap Giant di Jogjakarta) terbagi menjadi 3 stage di platform Zwift :



Stage 1 - tanggal 11 Juni 2020 - Jam 18.30 sore, rute Figure 8



Stage 2 - 12 Juni 2020 - Jam 18.30 sore, rute Road to Sky




Stage 3 - 14 Juni 2020 - Jam 18.30 sore, rute 2015 UCI Worlds Couse

Podium 1 : A. Mitiche
Podium 2 : Yoyok


Nah, untuk bulan bulan akan datang, semakin banyak event virtual race ( PruRide Indonesia Virtual Ride, dll).

Semoga Bermanfaat.





Jumat, 15 Mei 2020

Tantangan Menanjak Virtual Everesting 8848mdpl



Di tengah pandemi virus corona-Covid19,  pilihan berolah raga khusus nya bersepeda di dalam ruangan menjadi salah satu solusi terbaik dengan memanfaatkan eSport equipment, seperti smart trainner dengan dukungan beberapa apps indoor cycling seperti Zwift, Rouvy, The Sufferfest, dll.


Saya tertantang untuk mencoba bersepeda dengan target ketinggian mencapai 8848mdpl secara virtual - indoor dalam sekali jalan di aplikasi Zwift, tantangan seperti ini kita sebut : vEveresting atau Virtual Everesting - www.everesting.cc

Gowes Virtual Everesting selain menjadi suatu "Challenge" (tantangan tersendiri) juga berfungsi :

1.   Bisa menambah rasa percaya diri.
2.   Keinginan untuk belajar bagaimana bisa melewati tantangan tersebut.
3.  Bersyukur menikmati segala proses tersebut sampai berhasil melewati tantangan tersebut.

Dan tentu nya juga lebih aman - safety, fleksibel, anti ribet dibandingkan everesting secara outdoor.

Untuk menjalankan virtual Everesting harus memiliki motivasi dan kuat mental karena suasana gowes adalah di dalam ruangan, bosen, jenuh naik turun.

Dan saya yakinkan Anda pasti bisa, tidak menakutkan yang seperti Anda kira, contoh Anda memiliki FTP 250watt -  average 50% dari FTP, pembagian nya bisa seperti ini :
  • Climb 1 - 160W
  • Climb 2 - 160W
  • Climb 3 - 150W
  • Climb 4 - 150W
  • Climb 5 - 140W
  • Climb 6 - 140W
  • Climb 7 - 130W
  • Climb 8,5 - 130W
Setelah Anda berhasil melewati tantangan everesting pertama, next Anda bisa mulai mengejar waktu untuk pencapaian finish untuk everesting berikutnya, untuk tahap awal disarankan gowes di average 50% dari FTP Anda.


KONSEP ”Everesting” sebenarnya sudah cukup lama ada, pencetusnya George Mallory, warga Australia yang punya darah keturunan George Herbert Leigh Mallory, pendaki pertama puncak tertinggi di dunia: Everest

Aturan mainnya sangat sederhana, pilih satu gunung atau bukit, berapa pun kemiringan dan ketinggiannya, lalu naik-turun terus sampai total mendakinya mencapai 8.848 meter alias setara Gunung Everest.
Boleh naik sepeda apa saja, tapi naik dan turunnya harus dikayuh. Tidak boleh menuntun. Kalau berhasil, data GPS/Garmin-nya bisa dimasukkan secara online. Kemudian akan di-review dan dipelajari oleh panel yang ada. Kalau berhasil, namanya akan tercatat di Hall of Famedan mendapat medali titanium. Ada ”Everesting calculator” yang bisa membantu peminat mengukur waktu dan jarak yang dibutuhkan pada gunung/bukit yang mereka ingin gunakan sebagai jalan, nah ini konsep Everesting outdoor.
Sedangkan untuk virtual everesting, yang berhasil ngayuh sepeda sampai ketinggian 8848mdpl dan terecord di Strava, bisa langsung mendaftarkan nya ke www.everesting.cc untuk di catat di Hall Of Fame vEveresting. 


Beberapa kategori everesting menurut everesting.cc yang bisa menjadi tantangan :

1. Basecamp vEveresting


Ini adalah basic vEveresting, artinya Anda harus menanjak setinggi 4424 mdpl dalam 1x jalan (naik turun) dengan memakai smart trainner direct drive (wajib) di rute  Alpe du Zwift, alasan harus menggunakan smart trainner direct drive supaya tidak slip di tanjakan di atas gradiant 7%-8%, jika Anda tidak memiliki smart trainner yg model direct drive bisa memakai rute Zwift Epic KOM ( gradiant dibawah 7%-8%) without rute radio tower.
Gradiant setting - Trainer Difficulty di Zwift  harus di set Max 100%.

 
2. Single vEveresting 


 

Anda harus menanjak setinggi 8848mdpl dalam 1x jalan (naik turun) dengan memakai smart trainner direct drive (wajib) di rute  Alpe du Zwift, alasan harus menggunakan smart trainner direct drive supaya tidak slip di tanjakan di atas gradiant 7%-8%, jika Anda tidak memiliki smart trainner yg model direct drive bisa memakai rute Zwift Epic KOM ( gradiant dibawah 7%-8%) without rute radio tower.
Gradiant setting - Trainer Difficulty di Zwift  harus di set Max 100%

  3. 10.000mdpl vEveresting

 
Anda harus menanjak setinggi 10.000mdpl dalam 1x jalan (naik turun) dengan memakai smart trainner direct drive (wajib) di rute  Alpe du Zwift, alasan harus menggunakan smart trainner direct drive supaya tidak slip di tanjakan di atas gradiant 7%-8%, jika Anda tidak memiliki smart trainner yg model direct drive bisa memakai rute Zwift Epic KOM ( gradiant dibawah 7%-8%) without rute radio tower.
Gradiant setting - Trainer Difficulty di Zwift  harus di set Max 100%

 4. Double vEveresting

 

Anda harus menanjak setinggi 8848mdpl x 2  = 17.696 mdpl dalam 1x jalan (naik turun) dengan memakai smart trainner direct drive (wajib) di rute  Alpe du Zwift, alasan harus menggunakan smart trainner direct drive supaya tidak slip di tanjakan di atas gradiant 7%-8%, jika Anda tidak memiliki smart trainner yg model direct drive bisa memakai rute Zwift Epic KOM ( gradiant dibawah 7%-8%) without rute radio tower.
Gradiant setting - Trainer Difficulty di Zwift  harus di set Max 100%

5. Triple vEveresting 
 
  

Anda harus menanjak setinggi 8848mdpl x 3  = 26.544 mdpl dalam 1x jalan (naik turun) dengan memakai smart trainner direct drive (wajib) di rute  Alpe du Zwift, alasan harus menggunakan smart trainner direct drive supaya tidak slip di tanjakan di atas gradiant 7%-8%, jika Anda tidak memiliki smart trainner yg model direct drive bisa memakai rute Zwift Epic KOM ( gradiant dibawah 7%-8%) without rute radio tower.
Gradiant setting - Trainer Difficulty di Zwift  harus di set Max 100%


Pengalaman mencoba vEveresting Challenge :

Pertama kali mencoba vEveresting 10/02/2020 sempat mengalami kegagalan, pendakian pertama berakhir di 4999mdpl - otot kaki berasa pegal dan jenuh, kesalahan awal adalah terlalu mengejar speed dan koleksi PowerUps (bonus di Zwift) akibat nya tenaga habis di tengah jalan, main di average 212-240watt.
Tidak disiplin loading makanan dan tidak ada perencanaan yang matang ( bib , sepatu kondisi basah mempengaruhi performance - perlu persiapan ).


Kedua kali mencoba 04/04/2020, kembali lagi gagal, KO di ketinggian 5228mdpl, mengulangi kesalahan yang sama dan berharap ada keajaiban bisa menyelesaikan vEveresting dengan data waktu yang cepat (tidak disiplin).



Ketiga kali mencoba dengan disiplin dan kontrol diri yang tinggi akhirnya berhasil finish di ketinggian 8848mdpl - Everesting !!! dengan waktu tempuh 13 jam 26 menit, ini bukanlah pencapaian waktu yang bagus, banyak rider yang berhasil vEveresting di bawah 12 jam.
Sangat resiko memaksakan dengan speed, resiko gagal finish, yang penting pencapaian nya adalah bisa finish dulu bagi saya sudah cukup.
Saya bermain di averange 145watt - 180 watt, HR di zone 2, saat finsih tidak terlalu suffer, tidak ada otot kaki yang cidera.
"Death Zone" kondisi terpuruk biasanya saat mencapai ketinggian di atas 4448mdpl, nah jangan lupa seruput kopi pahit supaya bisa semangat ngayuh lagi.
Disiplin asupan makanan dan minuman setiap jam sangat penting.

 
 

Next challenge - saya akan mencoba memperbaiki waktu single vEveresting yang lebih baik dan 10.000mdpl vEveresting adalah the next challenge - untuk Double dan Triple vEveresting lupakan dulu, saya tidak akan lakukan agenda gowes "gila" tersebut.

Setelah Anda bisa menyelesaikan tantangan vEveresting, Anda bisa langsung mendaftarkan ke www.everesting.cc dan nama Anda akan tercatat di Fame Of Hall bersama rider lainnya di seluruh dunia.

Jika Anda melakukan pendakian 2x Basecamp akan dihitung 1x pencapaian di Hall of Fame everesting.cc

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.



Kamis, 27 Februari 2020

Gran Fondo New York - GFNY Bali 2020



Jalan yang relatif mulus, panorama alam cantik nan luar biasa, seni budaya dan keramahtamahan masyarakat Bali, memang terlalu indah jika diabaikan.

Itulah yang membuat GFNY Bali menjadi salah satu GFNY paling populer.

GFNY Bali 2020 diikuti 1.300 - 1.800 peserta dari 36 Negara.
                         

Menempuh jarak 134 kilometer untuk Long Distance dan 100 kilometer untuk Medium Distance

 Rute Grand Fondo 134km- Elevasi 2167 mdpl


 Rute Medio Fondo 100km- Elevasi  1389 mdpl
 


Axel Moeller menjelaskan race yang mengusung tema “Be a Pro for a Day” ini merupakan seri kualifikasi untuk GFNY World Championship yang masuk di kalender dunia, The Global Cycling Marathon Series. GFNY Bali merupakan bagian dari GFNY Indonesia. 

Mengapa Bali? Sebagai destinasi wisata unggulan, Bali selalu memiliki magnet kuat bagi para pecinta olahraga bersepeda jarak jauh untuk datang dan datang kembali, baik pesepeda lokal maupun internasional,” jelasnya.


Tanggapan penulis sebagai peserta GFNY Bali 2020
 
Saya sebagai peserta GNFY Bali 2020 merasa sangat puas dengan event ini, jalanan hampir terbilang steril dari kendaraan, setiap persimpangan jalan dijaga dan diatur dengan sangat baik, water station tersedia sepanjang jalan, pemandangan indah dan menarik.

Jalan aspal mulus di pinggir pantai Klungkung, keteduhan dan indahnya panorama gunung dan Danau Batur, kelokan bukit di Kintamani, hingga jalan flat By Pass, akan menjadi rekam jejak kayuhan pedal seluruh peserta GFNY Bali 2020.


Ketua Penyelenggara GFNY Bali 2020, Tenne Permatasari mengatakan salah satu agenda yang disiapkan panitia adalah Tourism and Bike Expo yang dilaksanakan 21-22 Februari 2020 di Hotel Rumah Luwih Beach Resort, Gianyar. Waktu ini juga dimanfaatkan untuk registrasi ulang dan pengambilan race pack. 

Registrasi dan Pengambilan Race Pack


      Bike Expo


Jadi ada 2 penginapan hotel untuk menampung peserta GFNY 2020 : Hotel Luwih Beach Resort - Gianyar dan Hotel Wyndham Tamansari Jivva resort, jarak dari Hotel Luwih ke Hotel Wyndham -/+ 4,8km dan yang menjadi lokasi start / Finish adalah 200 meter dari Hotel Luwih.


  Hotel Wyndham Tamansari Jivva Resort

 

Satu hal yang perlu diketahui bagi peserta yang menginginkan untuk mendapatkan posisi start race di depan adalah saat registrasi harus membeli yang paket VVIP atau VIP (aturan berlaku di seluruh event GNFY dunia).


 
Start Corrals berbeda tergantung dari nomor peserta atau status anda, di area start paling depan akan ada corral kecil untuk peserta VVIP, corral start kedua adalah untuk peserta VIP yang memakai gelang identitas warna merah sedangkan para peserta yang memakai gelang identitas warna hijau akan start di corrals sesuai dengan nomor peserta masing masing, total 1300 an peserta terbagi beberapa corrals dengan waktu start per 2-3 menit per corrals.


Di sinilah kesalahan saya dalam hal membaca rules saat registrasi, karena tidak teliti, saya asal mendaftar saja, alhasih saya mendapatkan nomor 1120, corrals ke dua dari yang paling belakang, bayangkan saat start, Anda harus mengejar pelaton depan dan akan ada delay waktu 2-3 menit untuk masing masing corrals, sepertinya tidak mungkin terkejar, karena pelaton depan terlihat beberapa pasukan atlit yang akan "narik" dengan speed tinggi, kalaupun terkejar, Anda akan kehabisan tenaga saat memasuki area tanjakan, start awal rute flat plus rolling tanjakan grade 5% sekitar 40km, setelah 40km akan memasuki area tanjakan panjang.



Untuk rute tanjakan nya termasuk cukup berat tapi gradiant tidak ada yang terlalu tajam, kalaupun ada, hanya ada 2 tanjakan di atas 12% selebih nya gradiant 5% - 8% tapi panjang, begitu juga dengan gradiant turunan sekitar -4% s/d -5%.


Kombinasi crank depan 39t dengan sproket belakang 34t akan menghasilkan speed dan cadence yang seimbang, sproket belakang 34t dipakai saat otot mulai lelah / kram / recovery, di beberapa area khusus nya saat start awal (40km) pertama, gradiant kurang dari 5%, saya lebih suka memakai crank depan 50 dengan kombinasi sproket 28/26, speed laju , Heart Rate stabil.

Kategori yang di lombakan :

A. Individual Female / Male, usia :

Male / Female 18-39 tahun
Male / Female 40-44 tahun 
Male / Female 45-49 tahun

Male 50-54 tahun
Male 55-59 tahun
Male 60 tahun up 

B. Team Competition : tidak ada batasan jumlah anggota dalam satu regu, podium untuk regu 4 anggota.

Untuk info detail pemenang, silakan Anda browsing di internet GNFY Bali 2020.


Semoga bermanfaat.